Apa itu Feminisme?

Mencoba memahami teori feminis lebih dalam.
timur logika maskulin agama feminin barat sosial filosofi GENDER eksistensi
0
Galuh Yudha® @dialektikayudha
01. Feminisme adalah suatu ideologi yang berasal dari filsafat mengenai perbedaan gender, yakni feminin dan maskulin, yang disebabkan oleh konstruksi sosial. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
02. Feminisme bukan hanya pembelaan terhadap hak-hak perempuan, tetapi ia merupakan bentuk dari pemikiran suatu kelompok tertentu, seperti halnya filsafat Stoikisme, Epicureanisme, dan Neo-Platonisme yang pernah berkembang di Barat. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
03. Ini hanya sebuah perbandingan yang berarti saya tidak sepenuhnya anti-Barat, meskipun Barat hari ini sudah melupakan sejarah peradaban mereka sendiri, yaitu peradaban Yunani Kuno. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
04. Teori feminis berusaha mengkritik semua teori sosiologis yang pernah ada dan berusaha mengubahnya berdasarkan perspektif gender. Nilai-nilai universal mereka pertentangkan dan harus tunduk dalam bingkai kegenderan. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
05. Padahal tidak semua hal harus dilihat dari sudut pandang jenis kelamin tertentu, seperti yang kita lihat pada faktanya banyak pemimpin perusahaan tidak dilihat dari jenis kelaminnya tapi dari kinerjanya. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
06. Karena teori feminis menggunakan perspektif gender dalam setiap permasalahan, maka sudut pandang (worldview) Agama harus dikesampingkan. Sehingga tidak mengherankan jika pada kenyataannya sering berbenturan dengan agama. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
07. Sedikit bermain dengan istilah, Humanisme bukanlah paham yang hanya membela kemanusiaan, tetapi merupakan suatu ideologi yang menitikberatkan setiap permasalahan untuk kepentingan manusia semata. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
08. Meskipun pada kenyataannya masyarakat modern sering kali tertukar atau bahkan tidak memahami perbedaan kemanusiaan yang alami (humanity) dan aliran humanisme. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
09. Begitu pula dengan feminisme yang sering diartikan sebagai gerakan membela hak-hak perempuan saja. Padahal feminisme lebih dari sekadar pembelaan terhadap hak tersebut dan memiliki sejarah yang cukup panjang dalam perkembangannya. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
10. Feminis gelombang pertama diawali dengan Mary Wollstonecraft yang mempublikasikan ”A Vindication of the Rights of Women” pada tahun 1792. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
11. Pada gelombang pertama, para feminis hanya berfokus pada persamaan hak-hak politik dan ekonomi di dunia pekerjaan dimana pada saat itu perempuan tidak diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
12. Feminis gelombang kedua muncul sekitar tahun 1949 ditandai oleh publikasi Simone de Beauvoir dengan judul “The Second Sex”. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
13. Menurut feminis gelombang kedua, kesetaraan dalam hukum dan politik tidak cukup menghentikan penindasan terhadap kaum perempuan. Menurut mereka, penindasan terjadi karena setiap aspek di masyarakat, termasuk hukum adat dan agama. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
14. Feminis gelombang ketiga dimulai tahun 1980-an yang ingin mengidentifikasikan dirinya sendiri dan menuntut masyarakat agar menghormatinya. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
15. Mereka juga menginginkan hak terhadap tubuhnya sendiri dalam mengambil setiap keputusan tanpa ada intervensi pihak manapun, termasuk keluarga dan norma yang berlaku. Dari sinilah muncul istilah “my body, my rights”. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
16. Meskipun secara ontologi (metafisika), pernyataan tersebut sangat bermasalah. Perlu adanya introspeksi diri kembali mengenai eksistensi hidupnya. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
17. Kata “feminist” sendiri dipopulerkan oleh Charles Fourier di abad ke-19. Pada awal abad ke-20, istilah “feminism” digunakan di Eropa dan Amerika untuk menggambarkan suatu pergerakan perempuan yang menuntut kesetaraan gender. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
18. Berbeda dengan jenis kelamin biologis (sex) yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, gender ialah jenis kelamin sosial yang terdiri dari feminin dan maskulin. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
19. Sehingga dimungkinkan seorang perempuan bergender maskulin dan laki-laki bergender feminin. Oleh karena kerancuan gender inilah, homoseksual dianggap hal biasa. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
20. Buku yang ditulis oleh Rosemarie Putnam Tong berjudul “Feminist Thought” membuktikan bahwa teori feminis berusaha memodifikasi semua teori yang sudah ada sebelumnya. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
21. Secara umum, Feminisme Liberal memperjuangkan kebebasan untuk kepentingan perempuan berbasis gender. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
22. Feminisme Radikal berusaha mengubah tatanan hukum di suatu negara. Feminisme Marxis/ Sosialis berjuang di ranah ekonomi para pekerja. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
23. Feminisme Psikoanalisis berperan di bidang psikologi yang sebelumnya tidak tersentuh oleh aliran feminisme lain dalam aspek kejiwaan dan mentalitas. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
24. Sedikit tambahan dari saya pribadi melihat perkembangan feminisme belakangan ini, khususnya di Indonesia. Mulai muncul keinginan dari beberapa kalangan untuk menerjemahkan teks-teks agama berdasarkan perspektif gender. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Galuh Yudha® @dialektikayudha
25. Hal tersebut menyebabkan penafsiran teks agama menjadi sangat relatif karena dipandang hanya dari sudut pandang gender tertentu. Tentunya teori ini bisa menyebabkan kerancuan berpikir dalam beragama. #Filsafat #Sejarah #Feminis #Teori #Feminisme
Load Remaining (5)

Comment

Login and hide ads.
Login and hide ads.