Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.
Created on App

Akhirnya dapat Pencerahan Alasan Psikologis di Balik Merasa Tak Nyaman Ketika Mau Belanja Trus Didekati Salesnya

Butt brush effect istilahnya
1
fierza bukan fiersa @fierza

Pernah nggak sih kalian waktu belanja di mall, liat-liat barang, udah cocok mau ambil Terus ada mbak-mbak penjaga yang deketin “Ada yang bisa dibantu kak?” Terus kalian nggak jadi ambil barang itu, entah mengapa Dalam marketing, fenomena ini dikenal dengan “Butt Brush Effect”

07/05/2020 22:49:15 WIB
Alexandria @wanebot

@fierza Kalo ngga jadi karena liat harganya itu namanya apa kak?

07/05/2020 22:51:23 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Butt-Brush Effect pertama kali dikenalkan oleh Paco Underhill dalam bukunya yang berjudul “Why We Buy” yang mana buku ini kemudian menjadi salah satu best seller internasional. “The science of shopping” Karena buku ini merupakan kumpulan pengamatan fakta-fakta orang belanja

07/05/2020 22:58:39 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Dalam bukunya, Butt-Brush Effect sendiri dimulai dari pengamatan Paco Underhill terhadap perilaku konsumen - terutama wanita, yang mana konsumen ini selalu “menghindar” tiap kali didekati, berdekatan, bersentuhan dgn orang lain. Hal itu terjadi terus menerus seakan membentuk pola

07/05/2020 23:05:51 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Dari pengamatan tersebut, Underhill menyimpulkan bahwa pelanggan tidak suka ketika mereka tersenggol atau tersentuh dari belakang (butt-brush) Dan mereka (pelanggan) lebih memilih untuk meninggalkan barang yang mereka inginkan - hanya untuk menghindari kontak fisik tadi.

07/05/2020 23:10:45 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Nampaknya beberapa perusahaan sudah mulai menerapkan teori tersebut dalam layout store-nya. 1. Memberi jarak antar display produk (termasuk lorongnya yang lebar), less cluttered 2. Tidak mendekati customer untuk beberapa saat pic.twitter.com/Rg4FlFtv8c

07/05/2020 23:27:32 WIB
Expand pic
Expand pic
fierza bukan fiersa @fierza

Tidak berhenti di situ saja, penataan rak ini juga membutuhkan strategi. Underhill juga mengamati siapa pembelinya. Contohnya, barang promo memang menarik untuk dilihat, tetapi tidak serta-merta harus diletakkan di tempat yang 'mudah ditemukan’ dan 'mudah dijangkau’ Karena (..)

07/05/2020 23:35:32 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Dalam pengamatannya, ia menemukan orang tua yang kesulitan mencari produk dengan merek yang ia cari, karena barang yang ia cari diletakkan di bawah - yang mana hal itu menyulitkan orang tua untuk jongkok dan sebagainya. Berbeda dengan anak muda (..)

07/05/2020 23:41:27 WIB
fierza bukan fiersa @fierza

Anak muda akan menemukan barang yang mereka cari, bagaimanapun caranya. Sekalipun ia ditempatkan di rak tersembunyi ataupun susah untuk dijangkau, mereka akan menemukan cara untuk mendapatkannya. Ternyata hanya dengan mengatur rak sedemikian rupa, penjualan meningkat drastis.

07/05/2020 23:43:34 WIB
Res @fulalalala

@fierza Mungkin karna diliatin, ditanyain, atau ditungguin jadi ga leluasa buat liat2 kali ya. Otomatis langsung ngabur 😂

07/05/2020 23:59:13 WIB
Nuri Arunbiarti @nurinuriii

@fierza Buat gue tergantung. Untuk baju, karena ukuran badan gue mungil, biasanya gue tanggepin untuk nanya ukuran paling kecil atau model lain yang lebih pas dari yang gue ambil. Tapi kalau untuk drug store, ya begitulah. Udah pake headphone, tetep disamperin *menangis di pojok toko*

08/05/2020 00:15:08 WIB
anggun @dapatberbicara

@fierza sebenarnya mereka sengaja kayak gitu ga si? supaya barangnya ga cepet abis?

08/05/2020 03:01:37 WIB
Borneo Verando @borneoverando

@fierza Makanya paling bagus keranjang belanjanya dikasih dua tanda yang berbeda kali ya, kayak yang di mana gitu. Satu keranjang untuk yang gamau ‘diganggu’, satu yang lainnya untuk yang gapapa ‘diganggu’.

08/05/2020 03:15:04 WIB
anggun @dapatberbicara

@fierza jadinya aku pernah cari barang promo, ketemu, lalu mbanya curiga sampai akhirnya bilang "ada yang bisa dibantu?" karena ngejar promo langsung aku ambil deh barang itu.

08/05/2020 03:19:25 WIB
Borneo Verando @borneoverando

@fierza Solusi terampuh saat ini, mungkin ke depannya ada solusi yang lebih efisien ya 😄

08/05/2020 03:22:13 WIB
Rizzz @rizqinfajri

@borneoverando @fierza pernah juga di salah satu toko skincare terkenal, ada keranjang hijau dan kuning.. yg kuning khusus untuk self-help udah ambil yg kuning, lagi milih2 tetep aja disamperin penjaganya, ditanya2in, diikutin kmn2.. ya udah langsung balikin keranjang, keluar toko udah..

08/05/2020 04:35:14 WIB
Borneo Verando @borneoverando

@rizqinfajri Hahaha pegawai baru mungkin, positive thinking 😆

08/05/2020 04:39:06 WIB
🍾 @incitu

@fierza Gw selalu gitu. Sgitu ada yg deketin, tanya2, lsg ilfeel. Krn gw selalu tau apa yg mau gw beli, jadi ke mall dg tujuan jelas. Yg gw rasa paling sotoy itu org2 di toko olahraga. Paling mansplaining. Pdhl gw tau mekanika kaki gw dan jenis sepatu yg mau dibeli.

08/05/2020 07:04:47 WIB
taufik ms @tovix

@fierza Kalau jualan online gimana ?? Apa kah bisa di samakan studi kasus nya?m

08/05/2020 09:01:35 WIB
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!