Created on App

[UPDATE] Kronologi “Pencarian” Seniman Samparrr Yang Disebut Sebagai Pelaku Pemerkosaan Pada Sejumlah Perempuan. Akhirnya Buka Suara Lewat Video Permintaan Maaf!

Ngeri banget orang jaman sekarang:(
0
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Kasus pelecehan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh seniman yang fokus di ranah musik instrumental/noise dengan nama panggung Samparrrr (a.k.a Bijan/Rustikutas) Disini saya bermaksud untuk menjelaskan beberapa hal terkait kasus tersebut yang kiranya perlu kalian ketahui. pic.twitter.com/wqHK90uVYX

15/03/2020 22:44:17 WIB
Expand pic
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

*Utas ditulis setelah saya membicarakannya dengan forum yang berisi para korban dan pendamping untuk menulis di ‘platform’ ini (twitter)*

15/03/2020 22:52:53 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Kasus pertama kali mendapat sorotan publik setelah salah satu kawan kami, speak up lewat akun twitternya. Twit tersebut berisi bukti berupa screencapture chat dengan pelaku, beberapa bulan setelah kejadian. pic.twitter.com/RoEJXD494P

15/03/2020 23:09:59 WIB
Expand pic
Expand pic
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Respon paling cepat yang didapat setelah kasus mencuat adalah dari kolektif yang berbasis di Tangerang, Elang Terbang Kolektif. Respon tersebut berupa pernyataan yang disampaikan lewat instagram mereka setelah sebelumnya menghubungi rekan kami yang juga mengenal korban. pic.twitter.com/rzT8472cIX

15/03/2020 23:10:02 WIB
Expand pic
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Pada hari dan tanggal yang sama (10/03/2020) Bijan a.k.a Samparrrrr akan tampil dalam salah satu acara musik yang diadakan di Rubanah Underground, Menteng. Berbekal informasi tersebut, kami berbicara dengan korban. Yang hasilnya adalah upaya menemui pelaku di tempat tsb. pic.twitter.com/3WXQijdW7J

15/03/2020 23:19:40 WIB
Expand pic
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Namun, setelah sampai di tempat acara kami mendapat kabar kalau Sampar sama sekali tidak bisa dihubungi sejak siang. Dan akun-akun yang dikelola olehnya ikut hilang (deactivate). Dan kemungkinan tidak jadi tampil. Rencana menemui pelaku, tentu saja tidak terwujud.

15/03/2020 23:19:40 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Walau begitu, kami tetap berupaya untuk menyebarkan kasus ini kepada pengunjung dengan cara menempelkan selebaran berisi foto dan kronologi kejadian yang dibuat oleh korban sendiri. Hingga akhirnya tindakan itu mengundang perhatian penyelenggara acara.

15/03/2020 23:19:41 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Adapun isi dalam selebaran tersebut adalah foto yang ada di twit pertama pada utas, dan yang dilampirkan di bawah ini: ⚠️ trigger warning ⚠️ twitter.com/ailuroopoda/st… twitter.com/ailuroopoda/st…

15/03/2020 23:27:04 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Setelah itu, beberapa akun instagram kolektif juga ikut menyuarakan kasus ini. Dan hal-hal mengejutkan kembali menghantam kami. Dari post tersebut, rupanya kami dapat mengetahui bahwa korban tidak hanya satu orang. Bukan hanya kawan kami. Korban-korban lainnya mulai speak up.

15/03/2020 23:32:25 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Dari setiap korban lain yang speak up, lewat media sosial pribadinya atau langsung menghubungi rekan kami (di kolektif atau personal), kami kumpulkan keterangan yang korban berikan. Hingga saat ini, korban yang berhasil menjangkau/dijangkau oleh kami berjumlah 8 orang.

15/03/2020 23:42:19 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Beberapa info menyebutkan kalau pelaku sempat membuat pernyataan lewat twitter dengan akun yang baru dibuat. Namun saya pribadi tidak bisa melacak twit tersebut. Entah memang sudah dihapus, atau ganti username. *sumber gambar dari instagram rekan kami pic.twitter.com/vgxKFLMYCw

15/03/2020 23:57:31 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Hari ini, rekan kami berhasil menemui pelaku dan membawanya ke Semanggi Center. Hasil dari pertemuan itu berupa video permintaan maaf dan pernyataan dari pelaku. Sebuah kemenangan kecil, tapi kami tidak akan berhenti sampai disini dulu. Kami belum selesai. pic.twitter.com/c86PkjpPaT

16/03/2020 00:01:33 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Dari hasil pertemuan tadi juga kami mengungkap informasi pribadi, termasuk nama dan usia sesuai KTP pelaku. Benar saja, dia banyak berbohong bahkan untuk identitasnya sendiri. Kebohongan lain yang terungkap juga berkenaan dengan jumlah korban;

16/03/2020 00:08:12 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Korban sebenarnya berjumlah lebih dari 8 orang. Selain yang sudah kami dampingi, pelaku menyebutkan bahwa ia sampai tidak bisa menyebutkan nama dan menghitung berapa jumlah korban yang sebenarnya. Pelaku👏🏻benar👏🏻benar👏🏻lupa👏🏻berapa👏🏻banyak👏🏻korbannya👏🏻

16/03/2020 00:11:29 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Dari situ, diskusi soal tuntutan korban terhadap pelaku jadi semakin meluas dan mengerucut. Beberapa pilihan sudah masuk ke catatan, termasuk upaya pemulihan korban dan pendampingan lanjutan. Kami memberi ruang seluas-luasnya pada korban untuk memilih dan menyampikan tuntutan.

16/03/2020 00:25:58 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Karena apa yang dilakukan pelaku merupakan kejahatan luar biasa yang tidak bisa lagi ditolelir hanya karena alasan pertemanan atau apapun. Kami memohon bantuan juga kepada kalian semua untuk turut membantu mengawasi gerak geriknya dimana pun. Jangan beri ruang!

16/03/2020 00:25:59 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

Video pernyataan pelaku pun sudah diunggah ke akun media sosial miliknya, yaitu sbb: instagram: instagram.com/tv/B9wHw3KnCfX… twitter: twitter.com/bijanfaisal/st…

16/03/2020 00:35:40 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

1. Identitas, kronologi termasuk waktu dan tempat kejadian yang disebutkan dalam utas ini sudah disetujui oleh korban ybs. 2. Saya tidak berwenang untuk menjawab pertanyaan soal hal-hal yang bersifat pribadi mengenai korban, selain yang saya sebutkan di atas.

16/03/2020 00:51:37 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

3. Tanpa persetujuan korban, publikasi tentang kronologi dan identitas korban lainnya tidak dianjurkan. Saya disini sepenuhnya berpihak pada korban, bukan untuk memuaskan hasrat dan ego kalian.

16/03/2020 00:51:38 WIB
(𝘳𝘦𝘥𝘢𝘤𝘵𝘦𝘥) @sonuvabitjxh

4. Utas ini belum selesai. Info mengenai perkembangan kasus akan ditulis disini jika diperlukan. Sekali lagi, jangan beri ruang untuk pemerkosa. Karena pemerkosaan adalah salah satu bentuk penindasan. JANGAN BERI RUANG! Terima Kasih. #MeToo

16/03/2020 00:53:53 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!