Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

"Bagiku Ini Normal, Aku Diperkosa Ayahku dan AKu baik-baik Saja" Pengakuan Seseorang dengan Lugas Bilang Jadi Budak Seks Ayahnya Sendiri dan Mengalami Bullying Saat Masih SMA Dipaparkan Lewat Quora

semoga korban bisa mengatasi traumanya. dia butuh teman
1
Victoria Yovita @victoriayovita

A thread From Quora "Aku jadi buda s3ks ayahku" Aku ga bermaksud memviralkan kisah Quora lagi Ya takut kalian bosan juga ~ Tapi aku dapat DM begini Dan setelah aku baca ceritanya miris banget emang 😭😭😭 Sampe nangis bacanya 😭😭😭 Ku harap kalian ikut memberi dukungan 🙏 pic.twitter.com/lFnW5EGaRZ

13/03/2020 14:03:43 WIB
Expand pic
Expand pic
۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫۫ @istighf4r

@victoriayovita @mazzini_gsp Selalu ada link pengingat untuk pembaca di setiap paragraf nya, kalau hal ini bukan satu"nya

13/03/2020 14:17:12 WIB
winter jasmine @zain_alabdn

@victoriayovita @mazzini_gsp Ga, ga bisa. Aku ga bisa lagi baca bacaan kayak gini lagi.

13/03/2020 14:18:15 WIB

Salinan dari Quora

Sejujurnya aku lahir dalam keluarga yg normal.

Aku mempunyai ayah, aku mempunyai ibu, aku mempunyai rumah, aku mempunyai adik, aku bahkan bisa bersekolah sampai kuliah, hal yg bisa disebut privilege untuk sebagian orang. Jadi sebenarnya aku hidup dalam kenormalan, memang aku saja yg ingin mati. Bodoh kan? Makanya kamu tak perlu bersimpati, arwah ku resah nanti merasakan hal yg membuatku risih. Lagipula aku tidak percaya dengan arwah, kehidupan selanjutnya, dan dongeng yg dibuat-buat oleh pemuka agama.

Aku perempuan yg lahir di keluarga utuh, dan aku mempunyai adik laki laki, ibuku bekerja, ayahku bekerja, aku, dan adikku dapat bersekolah dengan baik. Tuh kan sudah dibilang kalau hidupku sebenarnya normal, dan ga ada hal yg perlu diberikan rasa simpati, aku hanya ingin bunuh diri. Dan keluar dari kehidupanku yg normal ini.

Ibuku korban KDRT

Keluarga ku itu normal selama beberapa tahun, namun entah kenapa keluarga yg aku anggap harmonis sebenarnya cuma kedok saja. Sampai ibuku ketahuan selingkuh, tapi tunggu, hey perselingkuhan dalam rumah tangga bukanlah hal yg abnormal bukan?

Mungkin karena ibu sibuk kerja, dan ayah sibuk bekerja juga, jadi tidak ada hubungan yg bisa mereka bangun bersama, sebab kesibukannya. Selain itu, aku paham, tidak ada asap kalau tidak ada api. Ibuku hanya merespon sikap ayahku yg abusive, yah ibuku adalah korban KDRT. Tenang itu hal yg normal kan?

Angka Kekerasan terhadap Perempuan Cenderung Meningkat | Databoks

Ibuku pernah dihina habis-habisan karena hal kecil, ayah pernah memarahi ibu sampai seisi rumah ketakutan, hanya karena lupa menyediakan minum, dan makan setelah dia bekerja, ibu juga pernah dipukul sampai lebam, hanya karena ketahuan membalas chat dengan pria lain, yg menurut ayah itu berlebihan dan terlalu mesra. Tapi entahlah bagaimana isi chatnya sampai ibu pantas dapat wajah yg membiru, ibu pun kadang melampiaskan kekesalannya kepada kami, hanya karena kesalahan kecil kami menjadi korban.

Adikku pernah digampari sampai berdarah waktu SD hanya karena menumpahkan kopi yg ibu buat untuk ayah, oh iya aku lupa, kalau masalah yg berhubungan dengan ayah adalah hal yg haram untuk jadi kesalahan.

Aku jadi bud4k s3x ayahku

Aku tidak merasa keluargaku spesial hanya karena ibu menjadi korban KDRT, hidupku normal kok, banyak di luar sana ibu rumah tangga yg menjadi korban juga, jadi kehidupan ku tetap normal normal saja. Ga perlu bersimpati, untuk apa bersimpati dengan hal yg normal seperti ini?

Ibu dan ayahku cerai sejak aku duduk di bangku SMP, aku tinggal dengan ayah, karena ayah tidak sudi anaknya tinggal dengan orang yg tukang selingkuh "katanya", ayah juga menang dalam pengadilan ttg hak asuh, jadi kami gabisa memilih. Ibuku juga ga terlalu peduli dengan kami, mungkin tinggal dengan ayah lebih baik, daripada hidup dengan ibu.

