Peta Trump NGGAK PENTING, inilah YANG PENTING by @sahabatalaqsha

Chirpified
islam politics international politician
0
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
1. Bismillaah. No. It’s not the deal of this - or any other - century. Yang Donald Trump sebut 'a peace plan' dengan petanya itu sebenarnya nggak penting. It’s nothing new. It’s just another name for the same: the Zionist occupation. Tong kosong nyaring bunyinya.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
2. Kalau peta Trump nggak penting, yang mana yang penting? Ada di utas berikut. The Deal for Eternity. ‘Umar’s Deal. إِنْ شَاءَ اللّهُ
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
3. Hari ini, 4 Jumadil Akhir, 1425 tahun yang lalu, gemuruh derap kaki 4000 kuda perang pasukan Muslimin saat tiba di Bukit Zaitun, di timur Kota Bertembok Baitul Maqdis. Para penunggangnya: Mujahidin mulia yang sudah menjual diri dan harta mereka kepada Allah.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
4. Pemimpinnya, seorang lelaki tawadhu & pemberani yang SUDAH punya istana & istri di Surga. ‘Umar Ibnul Khattab - semoga Allah ridha kepadanya.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
5. Ketika ‘Umar tiba, pasukan pembebas Bumi Syam dan Baitul Maqdis sudah empat bulan mengepung kota suci yang orang sebut Jerusalem, namun Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam sebut sebagai Madinatul Muqaddasah atau Kota Baitul Maqdis di masa hidupnya itu.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
6. Angin, hujan dan salju tak menggentarkan para pejuang Allah itu.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
7. Pasukan pembebas Bumi Syam dan Baitul Maqdis, sesungguhnya sudah mulai dikirim oleh Khalifatur Rasul Abu Bakar Ash-Shiddiq pada 15 Rabi’ul Awwal 11 H, hanya tiga hari sesudah wafatnya Rasulullah ﷺ pada 12 Rabi’ul Awwal.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
8. Ketika itu, berangkatlah Usamah bin Zaid dengan 700 orang mujahid berkuda ke arah Yubna (kawasan pesisir dekat Asqalan & Ramlah di Palestina) dan Abel Zeit (dekat Mu’tah tempat ayahanda Usamah, Zaid bin Haritsah, gugur pada 8 H).
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
9. Serangan kilat pasukan Usamah menteror penjajah Romawi. Diriwayatkan bagaimana Usamah merangsek masuk ke dalam kawasan Romawi, membakar rumah dan kebun, lalu keluar lagi dan kembali ke Madinah.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
10. Demikian cepatnya serangan Usamah sehingga digambarkan “bahkan anjing pun tak sempat menggonggong.”
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
11. Heraklius si Kaisar berseru gusar kpd para pendeta & pembesar Romawi: “Ini yg selama ini kuperingatkan kpd kalian; bangsa Arab datang menempuh perjalanan sebulan, seketika meninggalkan bekas kpd kalian, lalu sedetik kmdn pergi tanpa ada yg terluka sdkt pun di antara mereka.”
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
12. Sesudah pengiriman pasukan Usamah, selama tahun 11 H hingga awal 12 H, Abu Bakar membereskan “urusan dalam negeri” dengan memerangi kabilah-kabilah Arab yang murtad.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
13. Sesudahnya, dikirimnya Khalid bin Walid ke Iraq. Dalam waktu kurang setahun, pasukan Khalid yang berjumlah 18 ribu orang berhasil memenangkan sedikitnya 15 pertempuran melawan angkatan bersenjata Persia yang berkekuatan sampai 200 ribu orang.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
14. Pada 30 Rabi’ul Awwal 12H, Abu Bakar mengadakan rapat penting bersama para panglima: persiapan pembebasan Asy-Syam dan Baitul Maqdis. Kabilah-kabilah di Jazirah Arab diajak ikut serta.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
15. Hanya 4 bulan persiapan, terbentuk 4 pasukan besar. Dipimpin panglima-panglima terbaik: Yazid bin Abi Sufyan, Syurahbil bin Hasanah, Amru bin Al-Ash, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Pada 23 Rajab 12 H, bergeraklah para Mujahid pembebasan Asy-Syam dan Baitul Maqdis.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
16. Pasukan Yazid menuju Balqa (timur Yordania kini). Pasukan Syurahbil bin Hasanah menuju Bushra (di selatan Suriah kini). Pasukan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah menuju Al-Jabiyyah di selatan Damaskus kini. Pasukan Amru bin Al-‘Ash bergerak menuju Baitul Maqdis melalui Ayla.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
17. Di tengah pertempuran melawan Persia di Iraq, datang perintah Abu Bakar kepada Khalid bin Al-Walid. “Bawa separuh pasukan menuju Asy-Syam. Bergegaslah. Sesungguhnya satu kota Asy-Syam lebih berharga bagiku daripada seluruh desa dan kota di Iraq.”
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
18. Khalid taat. Bergerak ke arah Bushra dan bergabung dengan pasukan Syurahbil bin Hasanah dan Abu Ubaidah. Pada 25 Rabi’ul Awwal 13 H, Bushra menjadi kota pertama di Asy-Syam yang Allah izinkan dibebaskan.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
19. Khalid dan Abu Ubaidah lalu bergerak ke Damaskus. Mengepung pangkalan militer terbesar Romawi. Syurahbil bertahan di Bushra, Amru masuk ke selatan Baitul Maqdis, dan Yazid berada di antara lokasi pasukan Amru dan Syurahbil.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
20. Setelah kekalahan di Bushra, Romawi memobilisasi pasukan besar dari Homs (Suriah kini) dan Yaffa (Palestina kini), bergerak menuju Ajnadin di Baitul Maqdis, sebelah barat daya Kota Baitul Maqdis (Jerusalem), 40 km dari Ramlah.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
21. Melihat pergerakan besar itu, pasukan Muslimin tidak tinggal diam. Khalid dan Abu Ubaidah meninggalkan pengepungan Damaskus, Syurahbil meninggalkan Bushra, bersama-sama Yazid dan Amru bergerak menuju Ajnadin.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
22. Sabtu, 27 Jumadil Ula tahun 13 H, pecah pertempuran besar pertama antara Muslimin dan penjajah Romawi di Baitul Maqdis. Kaum Muslimin yang hanya sekitar 30 ribuan memukul mundur Romawi yang berkekuatan 100 ribuan.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
23. Dari Ajnadin pasukan Muslimin kembali ke Damaskus melanjutkan pengepungan. Maka Heraklius mengirimkan sepuluh ribu pasukan menuju Marj As-Shafar, sekitar 20 km di selatan Damaskus.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
24. Khalid-pun bergerak, memukul kalah Romawi pada 17 Jumadil Akhir 13 H. Di sini, seperti di beberapa titik medan jihad Baitul Maqdis, perempuan-perempuan berani ikut serta. Istri Ikrimah bin Abu Jahal, Ummu Hakim, menggunakan tiang tenda & berhasil membunuh 7 serdadu Romawi.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha
25. Kemenangan di Marj As-Shafar menjadi penutup masa kekhalifahan Abu Bakar. Sang Ash-Shiddiq wafat 4 hari sesudahnya, pada 21 Jumadil Akhir 13 H. ‘Umar menggantikan menjadi Amirul Mu’minin, melanjutkan misi pembebasan Baitul Maqdis dan Syam.
Load Remaining (52)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.