Created on App

Kelebihan dan Kerapuhan Investasi Reksadana Saham Serta Investasi yg Tepat di Masa Pendemi

apa itu reksadana?
0

Untung Rugi Reksadana

Mari kita mulai dulu dengan definisi reksadana.

Reksadana (mutual fund), adalah produk investasi yang merupakan kumpulan dana dari masyarakat, yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen di pasar modal.

Reksadana ada beberapa jenis, namun di tulisan ini, kami hanya akan membahas empat jenis reksadana yang paling umum. Mari kita mulai dari yang risikonya paling kecil hingga yang paling besar. Perlu diingat, risiko selalu berbanding lurus dengan potential return. Risiko yang besar, pasti akan menghasilkan potensi pengembalian yang besar, dan begitu juga sebaliknya.

Reksadana Pasar Uang
Yaitu reksadana yang 100% diinvestasikan pada instrumen jangka pendek seperti obligasi dan deposito perbankan. Reksadana ini cocok untuk dijadikan instrumen investasi dalam jangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun).

Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang menempatkan investasinya 100% ke instrumen obligasi. Cocok untuk dipegang dalam jangka waktu 1-3 tahun.

Reksadana Campuran
Reksadana yang menempatkan maksimal 79% pada instrumen saham, obligasi, dan deposito. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka menengah antara 3-5 tahun.

Reksadana Saham
Reksadana yang menempatkan 80% dari dananya di saham. Cocok untuk investasi jangka panjang, di atas 5 tahun.

Prosesnya bagaimana?

Sebuah perusahaan sekuritas menerbitkan reksadana seharga Rp100 dengan 1 juta unit penyertaan. Jika semua reksadana itu laku terjual, maka akan didapatkan uang sebesar Rp100 juta yang nantinya diinvestasikan oleh Manajer Investasi ke instrumen yang telah ditentukan (tergantung jenis reksadananya).

Let’s say, dalam waktu 1 bulan, uang Rp100 juta tadi sudah berhasil menjadi Rp120 juta. Dan kini, harga reksadana tersebut menjadi Rp120 per unit penyertaaan. Harga yang berubah-ubah ini adalah yang disebut dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB), atau dalam Bahasa Inggris disebut Net Asset Value (NAV).

Pada kenyataannya, untuk contoh kasus di atas, NAB tidak akan persis Rp120 per unit penyertaan karena masih harus dikurangi biaya operasional reksadana tersebut. Biaya operasional reksadana mencakup fee Manajer Investasi, biaya bank kustodian (bank tempat menyimpan/bertransaksi reksadana tersebut), pajak, dan biaya-biaya lain.

NAB ini akan di-publish secara harian, baik itu di situs sekuritas terkait, atau marketplace reksadana seperti Bareksa atau Infovesta. Jadi, kamu sebagai investor bisa mengetahui berapa nilai investasi (kenaikan/penurunan) yang kamu miliki dengan mengalikan NAB dengan jumlah unit yang kamu punya. Dan biasanya juga, masing-masing perusahaan sekuritas yang menerbitkan reksadana juga menerbitkan prospektus yang berisi detil komposisi penggunaan dana yang dibelikan instrumen apa saja oleh Manajer Investasi.

Belakangan, reksadana sering kali disebut-sebut sebagai instrumen investasi paling cocok untuk pemula. Benarkah demikian?

Jawabannya: Ya dan Tidak. Hal ini benar-benar tergantung dari investornya.

Keunggulan reksadana yang bisa kami lihat ada beberapa:

  1. Pilihan produk reksadana yang tersedia.

Ada puluhan sekuritas dan bank di luar sana yang menjual reksadana dengan berbagai merk. Setiap reksadana mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Ada banyaknya variasi yang tersedia tentu menjadi sebuah keunggulan bagi calon investor untuk memilih.

  1. Tanpa repot.

Dana investasi yang kita keluarkan dikelola oleh seorang Manajer Investasi yang sudah memiliki pengalaman dan sertifikasi yang sesuai. Dan requirements ini cukup ketat dan diawasi OJK. Jadi, bagi kamu yang tidak suka mengawasi pasar, tidak punya waktu atau terlalu sibuk, reksadana adalah pilihan yang cocok.

  1. Proses pencairan yang relatif lebih cepat.

Dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti tanah atau properti, tentu reksadana bisa dilakukan lebih cepat. Rata-rata reksadana bisa dicairkan T+7 ( 7 hari kerja, di mana Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung).

