TIDAK ADEKUATNYA TRACING VIRUS CORONA DI INDONESIA by @PartaiSocmed

Chirpified
health disaster
0
#99 @PartaiSocmed
Berhubung sudah jam 9 malam maka kami akan mulai kultwit tentang testimoni pasien PDP yg tidak ditangani secara memadai dan potensi dampaknya bagi penyebaran virus corona di Indonesia
#99 @PartaiSocmed
TIDAK ADEKUATNYA TRACING VIRUS CORONA DI INDONESIA pic.twitter.com/hHOjFubVKf
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Ini adlh pengakuan kawan yg baru pulang dari Italy tanggal 10 Maret kemarin. Beliau adalah contoh warga yg baik yg tidak takut terkena virus corona tapi takut jika menjadi carier yg menularkan kpd pihak lain. Sayangnya niat baiknya tidak disambut dengan baik. Begini ceritanya pic.twitter.com/LOP19BkJQ9
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kawan kita ini baru saja pulang dari beberapa negara Eropa, beliau juga sempat ke Lombarby yang merupakan pusat wabah di Italy. Tanggal 10 beliau pulang dari Brussel lewat Bangkok. pic.twitter.com/w6PF2Eas1G
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sesampai di Indonesia kawan ini mengalami sesak nafas. Maka sebagai orang yg baru saja pulang dari negara pusat wabah seperti Italy harusnya sudah masuk dalam kategori PDP (Pasien Dengan Pengawasan) pic.twitter.com/AHw7pCplLz
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Demi transparansi tanpa mengganggu privacy maka berikut disampaikan riwayat mobilitas kawan kita ini setelah pulang ke Indonesia: Tgl 11 Maret - Istirahat di rumah Tgl 12 Maret - jam 11.00 ke imigrasi Bekasi, Jam 12.30 ke RS Mitra Keluarga Bekasi untuk periksa.
#99 @PartaiSocmed
Dengan kesadaran sendiri kawan kita ini datang ke RS Mitra Keluarga utk periksa. Tapi pihak RS Mitra Keluarga ternyata takut kedatangan pasien terkait virus corona dan buru2 menolak serta meminta pasien pergi ke RSPI saja tanpa diberi surat keterangan apapun.
#99 @PartaiSocmed
Akhirnya kawan kita ini kemarin memilih datang ke RS Sulianti Saroso. Disana dia menyampaikan keluhannya dan riwayat perjalanannya dari Italy. Dipikirnya dia akan segera diberi kamar untuk isolasi karena termasuk pasien yg valid PDP
#99 @PartaiSocmed
Ternyata tidak. Pihak RS bilang kamar isolasi penuh lalu melakukan test pd pasien. Percaya tidak, test yang dilakukan oleh hanya test paru dan darah saja, tidak ada test Covid-19 sama sekali! Lalu berdasarkan dua test tadi pasien dinyatakan sehat dan boleh pulang.
#99 @PartaiSocmed
Merasa test yg dilakukan pihak RS Sulianti Saroso sangat tidak memadai maka kawan kita ini dengan kesadaran sendiri sekarang memilih mengisolasi diri di rumahnya. Sebab dia tidak yakin hanya dengan test paru dan darah saja dia benar2 bebas Covid-19.
#99 @PartaiSocmed
Sekarang coba bayangkan jika pasien yg ditolak oleh RS Mitra Keluarga itu males datang ke RSPI. Apakah dia tidak akan jadi carier yg akan menyebarkan virus corona kemana2? Bagaimana SOP penanganan virus corona jika yg sadar datang saja ditolak?
#99 @PartaiSocmed
Lalu bayangkan pula, jika semua pasien yg harusnya valid PDP cuma diperiksa paru dan darah saja lalu dinyatakan sehat tanpa test Covid-19 sama sekali. Sudah berapa carier yg tidak terdeteksi beredar di masyarakat kita?
#99 @PartaiSocmed
Bayangkab pula, dalam stage awal sekarang ini saja RS mengaku kehabisa kamar isolasi. Lantas bagaimana jika wabah benar2 terjadi? Sejauh mana kesiapan Indonesia menerima pasien virus corona yg tiba2 melonjak tajam?
#99 @PartaiSocmed
Jika orang yg dgn kesadaran sendiri saja dipersulit utk mencari tahu dia terinfeksi virus atau tidak lantas bagaimana dengan warga yg bandel? Dari pengalaman kawan kita ini sepertinya pemerintah tidak butuh mendeteksi virus corona sejak dini, justru ingin menyembunyikan masalah
#99 @PartaiSocmed
Oya satu hal lagi, semua test yg dia lakukan itu tidak gratis alias bayar sendiri! Lalu bagaimana bisa pemerintah mengajak warga bersikap proaktif jika untuk test saja harus bayar sendiri? Bagaimana jika orangnya tidak punya uang?
#99 @PartaiSocmed
Jangan koar2 pemerintah serius melakukan tracing penyebaran virus corona deh! Yang datang dengan kesadaran sendiri dan mau bayar saja diperlakukan begitu.
#99 @PartaiSocmed
Berdasarkan pengalaman teman kita itu terbukti tracing pemerintah Indonesia terhadap virus corona sangat tidak adekuat. Dan oleh karenanya dikhawatirkan kasus2 yg diumumkan secara resmi hanyalah permukaan dari gunung es saja.
#99 @PartaiSocmed
Akhir kata nyawa kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Kita tak bisa terlalu berharap pada pemerintah untuk kasus virus corona ini. Kita tak pernah tahu tempat2 yg berbahaya dan kita hanya bisa waspada bahwa semua orang adalah carier yang tak terdeteksi. pic.twitter.com/BE4mjCqc7T
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.