1
Asep Supriatna @asepfakhri
01.lahir dan mati adalah sebuah keniscayaan dunia | pun demikian dengan sosok mulia Rasulullah Saw, ia alami jua layaknya kita
Asep Supriatna @asepfakhri
02.Allah Swt firmankan, “Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kpdku bahwasanya Tuhan kamu >>
Asep Supriatna @asepfakhri
03.>> adalah Tuhan Yg Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yg lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepada-Nya. >>
Asep Supriatna @asepfakhri
04.>> Dan kecelakaan yg besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya).” (QS. Fushilat: 6) | bukti bahwa Rasul jg manusia
Asep Supriatna @asepfakhri
05.Layaknya kita, beliau pun terlahir jg wafat| tak perintah u mnempatkan hari lahir/wafat sbg hari istimewa yg hrs diperingati.
Asep Supriatna @asepfakhri
06.Lalu hadirlah tradisi “positif” pengajian berisi tabligh akbar, shalawatan (baca shalawat), hingga dibacakan kitab Barzanji
Asep Supriatna @asepfakhri
07.Kitab yg berisikan sejarah hidup Nabi Saw karya Syaikh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim (w. 1766) | dlm bentuk puisi
Asep Supriatna @asepfakhri
08.Tak lain dan tak bukan serangkaian hal itu dilakukan tuk kenang dan ekspresikan cinta pada sosok mulia Sang Nabi
Asep Supriatna @asepfakhri
09.“Tdk dikatakan iman kalian, hingga kalian mencintai aku (Rosul) lebih dr keluarga, harta & seluruh ummat manusia.” (Mutafaqun 'Alaih)
Asep Supriatna @asepfakhri
10.Maka tradisi maulid Nabi pun terus diingat dan dikenang | semata tuk sesosok Muhammad Saw krn ia Nabi, manusia teladan & istimewa
Asep Supriatna @asepfakhri
11.kini peringatan pun terus dilanjutkan | namun sayang tak disertakan dg teladani segenap perjuangan Sang Nabi
Asep Supriatna @asepfakhri
12.padalah sejatinya, seluruh hidup beliau patut kita teladani | karena ia telah contohkan seluruh firman suci dlm kehidupan sehari-hari
Asep Supriatna @asepfakhri
13.“Sesungguhnya telah ada pd (diri) Rasulullah itu suri teladan yg baik bagimu (yaitu) bagi orang yg mengharap (rahmat) Allah >>
Asep Supriatna @asepfakhri
14.>> dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab: 21) | demikian Allah gambarkan pribadi Sang Nabi
Asep Supriatna @asepfakhri
15.Sayang seribu sayang, Sang Nabi hanya dikenang sebatas nama dan tanggal | tanba bekas dlm peri kehidupan bermasyarakat
Asep Supriatna @asepfakhri
16.Umat tetap saja tak contoh beliau dalam berekonomi | padahal Sang Nabi ajarkan bagaimana atur kehidupan ekonomi
Asep Supriatna @asepfakhri
17.Umat tetap atur negara dg sistem demokrasi | padahal Sang Nabi contohkan hanya dg sistem Islam dari Ilaahi
Asep Supriatna @asepfakhri
18.Umat tetap saja berfaham sekuler | padahal Sang Nabi wanti-wanti itu jauhkan kita dari kitab suci
Asep Supriatna @asepfakhri
19.Umat hanya taat pada Sang Nabi dlm masalah ibadah dan pernikahan | selebihnya Sang Nabi dilupakan dan diabaikan
Asep Supriatna @asepfakhri
20.Umat tetap kumandangkan shalawat atas nama Sang Nabi | tapi syariat Sang Nabi tetap saja jauh dari diterapkan dlm kehidupan
Asep Supriatna @asepfakhri
21.Umat pilih2 tuk taat | pdhl Allah bfirman, “apa y dberikan Rasul kpdmu maka terimalah dia. Dan apa y dilarangnya bg mu mk tinggalkanlah”
Asep Supriatna @asepfakhri
22.Allah jg firmankan, “Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah…” (TQS an-Nisa’ [4]: 64)
Asep Supriatna @asepfakhri
23.Andai Sang Nabi masih ada, tentu ia kan bersedih melihat umatnya kini | mengaku umatnya tapi tak mau ambil syariatnya
Asep Supriatna @asepfakhri
24.Berharap mendapat syafa’atnya di akhirat kelak | tapi enggan tuk tegakkan syariatnya dlm segala segi kehidupan
Asep Supriatna @asepfakhri
25.Sang Nabi pasti menangis, melihat umatnya kini | banyak tapi tak ubah bagai buih tanpa kekuatan dan tak punya arti
Load Remaining (15)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.