((Ditemukan fakta hampir disemua lokasi penangkapan dan penahanan terdapat praktek kekerasan)) 269 JEJAK PASUKAN PENCABUT NYAWA DI TALANGSARI 1989

siapa dalang di balik semua ini?
sejarah talangsari pelanggaranham social HAM indonesia lampung misteri
2
Mazzini @mazzini_gsp
JEJAK PASUKAN PENCABUT NYAWA DI TALANGSARI 1989 Kasus Talangsari hingga kini masih meninggalkan tanda tanya besar mulai dari kronologi kejadian, siapa pelakunya, siapa saja yang bertanggungjawab dan penyelasaiannya. Semoga thread ini dapat menjawab semua pertanyaan di atas. pic.twitter.com/cJRYebBK8i
Expand pic
Mazzini @mazzini_gsp
Thread ini sebenarnya saya buat untuk memperingati 31 tahun peringatan tragedi Talangsari, 7 Februari 2020. Seharusnya saya posting thread ini minggu lalu, tetapi berhubung ditengah penulisan akun saya yang lama diretas. Maka terpaksa pembuatan dan peluncuran dilakukan hari ini.
Mazzini @mazzini_gsp
Thread ini berisi ratusan tweet, karena pembahasannya sangat panjang. Semoga kawan-kawan pembaca bersedia dan tidak lelah untuk mengikuti tiap utasnya. Versi kejadian saya bahas dari dua sudut pandang, nantinya versi mana yang lebih pembaca yakini, saya serahkan kepada pembaca.
Mazzini @mazzini_gsp
1. GAMBARAN KONDISI POLITIK SEBELUM PERISTIWA TALANGSARI Peristiwa Talangsari yang terjadi tahun 1989 bisa dibilang adalah gumpalan kekecewaan suatu kelompok masyarakat agamis akibat tidak setuju dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan Presiden Suharto.
Mazzini @mazzini_gsp
2. Kebijakan politik pemerintah Orde Baru kala itu dinilai merugikan kelompok agama tertentu, yakni Islam. Protes keras kalangan Agama Islam terhadap kebijakan politik Presiden Suharto terhitung sejak tahun 1973. Saat itu pemerintah memasukkan aliran kepercayaan ke dalam GBHN.
Mazzini @mazzini_gsp
3. Di tahun itu pula pemerintah Orde Baru melakukan penyatuan hukum nasional di bidang perkawinan melalui RUU Perkawinan yang dibahas DPR-RI sepanjang tahun 1973.
Mazzini @mazzini_gsp
4. Kemudian pemerintah Orde Baru menetapkan penyeragaman asas partai politik lewat UU No.3 tahun 1975. Seluruh partai yang berasaskan Islam, fusi menjadi PPP, partai nasionalis fusi menjadi PDI dan adanya asas kekayaan yakni Golkar.
Mazzini @mazzini_gsp
5. Tahun 1978 lewat sidang umum MPR, pemerintah mengeluarkan materi pendidikan moral yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia saat itu, yakni Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (disingkat P4) atau Eka Prasetya Pancakarsa.
Mazzini @mazzini_gsp
6. Tak cukup sampai situ, Presiden Suharto pada tahun 1982 mengeluarkan ide asas tunggal Pancasila. Artinya seluruh organisasi apapun tujuan dan coraknya harus menerima Pancasila sebagai asas kehidupan, jika ada yang menolak maka organisasi itu dianggap menghianati negara.
Mazzini @mazzini_gsp
7. Penerapan Asas tunggal Pancasila banyak menuai protes dan menjadi masalah besar bagi organisasi-organisasi berasaskan Islam saat itu. Bukan karena mereka menolak mentah-mentah Pancasila.
Mazzini @mazzini_gsp
8. Tetapi yang menjadi kekhawatiran dari banyak organisasi Islam adalah dasar-dasar keislaman yang selama ini menjadi landasan organisasi menjadi mati, karena dengan adanya asas tunggal Pancasila ini otomatis menghapus asas keislaman dari organisasi mereka.
Mazzini @mazzini_gsp
9. Belum selesai dengan kekesalan akibat Asas tunggal Pancasila, kalangan Islam kembali dikejutkan dengan adanya larangan bagi pelajar perempuan untuk memakai hijab di sekolah. Pemerintah Orde Baru menerbitkan SK 052/C/Kep/D.82 pada 17 Maret 1982.
