Enable Editing Created on App

Menyimak Analisa Kemungkinan Skenario Terburuk Penanganan Penyebaranan Virus Corona di Indonesia

virus corona dapat diperlambat penyebarannya dengan kita jaga jarak dan jaga kesehatan
medis viruscorona wabah virus corona penyebaran virus
1
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Tim ahli Public Health UI dan Bappenas resmi rilis laporan Covid. Skenario 1 : yg wafat 144 ribu (tanpa intervensi) Skenario 2 : wafat 48 ribu (level intervensi saat ini) Skenario 3 : wafat 12 ribu (jk ada intervensi karantina total). kompas.com/sains/read/202ā€¦
Rezza Akbar Syabani @ezasyabani
@Strategi_Bisnis ralat dong min bukan dan bappenas tapi ditujukan kepada bappenas
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Laporan resmi dan rekomendasi sdh diajukan ke Presiden oleh Bappenas. Team Ahli Kesehatan Publik UI sarankan karantina maksimal. Agar bisa capai skenario 3. Inipun yg gugur banyak. Dg intervensi spt saat ini, kita akan jatuh pd skenario 2 dan 3.
panggil saja @nnaaandaaa
@Strategi_Bisnis Tapi kalau karantina total,dari pihak pemerintah spertinya tidak siap dengan alasan ekonomi.Boleh teman2 kasih pendapat šŸ˜
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Dg intervensi moderat spt saat ini, maka akan ada 1.25 juta kasus covid dan yg meninggal 48 ribu. Jumlah kasus tertinggi 100 ribu orang dalam satu hari. Terjadi sekitar 2 bulan dari sekarang.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Amat berharap bahwa laporan resmi Team Ahli UI dan Bappenas ini benar2 disimak Presiden Jokowi dan jajarannya, dan mrka segera lakulan intervensi yg lebih drastis spt rekomendasi para ahli tsb.

KOMPAS.com -Ā Jumlah pasien terinfeksiĀ virus coronaĀ SARS-CoV-2 terus bertambah, baik di dunia maupun Indonesia.

Menurut dataĀ WorldmetersĀ Senin (30/3/2020) pukul 15.31 WIB, jumlah pasien Covid-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia ada 724.565 kasus.

Juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, terdapat 1.414 kasus Covid-19 hingga Senin siang pukul 12.00 WIB.

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 122 kasus, dan 75 pasien dinyatakan sembuh.

Jika tidak ada intervensi dari pemerintah pusat, diprediksi jumlah korban corona terus meningkat dan mencapai jutaan pada pertengahan Mei. Di mana hampir 2,5 juta kasus memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Itu merupakan skenario terburuk dari pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia, yang dibuat oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indoensia (FKM UI) yang ditujukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Covid-19 Modelling Scenarios Indonesia

Pandu Riono, Iwan Ariawan, Muhammad N. Farid, dan Hafizah Jusril merupakan ahli yang menyusun draf skenario pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia atau Covid-19 Modelling Scenarios Indonesia.

Mereka membuat pemodelan penyebaran Covid-19 dengan empat skenario.

Perhitungan simulasi berdasar data sejak sebelum kasus pertamaĀ corona di Indonesiadiumumkan.

"Jauh sebelum kasus pertama diumumkan, sejak awal Februari, kita prediksi bahwa sudah ada orang yang terinfeksi," kata Pandu Riono, pakar epidemiologi Universitas Indonesia kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020).
sakit di Indonesia bahwa sejak pekan pertama Februari ada peningkatan jumlah pasien pneumonia atau yang memiliki gejala mirip Covid-19, yakni demam, batuk, dan sesak napas.

Dia menjelaskan, tiap satu kasus positif Covid-19, dapat menginfeksi setidaknya dua orang lainnya.

Dari pemodelan yang dilakukan, tampak bahwa grafik kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia berpotensi meroket tajam jika tidak ada intervensi tinggi atau tegas dari pemerintah.

Hal tersebut ditandai dengan garis merah putus-putus pada grafik di bawah ini.

Tanpa intervensi, jumlah total pasien Covid-19 yang harus mendapat perawatan intensif di hari ke 70 atau sekitar pertengahan Mei adalah hampir 2,5 juta pasien. Ini merupakan skenario terburuk.

"Mendekati 2,5 juta pasien pada hari ke-70, itu adalah prediksi kumulatif. Pada saat itu (hari ke-70), kita duga 50 persen penduduk sudah terinfeksi. Jadi pada (model) ini adalah kasus yang butuh perawatan di rumah sakit, 2,5 juta yang terinfeksi dan butuh perawatan," jelas Pandu.

DiberitakanĀ Kompas.idĀ dengan intervensi seperti saat ini, yaitu masih berupa imbauan untuk menjaga jarak sosial dan membatasi kerumunan massal dengan cakupan rendah, masih bisa terjadi 1,8 juta orang yang harus dirawat.

Sementara intervensi moderat melalui tes massal dengan cakupan rendah dan mengharuskan jaga jarak sosial dengan penutupan seluruh kegiatan sekolah dan bisnis, maka orang yang butuh dirawat karena Covid-19 mencapai 1,2 juta orang.

Dengan intervensi tertinggi, yaitu karantina wilayah untuk membatasi pergerakan dan dengan tes massal skala luas, maka orang yang butuh perawatan intensif mencapai 600.000 orang.

"Kalau kita mau kurvanya yang warna biru, intervensinya harus high. Jadi harus benar-benar ada regulasi, social distancing. Nah social distancing bukan hanya himbauan saja, tapi harus wajib dilakukan," tegas Pandu kepadaĀ Kompas.com.

Pandu mengingatkan, perhitungan simulasi itu bukanlah menunjukkan prediksi infeksi Covid-19 di Indonesia.

Perlu digarisbawahi, angka-angka pada grafik di atas menunjukkan jumlah pasien yang harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Siapa saja yang membutuhkan perawatan intensif?

Dipaparkan oleh Pandu dalam infografik di bawah ini, yang membutuhkan perawatan rumah sakit adalah pasien dengan pneumonia, pasien yang membutuhkan perawatan ICU, dan pasien yang berisiko besar meninggal dunia.

"Yang lain ringan, 97 persen (kasus Covid-19) itu ringan. Jadi yang termasuk kasus ringan, enggak usah di rumah sakit, isolasi sendiri di rumah. Kasian rumah sakit, kalau semua ngumpul di Rumah Sakit jadi over-capasity," katanya.

Dari empat skenario di atas, jika tanpa intervensi, angka kematian bisa mencapai 240.244 orang, dengan intervensi rendah 144.266 orang, intervensi moderat 47.984 orang, dan intervensi tertinggi 11.898 orang.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.