Namun begitu, kami di Big Alpha tidak terlalu merekomendasikan reksadana karena alasan-alasan berikut:

  1. It will cost you.

Dalam reksadana, terdapat biaya-biaya ekstra yang sebenarnya bisa kita eliminasi jika kita langsung berinvestasi secara pribadi. Mulai dari management fee, legal fee, auditor & notary fee, subscription/top up fee, redemption fee, switching fee, dll. Biaya yang paling umum adalah management fee dan bank custodian fee.

Rata-rata, biaya ini berkisar antara 2%-3% per tahun.

Mungkin angka ini terdengar kecil, tapi angka ini akan berdampak secara signifikan dalam jangka panjang. Sebagai contoh, jika uang Rp1M diinvestasikan dengan return 10% per tahun maka di akhir tahun ke-20, uang tersebut akan menjadi sekitar Rp6.7M.

Jika asumsi yang sama kita gunakan, tapi dengan tambahan management fee sebesar 2% per tahun, maka uang yang kita dapatkan di akhir tahun ke-20 hanya Rp4.2M. Coba hitung sendiri menggunakan kalkukator reksadana di sini.

Dan bagian paling buruknya, banyak investor reksadana tidak menyadari hal ini, baik biayanya maupun dampaknya secara jangka panjang.

  1. Active Investing.

Hampir sebagian besar reksadana itu adalah active investing, artinya Manajer Investasi yang mengelola dana kita selalu aktif bertransaksi di pasar modal. Hal ini tentu menimbulkan biaya transaksi yang pada akhirnya akan dibebankan kepada unit penyertaan.

  1. Underperformed.

Dengan segala metodologi active investing yang digunakan, tentu kita berharap reksadana kita akan memiliki performa yang lebih baik dari index yang dijadikan acuan, bukan? Sayangnya tidak selalu seperti itu. Ada banyak sekali reksadana saham (sebagai contoh) yang memiliki performa lebih buruk daripada index acuan yang digunakan seperti IHSG atau Index LQ45.

Silakan bandingkan sendiri jika tidak percaya. Pilih produk reksadana yang kamu incar, lalu bandingkan performanya terhadap index, apakah berhasil mengalahkan pasar? Jika dengan membayar segala macam fee tersebut di atas namun ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja reksadana tersebut, mengapa kita harus membayar lebih mahal?

  1. Investing is not a rocket science.

Investasi bukanlah hal yang super rumit yang membutuhkan analisa yang berlebihan. Ingin beli obligasi contohnya, caranya sudah cukup mudah. Obligasi pemerintah bahkan dijual secara retail setiap tahun.

Ingin beli saham juga sudah tidak kalah mudah. Puluhan perusahaan sekuritas sudah siap melayani bahkan dengan initial deposit yang cukup terjangkau dan aplikasi yg sangat mudah.

Pada dasarnya investasi adalah proses kalkulasi return & risiko yang bisa dilakukan sendiri. Dan sudah terbukti, strategi buy and hold secara jangka panjang memberikan return yang lebih baik daripada active investing. Tapi terkadang, orang-orang sudah malas dan takut duluan untuk belajar.

Jadi, dengan segala plus dan minusnya yang kami bahas di atas, apakah reksadana instrumen yang cocok untuk kamu?

The choice is yours!

 

Difani Armandita @Dee_funny

Tips Memilih Reksadana Saham A Thread/Utas Semua orang yang berinvestasi pasti pengen return yang tinggi tapi inget 'High Return=High Risk' Kali ini gw bakal bahas analisa kecil soal milih reksadana #Reksadana #Investasi #Saham #Bibit #Bareksa

04/10/2019 18:57:43 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Perencana keuangan dari Financia Consulting Eko Endarto menyebut saham dan reksadana saham masih bisa menjadi pilihan investasi meski di masa darurat wabah Virus Corona alias COVID-19. Ia pun memberikan tips agar risiko dari gejolak ekonomi dari wabah itu bisa seminimum mungkin terhadap investasi.

Pertama, kata Eko, fokuslah untuk berinvestasi jangka panjang alias lebih dari dua tahun. "Jadi itu uang harus yang bukan dipakai untuk harian, itu uang mati atau uang untuk jangka panjang," ujar dia kepada Tempo, Ahad, 12 April 2020.

Saran itu disampaikan lantaran ia memperkirakan kondisi ekonomi bisa pulih dalam dua tahun ke depan. Asumsinya, wabah Corona mereda pada pertengahan tahun ini dan kondisi pulih dalam enam bulan. Setelah itu, dalam satu atau dua tahun nilai saham mulai menanjak naik lagi.

Dengan demikian, Eko menyarankan agar investor bukan berfokus kepada bunga bulanan melainkan kepada peningkatan nilai pada jangka panjang. "Karena ada yang investasi tapi ingin setiap bulan mendapatkan hasil. Jadi fokusnya harus di peningkatan nilai."

