"Darah muncrat dari mulutnya, dengan mata melolot menjelang ajal menjemput" #memetwit Santet Darah Terakhir

endingnya bikin bergidik
3

Cerita Ini merupakan sambungan dari cerita Sebelumnya, Baca Cerita Pertamanya Terlebih Dahulu, di link berikut ini.

Balung Kukang

Deva Shastravan @Dev4horor

Pernahkah terfikir cepatnya jari, saat mengetik message lalu menekan tombol send, hanya dengan satu jari. Terlihat sangat instan, bukan? Seinstan Dukun Teluh menggunakan Boneka, meniupnya sebagai metode untuk mengirim Santet. === DARAH TERAKHIR *Balung Kukang II* Deva & Diva pic.twitter.com/3oHOIGrl5b

14/01/2020 04:03:04 WIB
Expand pic
Deva Shastravan @Dev4horor

Kan kuceritakan kepadamu, sebuah kisah tentang Gadis Berusia 25 tahun, yang hidup dalam Keluarga Besar yang menganut Ilmu SANTET Tingkat tinggi. Nama lengkapnya adalah Aluna Rafa Handoyo, tetapi lebih di kenal dengan nama Luna Handoyo. ===

14/01/2020 04:12:09 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Di antara hingar bingar padatnya Kota dengan penduduk yang lalu lalang dalam kesibukannya masing-masing, seorang gadis muda sedang duduk sendiri di lantai dua sebuah Cafe dengan mata sayu, pandangannya hanya tertuju ke bawah di perempatan jalan besar yang penuh -

14/01/2020 08:24:02 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

dengan kendaraan, di seling pejalan kaki yang menyebrangi jalan. Sebuah sedan hitam memasuki parkiran di depan Caffe yang saat ini ia duduki. Pintu samping kemudi terbuka, keluar seorang gadis berambut hitam lurus dengan poni yang di tata menyamping ke kanan, mengenakan pakaian pic.twitter.com/Wpq5YThLtK

14/01/2020 08:44:35 WIB
Expand pic
Deva Shastravan @Dev4horor

bermotif batik keemasan bercorak, dengan tas coklat yang ia pakai, membuat Fanny menjadi sorotan banyak orang di luar dan dalam Cafe. "Udah lama nunggu yah, maaf tadi agak macet sedikit," kata Fanny lalu menarik kursi di depannya. "Aku juga belum lama sampai," -

14/01/2020 08:44:36 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Jawab Luna dengan senyum simpulnya. "Baguslah, kamu nampak terlihat bahagia sekarang. Aku sempat meragukan Dika, tapi rupanya kalian bisa memahami satu sama lain," lanjut Luna kali ini tanpa menoleh ke Fanny, matanya sibuk mengawasi lampu merah di sebelah barat yang hanya -

14/01/2020 08:46:46 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

berjarak 50 meter dari Cafe. "Apa Kamu jauh-jauh datang ke sini hanya untuk memberi ucapan selamat kepadaku, dan hanya menceritakan tentang persekongkolan para Kepala Keluarga dalam membantai seluruh Keluargaku?" kata Fanny sambil memandang wajah Luna di depannya.

14/01/2020 08:50:04 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Dari mata Luna tersimpan banyak misteri yang pernah Luna lihat dengan mata kepalanya sendiri. Bahkan saat ini wajah cantik Luna terlihat tanpa cahaya, sangat berbeda dengan wajahnya yang dulu. Seperti kebanyakan orang yang menyimpan Ilmu Santet, wajah Luna yang sekarang mulai -

14/01/2020 08:51:43 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

redup. Mungkin sekilas orang biasa akan melihat Luna dengan paras cantiknya berbeda dengan Fanny, terlihat wajah Luna mulai sedikit gelap dan nampak kotor. Hati kecilnya ingin sekali berkata kepada Luna untuk menyuruh melepas semua Ilmu terkutuk itu.

14/01/2020 08:54:26 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Apa Kamu berpikir untuk menyuruhku berhenti di tengah jalan yang baru saja kumulai, Fanny?" tanya Luna, seakan tahu apa yang terlintad di fikiran Fanny saat ini. "Meski kukatakan, Kamu tak akan berhenti dengan ambisimu sekarang," jawab Fanny.

