Jokowi Sengaja Bedakan Mudik dan Pulang Kampung. HOAKS / FAKTA?

Jokowi memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020
0
URL MerahPutih [HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Sengaja Bedakan Mudik dan Pulang Kampung Jokowi memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 2

Merahputih.com - Di media sosial tengah ramai link berita yang discreenshoot ucapan Presiden Joko Widodo soal mudik. Pada tangkapan layar itu, tertulis berita berjudul 'Jokowi: Sengaja Saya Bedakan Mudik & Pulang Kampung, untuk Mengelabui Virus Corona'.

Judul artikel CNNIndonesia pada screenshoot tersebut telah disunting atau diedit, dimana judul dari artikel aslinya adalah “Jokowi Ditanya Soal Mudik Saat Corona: Itu Pulang Kampung”.

Akun facebook bernama Putra Sulung mengunggah screenshoot artikel dari pemberitaan CNNIndonesia ke grup SAHABAT ROCKY GERUNG.

Dalam unggahan tersebut terlihat tampilan artikel milik CNNIndonesia dengan judul “Jokowi: Sengaja Saya Bedakan Mudik & Pulang Kampung, untuk Mengelabui Virus Corona” yang tayang pada Rabu, 22/04/2020 pukul 20:44 WIB.

FAKTA :

Setelah ditelusuri, unggahan akun Putra Sulung tersebut sudah melalui proses editing, dimana telah terjadi pergantian pada judul artikel. Pada artikel asli CNNIndonesia yang tayang pada Rabu, 22/04/2020 20:44 WIB berjudul “Jokowi Ditanya Soal Mudik Saat Corona: Itu Pulang Kampung”.

Berdasarkan pemeriksaan fakta tersebut, maka unggahan akun facebook Putra Sulung masuk kedalam konten yang dimanipulasi.

Presiden Joko Widodo mengatakan arus masyarakat yang menuju keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sebelum ada pelarangan mudik adalah kegiatan pulang kampung.

Hal itu dikatakannya saat ditanya jurnalis Najwa Shihab soal jutaan masyarakat yang berbondong-bondong mudik sebelum keluar pelarangannya, di acara Mata Najwa, di Trans 7, dalam wawancara ekslusif di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

Jokowi memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

"Hari ini saya ingin sampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Selasa (21/4).

Meskipun, berdasarkan survei kementerian Perhubungan, ia mengakui 24 persen warga masih bersikeras mudik, 7 persen sudah mudik, dan 68 persen tak akan mudik.

Sejumlah pihak menilai keputusan itu terlambat. Pasalnya, ribuan warga telanjur pulang kampung dan potensial menyebarkan Corona.

KESIMPULAN :

Informasi tersebut dipastikan hoaks. Pelaku disinyalir sengaja mengupload konten yang membuat masyarakat untuk memiliki stigma negatif terhadap Pemerintah. Masyarakat pun diminya berhati-hati dalam bermedia sosial dan tak menyebarkan berita yang bernada provokatif karena ancaman hukuman menanti.

Sumber: Link

Comment

No comments yet. Write yours!