Dan benar saja, 6 bulan setelah perceraian itu, aku menjalani kehidupan yg normal lagi. Karena aku yg menjadi korbannya skrg, aku pernah diperkosa ayahku sejak kelas 1 SMP - 3 SMP, saat aku diperkosa, adikku pun pernah memergoki ayah, adikku hanya diam ketakutan tidak tahu apa², ayah yg marah berniat melempar gelas, aku tahan, dan aku larang, karena kejadian itu aku kena tampar, dan pemerkosaan itu berhenti sejenak. Aku mendekati adikku dan bilang "tidak apa-apa, kamu jangan ikut campur lagi Yah sama hal ini, pura-pura saja ini ga terjadi, ini hal yg normal kok". Semenjak aku bilang seperti itu, adikku sudah terbiasa melihat aku diperkosa ayahku, dan tidak memerdulikannya.

Yah aku juga ga merasa ini hal yg abnormal, ini hal yg terjadi pada siapa saja, pemerkosaan anak yg dilakukan orang tua? Memang kenapa? Toh banyak anak di dunia ini yg merasakannya, aku tak merasa nasibku berbeda dengan perempuan lain, mereka di luar sana pasti pernah merasakannya, jadi ini normal saja bagiku.

Saat menjelang Ujian Nasional SMP aku tidak bisa fokus belajar, karena harus aku harus memenuhi hasrat birahi ayah, sedikit saja aku membantah, pasti aku kena tamparan, dan pukulan yg membuat ku lebam, jadi belajarku saat SMP terbilang sedikit, aku juga gaboleh ikut ekskul apapun oleh ayah, aku pernah ikut ekskul sampai pulang malam, sekitar jam 7. Ayah memukul adikku, sampai berdarah darah, dan aku pun jadi sasaran empuk kemarahannya karena kesalahan ini.

Dari kejadian itu, ekskul hanya menghambat diriku, aku hanya bersekolah, pulang, sampai lulus, tapi karena nilaiku jelek. Aku hanya bisa masuk SMA yg kurang dalam pengajarannya, tapi yasudahlah, ini hal normal, semua orang juga masuk SMA yg ga mereka inginkan utk masuk di sana, jadi ini normal normal saja.

Aku korban pembullyan.

Selain di rumah aku korban kekerasan, di SMA juga aku korban pembullyan, karena aku kurus, dan aku seringkali diejek "ceking", seringkali setiap ganti baju saat jam olahraga, ada saja murid yg iseng umeptin baju olahragaku, tapi yasudahlah aku terbiasa diperkosa, terlihat bentuk tubuhku pun bukan masalah di depan umum. Hal yg normal ini terjadi terus menerus, aku, pembullyan bukan hal yg aneh, ini terjadi di mana saja, aku pikir kita semua pernah merasakan, jadi aku tak perlu rasa simpati kalian yg ga bermanfaat itu, hidupku normal ga perlu ada rasa iba.

Tapi hey aku punya kabar baik, walaupun aku anak broken home, korban pelecehan seksual, dan korban pembullyan, ayahku tetap memberiku uang jajan, uang transport, uang bulanan, dan membiayai sekolahku. Jadi menurutku ini patut disyukuri toh? Entahlah aku harus bersyukur dengan keadaan ini atau tidak.

Kabar baik lagi, selama aku SMA ayahku jarang melakukan hal itu kepada, walaupun sesekali dia memaksa, dan mau tidak mau aku harus menuruti, daripada adikku kena getahnya lagi karena kesalahan kakaknya, dan aku akan lebam lagi hanya karena aku tidak mau disetubuhi.

Tapi hey aku bisa kuliah, aku lolos seleksi SBMPTN, akhirnya aku bisa bebas dari sini, bisa pergi jauh, dan tidak kembali. Tapi tidak, kamu benar, mana mungkin budak aku yg budak s3x nya dia, dia biarkan pergi. Ayahku melarang aku hadir ketika pemberkasan, satu kali, dari ribuan ketakutan yg aku hadapi. Baru kali itu aku melawan ayahku, dan benar saja, aku kena pukul di bagian (lagi), kena tampar sampai berdarah (lagi), dan yah aku jadi budak s3x dia seharian itu.

Aku selesai.

Sejujurnya aku ingin sekali kuliah, tapi aku hanya membuat kehidupan normalku yg diatur oleh ayah berantakan, aku takut hal yg normal ini akan berubah menjadi tidak normal. Aku sering memikirkan, bagaimana kehidupan perkuliahan, bagaimana bisa belajar hingga keluar negri, bagaimana menjadi mahasiswa, dll.

Tapi hey, aku tidak suka membuat kehidupanku yg normal diganggu, tepatnya kehidupan yg diatur oleh ayahku diganggu. Namun aku terlalu lelah memerankan diri sebagai orang normal, aku sudah capek, mungkin ini hal yg terakhir yg aku bisa sampaikan kepada dunia, ah aku terlalu berlebihan membicarakannya, mana mungkin dunia tahu dan peduli, lagipula dari awal aku tak butuh simpati.

Terimakasih sudah mendengarkan kisah normalku ini sampai habis, semoga mereka yg menjalani kehidupan normal di luar sana, yg sama seperti diriku bisa lebih lama bertahan.

Sampai tinggal, terima kasih quora, terima kasih sudah menjadi tempat yg membuatku berani menceritakan kehidupan normal ini.

Bye 💕

Comment

No comments yet. Write yours!