14/01/2020 08:56:33 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Atau kalau tak kukatakan, Kamu sudah mengerti bahwa aku telah memaafkanmu. Berhentilah meminta maaf," lanjut Fanny. Luna tak menjawab kata-kata Fanny, ia menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. "Aku mencium bau kematian di sini," ujar Luna tanpa mempedulikan -

14/01/2020 09:00:12 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

perkataan Fanny. "Dari dulu kamu tak sedikit pun berubah," jawab Fanny, lalu menyeruput coklat panas pesanannya. "Kamu lihat perempuan yang memakai gaun berwarna cream yang sedang duduk bersama lelaki di meja no 14 itu?" tanya Luna. Fanny hanya memandang sebentar ke arah -

14/01/2020 09:01:58 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

meja no. 14, di mana ada dua pasangan yang sudah berumur. Mereka terlihat berdebat kecil lalu sang wanita berdiri dan menenteng tas kecilnya berjalan menuruni tangga. "Lihatlah ke arah perempatan sana," Kata Luna sambil mendongakkan dagunya pelan, mengambil sebatang rokok -

14/01/2020 09:03:49 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

dan menyulutnya. Tiba-tiba Luna mengarahkan tangannya ke perempatan jalan, jarinya membentuk simbol pistol, tak lupa ia hisap rokok di tangan kirinya. Setelah Itu ... "DOOR!" Suara itu keluar dari mulut Luna beserta asap rokok yang membentuk lingkaran kecil.

14/01/2020 09:05:50 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"BRAAAAKKK.. !!" Sebuah brio berwarna merah yang di kemudikan wanita yang tadi bersama lelaki di meja no. 14, di tabrak Truk Trailer bermuatan semen yang melaju cepat karena mengalami rem blong. Fanny nampak tercengang dengan kejadian yang baru saja di lihatnya. pic.twitter.com/Gz3KHJPep7

14/01/2020 09:12:23 WIB
Expand pic
Deva Shastravan @Dev4horor

"Apa itu Santet Lowo Ireng?" kata Fanny memandang Luna heran. Luna hanya menggelengkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Fanny. "Itu Santet Gagak Hitam dari Banyuwangi," kata Luna dengan muka datar. Luna lebih tahu tentang Ilmu itu karena ia berasal dari Kota -

14/01/2020 09:15:09 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

di ujung wetan pulau Jawa. "Sementara yang ini adalah BAMBU APUS!" lanjut Luna dengan gaya yang sama seperti tadi saat sebelum terjadinya kecelakaan. Tapi kali ini pistol tangannya di arahkan ke lelaki yang duduk di meja no. 14 yang tadi bersama wanita yang tertabrak.

14/01/2020 09:17:46 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"DOOR!" Suara itu kembali keluar dari mulut Luna. Seketika lelaki itu mengejang, hingga akhirnya jatuh tersungkur di lantai dengan badan yang masih kejang-kejang, darah menyembur dari mulutnya, lalu tubuh lelaki itu tak bergerak dan mati seketika.

14/01/2020 09:19:27 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Sontak para pengunjung Cafe berteriak-teriak histeris melihat lelaki itu mati secara mengenaskan, hanya Luna dan Fanny yang terlihat santai. "Bukan aku pelakunya. Aku sama sekali tak mengenal mereka," kata Luna menepis tatapan penuh curiga Fanny.

14/01/2020 09:22:13 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Mereka berdua saling bunuh dengan menyewa Dukun Santet, tentu saja tanpa sepengetahuan mereka masing-masing," lanjut Luna kali ini dengan nada lebih santai. "Sepertinya kita harus pindah tempat, setelah ini pasti akan banyak orang berdatangan kemari," kata Fanny.

14/01/2020 09:23:57 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Luna sangat paham dengan sifat Fanny yang tidak terlalu suka keramaian. "Kita pindah ke rumahku, itu pun kalau Kamu tak keberatan," lanjut Fanny. Dan tentu saja Luna tak masalah dengan ajakan Fanny. ===

14/01/2020 09:25:21 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

*Okey, waktunya kerja lagi, sampai jumpa malam nanti ya ... .

14/01/2020 09:26:52 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

@Diva11137346 === Hujan turun dengan derasnya, nampak Fanny dan Luna sedang berbincang serius. "Kamu sudah siap, menyaksikan kejadian yang menimpa Keluargamu?" kata Luna dengan wajah dingin menatap tajam Fanny. Fanny nampak berfikir sejenak, timbul keraguan di benaknya.

14/01/2020 20:42:49 WIB
Load Remaining (117)

Comment

No comments yet. Write yours!