Mazzini @mazzini_gsp
10. Aturan ini berisi kebijakan baru pemerintah Orde Baru terkait standarisasi penggunaan seragam sekolah nasional. Siapapun siswi yang tetap nekad menggunakan hijab ke sekolah, maka akibatnya akan dikeluarkan dari sekolah tersebut.
Mazzini @mazzini_gsp
11. Protes semakin tajam saat tahun 1985 pemerintah Orde Baru melegalkan perjudian guna menambah pemasukan pajak lewat SK Menteri Sosial No. BSS-10-12/85. Saat itu perjudian legal ini dinamakan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Jelaslah kebijakan ini menuai penolakan.
Mazzini @mazzini_gsp
12. Beragam aturan pemerintah sejak 1973-1985 ini dinilai sangat mengekang ummat Islam, sehingga mengakibatkan beberapa kelompok organisasi Islam mulai mengkritik dan melawan secara terang-terangan pemerintahan Orde Baru.
Mazzini @mazzini_gsp
13. Akibat protes dan kritik tersebut, pemerintah bereaksi guna meredamnya, tapi reaksi itu malah mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan kerap diterima oleh masyarakat yang protes terjadi akibat Orde Baru meredam masyarakat menggunakan cara militeristik.
Mazzini @mazzini_gsp
14. Jika seandainya menggunakan pendekatan musyawarah atau diskusi, mungkin dampaknya tidak separah itu. Militer menjadi pembungkam suara protes yang bising dari sekelompok masyarakat karena adanya Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (KOPKAMTIB).
Mazzini @mazzini_gsp
15. Kopkamtib ialah sebuah lembaga yang langsung dibawah komando Presiden. Berfungsi untuk mengawasi dan mengendalikan masyarakat Indonesia agar bertindak sesuai dengan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah.
Mazzini @mazzini_gsp
16. Kopkamtib juga bertugas mencegah potensi konflik maupun protes di masyarakat. Maka wajarlah jika masyarakat yang mencoba mengkritik, apa lagi sampai melanggar aturan pemerintah akan berhadapan dengan Kopkamtib, karena tindakan tersebut dianggap mengganggu stabilitas negara.
Mazzini @mazzini_gsp
17. CIKAL BAKAL TERBENTUKNYA JAMAAH WARSIDI YANG MENJADI KORBAN PERISTIWA TALANGSARI 1989 Kondisi politik seperti tadi itu lah yang menyebabkan sebagian masyarakat menilai pemerintahan Suharto mengekang mereka dalam hal bernegara maupun beragama.
Mazzini @mazzini_gsp
18. Salah satunya adalah Warsidi, seorang tokoh Negara Islam Indonesia (NII) di Lampung. Warsidi dalam berbagi kesempatan ceramah dihadapan pengikutnya, kerap mengkritik Orde Baru, ia menilai peraturan yang dibuat Presiden Suharto banyak merugikan kelompok Islam.
Mazzini @mazzini_gsp
19. Kemarahan Warsidi kepada Orde Baru itu akibat memang sejak remaja pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah tahun 1939 ini memiliki pemahaman beragama yang tergolong berbeda dengan internal keluarga maupun lingkungan sekitar.
Mazzini @mazzini_gsp
20. Perbedaan pemahaman ajaran Islam dari Warsidi yang selalu menganggap orang lain, bahkan keluarga sendiri yang berbeda pemahaman Islam dengannya adalah kafir. Hal ini berawal ketika ia belajar agama dengan Anwaruddin.
Mazzini @mazzini_gsp
21. Darinya lah Warsidi mendapat pemahaman bahwa membunuh orang kafir tidak berdosa, melainkan perbuatan jihad. Selain itu sistem pemerintahan yang tidak berlandasakan hukum Islam adalah pemerintahan yang tak layak diakui.
Mazzini @mazzini_gsp
22. Pasca kematian gurunya, Warsidi pindah ke Lampung, ia menetap di Dusun Cihideung, Desa Talangsari, Lampung Timur, di sana Warsidi berkenalan dengan seorang tokoh bernama Jayus yang memiliki pesantren. Lantas Warsidi dipercaya untuk menjadi imam di pesantren tersebut.
Load Remaining (254)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.