Artikel dr majalah Discover thn 1986

Laki-laki adalah perempuan yg salah hormon.
0
Ryu Hasan @ryuhasan

Jadi gini... Di majalah Discover thn 1986 (kalo nggak salah ingat) ada artikel begini: “laki2 adalah perempuan yg "salah hormon".

20/10/2017 14:25:14 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Jadi gini... Di majalah Discover thn 1986 (kalo nggak salah ingat) ada artikel begini: “laki2 adalah perempuan yg "salah hormon".

20/10/2017 14:25:14 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Jadi, setiap bedes ini awalnya perempuan kemudian sebagian ada yg jadi laki2! Waktu itu saya sdh kuliah kedokteran, baca artikel ini kaget.

20/10/2017 14:28:51 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Setelah baca artikel ini, saya tanya dosen2 saya, lha kok ya hampir semua dokter waktu itu tidak tahu, padahal ini bukan pengetahuan yg baru

20/10/2017 14:37:45 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Mutasi genetik lah yg bertanggung jawab atas perubahan aktivitas hormon, yg berujung deferensiasi menjadi jantan dari yg awalnya betina.

20/10/2017 14:39:46 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Sudah banyak yg tahu kalau X dan Y dikenal sbg kromosom seks, dan kromosom ini lah yg menentukan jenis kelamin bedes

20/10/2017 14:48:02 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Tapi sebenernya ya tidak sesederhana bhw XY adalah laki2 dan XX adalah perempuan. Kesalahpahaman yg umum pada pengetahuan bedes jaman now.

20/10/2017 14:50:35 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Banyak seh sebenernya bedes yg tahu secara salah seputar kromosom X dan Y ini. Pelajaran di sekolah yg punya andil dlm kesalahpahaman ini.

20/10/2017 14:55:10 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Dari segi kemasannya, kromosom XY ini sangat berbeda dg kromosom2 bedes sapiens yg lain.

20/10/2017 14:57:21 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

XY ini bukan pasangan kromosom identik. Dibanding ukuran X, Y jauh lebih kecil seolah2 tambahan yg muncul mendadak krn tuntutan keadaan.

20/10/2017 15:01:05 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Tak banyak yg tahu bahwa munculnya jenis kelamin laki2 adalah akibat hadirnya kromosom 'pengganggu' Y yg merubah stabilitas hormonal.

20/10/2017 15:03:01 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Kromosom Y tidak sebanding dg X. Kromosom X jauh lebih perkasa dlm segala hal, akibatnya konflik antara X-Y adalah perkelahian tak seimbang.

20/10/2017 15:06:06 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Dan akhirnya kromosom Y selalu harus bersembunyi sambil membuang bagian2 yg tidak penting untuk fungsinya bila berhadapan dg X.

20/10/2017 15:07:06 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Artinya, secara genetik, bedes perempuan memang jauh lebih perkasa dari bedes laki2 dalam segala hal.

20/10/2017 15:08:11 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Sejarah terpojoknya kromosom Y yg kaing2 melawan kromosam X ini tercatat secara jelas dlm kitab genom setiap bedes sapiens.

20/10/2017 15:10:50 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Bagaimana ceritanya? Begini....

20/10/2017 15:12:27 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Dimasa lampau, leluhur kita beralih dari kebiasaan reptil yg menentukan jenis kelamin berdasar “temperatur telur” ke “penentuan scr genetik”

20/10/2017 15:13:43 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Manfaat evolusionernya ini adalah supaya tiap jenis kelamin jadi bisa mulai berlatih untuk tugas khususnya masing2 dalam pembuahan.

20/10/2017 15:16:07 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Pd bedes, gen penentu jenis kelamin menjadikan kita laki2, kalau gen ini tdk hadir kita tetap jadi perempuan. Pd bangsa burung kebalikannya.

20/10/2017 15:18:35 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Kehadiran gen 'pengganggu' itu segera menarik gen2 lain yg bermanfaat bagi sifat2 kelelakian mendekat, misal: gen utk otot yg lbh kekar.

20/10/2017 15:22:12 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Pada perempuan, gen2 sprt gen otot kekar ini tdk diperlukan krn hanya akan buang2 energi yg lbh baik digunakan utk membesarkan keturunan.

20/10/2017 15:23:55 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Gen2 sekunder spt ini lebih cocok dg jenis kelamin ttt dan tdk dg jenis kelamin lain. Gen2 sekunder kejantanan terkspresi oleh kromosom Y.

20/10/2017 15:30:38 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Hadirnya kromosom Y ini lah yg menarik gen2 yang lebih mengekspresikan apa yg sekarang ini kita ketahui sbg sifat2 maskulin.

20/10/2017 15:32:48 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Nah, 'gangguan' kromosom Y ini tdk selalu diikuti ‘maskulinisasi dan defeminisasi’ yg ekstrem, shg hasilnya adalah kelaki2an yg tdk seragam.

20/10/2017 15:36:58 WIB
Ryu Hasan @ryuhasan

Hal ini krn tertariknya gen2 sekunder sifat kelaki2an tdk selalu seragam. Akibatnya sifat2 maskulin individu bedes2 lakik kadarnya tdk sama.

20/10/2017 15:40:58 WIB
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!