narendra
@nrndrgsmw
masih heran kenapa anak anak jaman sekarang barbar sekali ?
dulu dibully ? sering. setelah itu ketawa2 bareng lagi. beda jauh dengan sekarang.
kalo nggk ampe cacat blm puas.
lu mau sekolah atau jadi gladiator ?
tragedi "Ariel Korban Pembully-an" mungkin satu yg keliatan.
narendra
@nrndrgsmw
menurut gw sih sekarang yang penting itu "MENTAL". tapi ya diliat dari pola pikir anak2 mungkin blm sampe buat mikir akan dampaknya toh juga mungkin ketidaksengajaan dalam bercanda.
makanya "pendidikan mental" itu penting !
narendra
@nrndrgsmw
intinya kita harus bisa kasih edukasilah buat yang mungkin blm sadar akan dampak bully.
buat adek2 diluar sana yg mau jadi gladiator, masuk akademi aja. apa mau cobain MOS/OSPEK jaman abang dulu ? wkk
ichal N
@patrichal
@nrndrgsmw Saat masih SD (2003) dimakassar sy di hajar pasti balik hajar, kalau mereka panggil teman sy balik panggil teman kompleks juga. Kalau disekolah sy usahakan berteman baik dgn NO 1(jagoannya) di sekolah.
Itu yg sy ajarkan ke ponakan ku jgn diam klu di-bully
narendra
@nrndrgsmw
@janpanggilmas materinya kurang berbobot kali mas, atau di ospek semi militer aja. seru tuh, ospeknya kunjungan dan ikut jalani pendidikan mental di akademi selama 2 haru gt
Yeremia Ade
@yeremiade
@nrndrgsmw Mau jadi gladiator kak.. biar dikata kuat pemberani dan ga ada yg berani lawan aku kak
Octopuswg
@Dauliasalsabil
@nrndrgsmw Makanya zaman sekarang disetiap sekolah selalu di dahului penilaian sikap daripada akademik
narendra
@nrndrgsmw
@Dauliasalsabil tapi masih kejadian, asal asalan kali ya kasih pedidikan sikapnya ?
1
manusia
@nulispaketangan
Kasus Ariel Korban Pembully-an di Malang mengingatkan ku dengan kisah beberapa tahun lalu.
Dulu, di kelas rendah SD aku ranking 2 dari belakang. Orang tua ku pun tidak mempedulikan itu, karena memang dari kecil pola asuh ku adalah permisif.
manusia
@nulispaketangan
Suatu hari, aku mendapat giliran maju nulis arab di depan dan ga bisa. Langsungdimarahi, dicubit di depan teman-teman (krn zaman dulu emang guru seperti ini adalah hal biasa. Beda sama zaman sekarang)
Setelah itu perasaan sakit hati muncul. Inginku balas dendam pd mereka semua
manusia
@nulispaketangan
Benar saja, siang malam belajar dan akhirnya dpt ranking 2. Haha, ku pikir guru* jd baik sm aku. Ternyata, ttp aja anak orang miskin dipilih kasihi. Yaudahlah yaw. Pikiranku saat itu yg penting cepetan lulus aja.
Sempat berfikir ini adalah cobaan berat bagiku. Tapi tapi.....
manusia
@nulispaketangan
Ketika SMP aku bertemu dgn orang aneh. Sebut saja namanya Yanti. Dia pendiam di kelas (bgt). Duduk sendirian di depan guru. Satu semester sekelas, tidak pernah lihat dia pergi ke kantin. Tiap hari kerjaannya datang-duduk di bangku kelas sampai pulang. Udah gitu terus...
manusia
@nulispaketangan
Hingga aku penasaran, ku dekati dia. Dia cerita panjang lebar tentang kehidupannya dan menurutku ini sangat "tidak adil". Lika-liku kehidupannya membuatku sadar, bahwa sikap pilih kasih guruku tidak ada apa-apanya dari kisah hidup dia.
Teman, aku akan membagikan kisah ini.
manusia
@nulispaketangan
Dia terlahir dari keluarga yg biasa saja. Bapaknya menderita tuna rungu, sehingga ibunya yg bekerja mati-matian sbg buruh di rumah tetangga. Rumahnya pun masih terbuat dari kayu dan berdiri peyot di bawah pohon bambu (kondisi 2013).
manusia
@nulispaketangan
Menurutku dia memang terlahir dengan kemampuan belajar yg lambat atau IQ di bawah rata-rata. Hingga ketika SD, tidak ada satu teman pun yg mau bermain sama dia. Usianya dua tahun di atasku, berarti dia sudah dua kali tidak naik kelas.
manusia
@nulispaketangan
Dia sering jadi korban fitnah temen*nya. Misal: dituduh mencuri yg berakibat panggilan orang tua.
Karena itulah, dia memilih SMP yg sangat jauh dari rumahnya. Yang berarti di sekolahku.
Sekolahku ini berada di desa, terletak di tengah sawah dgn sarana pra sarana yg b aja.
manusia
@nulispaketangan
Bayangkan, tiap hari dia naik sepeda ontel 6 km dari rumah. Tiap hari dia berangkat sehabis subuh demi sampai sekolah jam 6 pagi.
Ketika ku tanya, apa tidak capek? Dia menjawab "lah mau bagaimana lagi? Masak ga sekolah?"
manusia
@nulispaketangan
Ku ajak dia ke kantin, awalnya dia menolak keras. Lalu ku bilang "aku yg bayarin". Benar saja, dia langsung mau.
Ketika ku tanyaa, kamu ga dikasih saku? Dia jawab, kasih 2 ribu. Tp sengaja dia ga beli jajan biar bisa ditabung :(
Sejak saat itulah, dia mau ke kantin.
manusia
@nulispaketangan
Tahun berganti tahun dia lewati. Suatu hari kelas kami diacak lagi dan benar saja, guru* memintaku untuk menemani dia belajar di kelas 9. Di kelas kami memperlakukan dia dgn baik. Tapi, ada saja kelas lain yg membully dia.
Seringkali dia dapat ejekan "kucing gering" :(
manusia
@nulispaketangan
Kucing gering sama dengan kucing yg sakit.
Sedih aku denger dia tiap kali dibully seperti itu. Suatu hari dia cerita ke aku, kalau ketika pulang sekolah dia menjadi korban orang cabul yg lewat. Dadanya dipegang orang yg tidak dikenal ketika naik sepeda di jalan. Ya Allah.
manusia
@nulispaketangan
Sedih dengernya. Kemudian ku pernah pergi ke rumahnya untuk menariki uang buku. Benar saja, aku disuruh nunggu dan diajak ibunya mencari pinjaman uang dari satu tetangga ke tetangga lain. Mirisss
Ku akui keluargaku bukan orang kaya, tapi nyatanya banyak yg masih dibawahku.