Kendati demikian, Eko mengingatkan agar tetap menyiapkan terlebih dahulu dana cadangan sebelum membeli produk investasi. Dana cadangan itu dapat berbentuk uang tunai maupun emas yang relatif mudah dicairkan ketimbang saham. Dana cadangan itu, tutur dia, besarnya berkisar tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan.

Dengan begitu, masyarakat yang akan berinvestasi bisa menjamin dulu kehidupannya minimum dalam enam bulan ke depan dalam kondisi yang serba tidak pasti ini. "Memang kita berbicara jangka panjang, tapi jangka pendek jangan babak belur. Kalau punya gaji sih oke, kalau tidak punya bagaimana? Perusahaan juga tidak tahu berapa lama bisa bertahan kan," tuturnya.

Setelah dana cadangan minimum terpenuhi, barulah uang yang tersisa dan tidak digunakan bisa digunakan untuk berinvestasi jangka panjang. Untuk memilih produk yang tepat, Eko menyarankankan agar masyarakat memilih produk investasi yang saat ini nilainya sedang turun seperti saham dan reksadana saham. Sebab, ketika ekonomi pulih, dua produk yang saat ini nilainya anjlok diperkirakan melambung.

Apabila masih ada dana lain yang belum dipergunakan, bisa juga masuk ke emas, reksadana pendapatan tetap atau ke obligasi. "Tapi kenaikannya pasti tidak akan tinggi lagi. Emas itu tidak akan tinggi lagi, malah kalau normal pasti turun karena orang keluar dari emas," tutur Eko.

Untuk memilih produk reksadana saham maupun saham yang tepat untuk dibeli, Eko mengingatkan agar memperhatikan kinerja historis dalam lima tahun ke belakang, serta bisa dibandingkan dengan indeks saham gabungan saat ini. "Kalau IHSG turun 50 persen, tapi sahamnya turun 30 persen, itu cukup bagus dan bisa jadi pilihan."

CAESAR AKBAR

Difani Armandita @Dee_funny

Reksadana dan Saham A Thread/Sebuah utas Karena di thread sebelumnya banyak yg belum tau basic invest RD. Gw mau nulis lagi soal reksadana, pengertian,cara kerja dan returnya. Thread ini terinsiprasi dari video raditya dika soal investasi dan uang.

13/10/2019 12:13:45 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Cara registrasi aplikasi invest reksadana bibit ( +50k Cashback Bonus New User ) A thread/Sebuah utas Kali ini gw bakal share cara registrasi bibit secara lengkap #reksadana #investasi #bibit #OJK #IHSG pic.twitter.com/xcWqDGzNNZ

16/10/2019 02:22:25 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Investasi Reksadana Mulai 10 Ribu Ini adalah daftar produk reksadana yang menyediakan minimum top up senilai 10.000 Cocok buat kalian yang baru mulai investasi dan ingin mencoba dalam jumlah kecil pic.twitter.com/31qTDK5Khv

07/11/2019 20:27:56 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Bibit Reksadana [ Reborn ] A Thread/Sebuah Utas Kali ini gw mau ngenalin aplikasi investasi reksadana yaitu Bibit. Bibit menyediakan 4 jenis reksadana pasar uang,obligasi/pendapatan tetap,saham dan campuran Lengkap dan cocok buat pemula #Bibitid #Investasi #Reksadana pic.twitter.com/BWMlzrn7PP

12/11/2019 23:19:07 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Kenapa nabung reksadana? Bila kita menabung dengan cara biasa , uang kita diam. Bila kita menabung di reksadana uang kita berkerja dan di kelola oleh Manager. Kita akan mendapatkan laba untung/rugi selama kita investasi bisa di ambil kapan saja Return produk selama 1 tahun pic.twitter.com/HIAbNfPPSN

12/11/2019 23:19:44 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Return Earning selama 3 tahun. Pengertian detail soal reksadana : twitter.com/Dee_funny/stat… Atau bisa nonton video raditya dika soal uang bagi yang ga suka baca👌 Maaf kalau beberapa ada yang ga bisa dibaca soalnya thread lama kehapus ga sengaja udah 1,5k+ like😭 pic.twitter.com/BtcxlPVhpf

12/11/2019 23:19:58 WIB
Expand pic
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Buat dapetin return yang optimal dan produk yang cocok buat kita , di bibit ada robo advisor yang menyesuaikan budget & memilih jenis reksadana terbaik untuk kita. Jenis reksadana : Reksadana Pasar Uang : Rata rata return pertahun 5-7% mirip deposito bank dan low risk

