"[G-Story] Pengalaman Seram Seorang Teman Menaiki Bus 'Hantu' Trans-Jakarta" by @BriiStory

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
awesomes storytelling horror
3
Brii @BriiStory
Gak hanya luar kota, perjalanan dalam kota juga kadang memiliki kisah seram di luar nalar. Seperti yang dialami oleh salah seorang teman, ketika dalam perjalanan pulang dari kantor, menggunakan Trans Jakarta. Simak di sini, di Briistory.. @InfoMemeTwit *** pic.twitter.com/iTqQoexI2I
Expand pic
Brii @BriiStory
Hujan di jam 9.30 malam, menambah kesempurnaan hari kamis ini. Seharian berkutat dengan pekerjaan kantor, menyedot nyaris semua energi yang aku punya. Hanya tersisa sedikit tenaga yang bisa dikerahkan untuk perjalanan pulang.
Brii @BriiStory
Aku Siska, karyawati sebuah perusahaan yang berkantor di Jakarta Barat. Sudah nyaris dua tahun bekerja di tempat ini, perusahaan yang lingkungan kerjanya aku suka, cukup nyaman untuk bekerja mencari nafkah.
Brii @BriiStory
Rumah di daerah Rempoa, Jakarta Selatan. Bersama Ibu dan Adik, aku tinggal di rumah yang sebenarnya terlalu besar bagi kami. Ayah sudah tiada sejak aku masih kecil, kakak satu-satunya tinggal di luar kota bersama suami dan anaknya.
Brii @BriiStory
Sebenarnya jarak rumah ke kantor gak terlalu jauh, hanya sekitar enam belas kilometer kalau dilihat melalui google map. Tapi ini Jakarta, yang harusnya dekat malah bisa memakan waktu lebih lama karena banyak faktor.
Brii @BriiStory
Aku pengguna transportasi umum, Trans Jakarta (atau masih sering disebut busway) dan angkot jadi tumpuan setiap hari. Sama juga dengan malam ini, aku harus naik bis trans Jakarta menuju lebak bulus, dari situ nanti akan lanjut menggunakan angkot menuju Rempoa. ***
Brii @BriiStory
Sudah nyaris jam sepuluh, aku masih di lobby gedung menunggu hujan deras berhenti, atau seenggaknya mereda. Dasar aku, di waktu yang sepertinya mulai masuk musim penghujan ini malah gak bawa payung.
Brii @BriiStory
"Mba Siska, pake payung ini aja, gak apa-apa. Tapi besok bawa lagi ya.. Hehe." Pak Andi, sekuriti, tiba-tiba sudah berdiri di sampingku, menawarkan payungnya dengan senyum sumringah. "Gak Pak, makasih. Bentar lagi juga berhenti hujannya. Hehe."
Brii @BriiStory
Duh, bukannya menolak rejeki, tapi payung yang Pak Andi tawarkan adalah payung hitam berukuran sangat besar, dengan gagang kayu melengkung yang besar juga, gak ah. Aku mikir bawanya besok akan repot.
Brii @BriiStory
Jarak antara lobby gedung dan halte bis TJ gak terlalu jauh, dari tempatku berdiri sekarang ini pun haltenya sudah kelihatan. Hanya cukup berjalan kaki sebentar, lalu naik jembatan penyebrangan yang sekaligus menuju halte, sampai deh..
Brii @BriiStory
"Ah akhirnya reda." Bergumam sendiri aku melihat hujan yang berkurang intensitasnya. "Pak Andi, aku pulang ya." lalu pamit ke Pak Andi yang sedari tadi sudah setia menemani.
Brii @BriiStory
Kemudian setengah berlari aku menuju gerbang gedung, lanjut ke jembatan penyebrangan. Untunglah, jembatannya memiliki atap, aku jadi gak kehujanan.
Brii @BriiStory
Gerimis ternyata hanya sebentar, seketika berubah lagi menjadi hujan deras, aku yang sudah berdiri di depan loket bisa bersukur karena sudah berada di tempat aman dari hujan.
Brii @BriiStory
"Mas, masih ada kan ya bisnya?" Sudah jam sepuluh lewat, aku memastikan lagi mengenai keberadaan bis dengan bertanya kepada mas petugas, karena di aplikasi ponsel gak terlihat ada bis yang mendekat.
Brii @BriiStory
"Masih ada mba, silakan ditunggu aja." Jawab mas petugas. Ah lega mendengarnya. Duduk manis di kursi, aku menunggu kedatangan bis, sambil sesekali melihat ke jalan tempat kemunculannya.
Brii @BriiStory
Jam setengah sebelas lebih sedikit, hati mulai gundah gulana karna bis belum muncul juga, sementara hujan masih saja deras turunnya. Di halte Green Garden ini hanya ada aku dan beberapa petugas yang sepertinya sudah mulai bersiap untuk pulang. ***
Brii @BriiStory
Sinar terang tiba-tiba muncul mendekat, kelihatan kalau itu adalah lampu dari kendaraan yang berukuran besar, sukurlah bis datang juga. Sungguh lega oerasaan ini. Berdiri dari duduk, lalu aku mendekat ke pintu halte, menunggu bis untuk benar-benar sampai dan berhenti.
Brii @BriiStory
Akhirnya bis berhenti tepat di hadapan, pintunya terbuka lalu aku melangkahkan kaki untuk masuk.
Brii @BriiStory
Bis ini adalah bis yang panjang, jadi seperti bis gandeng, entahlah apa biasa disebutnya. Yang pasti tempat duduknya berjajar di kanan kiri, saling berhadapan, aku memilih tempat duduk yang sejajar dengan supir, gak jauh dari tempat Pak supir yang sedang duduk di belakang kemudi.
Brii @BriiStory
Sementara petugas Trans Jakarta yang satu lagi berdiri di dekat pintu paling belakang. Bis mulai berjalan perlahan meninggalkan halte, sementara hujan masih turun cukup deras.
Brii @BriiStory
Sepertinya ini bis terakhir, terlihat dari penumpangnya yang sangat sedikit, aku menghitungnya hanya ada empat orang selain aku, tiga laki-laki di badan bis belakang, satu perempuan duduk di kursi yang berseberangan dengannku, kursi khusus penumpang wanita.
Brii @BriiStory
Seperti biasanya, lampu di dalam menyala terang, dengan begitu aku dapat melihat dengan jelas ke setiap bagian bis. Dalam gelapnya malam yang semakin larut, kami membelah barat Jakarta menuju selatan, menyusuri jalan yang biasa disebut dengan jalan panjang.
Brii @BriiStory
Ponsel di tangan menjadi fokusku untuk menghabiskan waktu. Bukan kebetulan, di malam jumat memang biasanya adalah waktu untuk membaca cerita seram yang ada di twitter, cerita dari mas @briistory sudah menjadi langganan bacaanku.
Brii @BriiStory
Bis semakin kosong, karna dua dari empat penumpang sudah turun, jadi hanya tinggal aku dan laki-laki yang duduk di kursi paling belakang. Di bagian depan, hanya ada aku dan Pak supir. Sekali lagi, hujan masih turun dengan derasnya. ***
Load Remaining (38)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.