12/11/2019 23:19:59 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Reksadana Obligasi/Pendapatan tetap : Rata Rata return pertahun 9-15% , resikonya sedang , cocok buat nabung 1-3 tahun ada produk yg sampe ngasih 35% selama 3 tahun. Reksadana Saham : Rata rata return pertahun ga bisa di prediksi karena sangat flukuaktif , resikonya tinggi

12/11/2019 23:20:04 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Reksadana saham cocok banget buat jangka panjang digunakan buat dana pendidikan dan pensiun. Biar returnya optimal dan kerasa biasanya 3-5 tahun lebih bisa sampe 60%-80% bahkan 100% kalau udah 10 tahun+, tapi bisa juga minus Ngomongin persen angka enak banget ya wkwk👌😭

12/11/2019 23:20:07 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Minimal investasi reksadana juga murah ada yang mulai minimun 10k-10jt. Mahasiswa juga bisa , saya juga masih mahasiswa tapi semuanya di jalanin learning by doing sambil baca" referensi dan cara daftar , langsung daftar mirip kaya upgrade gopay/ovo premium🤣

12/11/2019 23:20:09 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Cara daftar reksadana di bibit twitter.com/Dee_funny/stat… Kalau bingung bisa tanya di dm atau rep ajah di thread ini pasti di bales kok

12/11/2019 23:20:10 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Produk reksadana yang di mulai dari harga 10.000 , cocok buat yang mau belajar awal awal dengan modal kecil twitter.com/Dee_funny/stat…

12/11/2019 23:25:23 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Buat user lama bibit reksadana ini ada thread tips pilih reksadana saham 👌 twitter.com/Dee_funny/stat…

13/11/2019 19:09:05 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Aman ga sih kak investasi ini? Aman 💯 Karena terdaftar di OJK Bibit reksadana terdaftar di OJK reksadana.ojk.go.id/Public/APERDPu… Sebelum rilis aplikasi bibit , adanya stockbit khusus trading saham dll Udah dari 2012 Dengan CEO yang sama mulai jadi penjual reksadana yaitu bibitid✔️

14/11/2019 20:45:59 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Open investasi/trading saham via stockbit dengan sinarmas sekuritas minimal 5 juta untuk mendapatkan fasilitasnya Sedangkan investasi reksadana lewat bibit hanya mulai dari minimal 10k-10jt. 10k ( Manulife dll ) 10jt ( Danamas Pasti ) Untuk mendapatkan cashback awal hanya 100k

14/11/2019 20:48:25 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

Referensi buat orang yang ga suka baca soal reksadana Raditya Dika Ft Annisa Azizah ( Inspirasi menabung reksadana bersama doi ) walau pasti beda porto sih👌 youtu.be/n26iTWr97i8 Raditya with Financial Planner youtu.be/FHpifiwwVxw Sebenernya lebih bagus learning by doing

15/11/2019 00:16:07 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Definisi reksadana pake video yang agak sedikit formal😂 youtu.be/ySolMNPZm7s Reksadana vs Emas youtu.be/TKUSyjpOq5c Aku belum pernah sama sekali ya nabung emas , aku lebih prepare saham atau reksadan. Saham high risk = high return banget kalau reksadana ga begitu

15/11/2019 00:18:35 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Nabung reksadana itu bebas Beli lagi harga murah , di jual saat naik , tapi bukan buat trading yaa karena beda sama saham. Nabungnya ga harus perbulan, bisa sekali 3 bulan atau perminggu/hari ajah juga bisa. Cuma lebih bagus rutin. Dari mulai 100k nanti mulai keliatan hasilnya👌 pic.twitter.com/eMMSulhYFs

15/11/2019 21:18:16 WIB
Expand pic
Difani Armandita @Dee_funny

Sekarang lagi ada gencar gencarnya promo #YukNabungSaham sama Reksadana. Invest RD di bibit kalau awal daftar masuk kode referensi dapet cashback 50ribu, Tokopedia kalau pake kupon dapet cashback juga. Kode referensi bibit = saham50k

15/11/2019 21:18:17 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

*Noted* = Aku belum pernah nabung emas lebih prefer ke saham atau reksadana. ( Yg di atas typo 😭 ) Dari prefer ke prepare 😭 Kalau mau invest emas saranku beli ANTAM langsung 👌 Kalau yg virtual belum tau Aku lebih beli saham MDKA sama ANTM buat invest

17/11/2019 09:19:33 WIB
Difani Armandita @Dee_funny

MDKA sama ANTM juga di pengaruhi oleh harga XAU ( Gold ) dunia👌 pic.twitter.com/jfPppTKnq7

17/11/2019 09:19:37 WIB
Expand pic
Load Remaining (23)

Comment

No comments yet. Write yours!