"Aku baru saja membunuh ibu ku," #memetwit Balung Kukang, Kutukan Leluhur

gimana kelanjutannya? penasaran?
4
Deva Shastravan @Dev4horor

Sebuah kisah yang awalnya saya ragu, karena "Diva" sang pemilik cerita menuliskannya dengan banyak sekali kesalahan PUEBI-nya. Namun setelah saya membaca bagian awalnya, saya sadar ini sebuah cerita yang menarik, maka saya putuskan menjadikannya Thread di sini "BALUNG KUKANG" pic.twitter.com/djH1G1AqCx

11/01/2020 20:50:09 WIB
Expand pic
Deva Shastravan @Dev4horor

Setelah saya perbaiki, kini saya ceritakan ulang di sini === Gerimis masih setia membasahi kota yang di sebut oleh kebanyakan orang sebagai metropolitan. Samar-samar terdengar suara lirih, namun sangat jelas di balik pintu kamar rumah keluarga Sastrowardoyo. Gadis berusia 20

11/01/2020 20:56:05 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

tahun sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang, hanya mata dan gerakan bibir lemahnya yang berucap. "Nenek ... sakit .. sakit .. sakit .. Nek." Air matanya telah lama tumpah seiring dengan sakit yang dia rasakan. "Seng sabar yo, Nduk. Iki seng terakhir, mariki awak dewe bu-

11/01/2020 20:56:05 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

al, (yang sabar nak sebentar lagi kita berangkat)" suara wanita yang sedang duduk di samping gadis itu. Dengan tiada henti terus membelai kepala gadis yang terbaring di sampingnya, berharap dengan itu bisa membuat rasa sakit yang di derita cucu gadisnya sedikit reda. "Angel .."

11/01/2020 20:56:06 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

suara wanita itu terdengar pelan namun sangat jelas, berwibawa dan anggun. "Nggeh, Mbah, (iya mbah)" sahut gadis yang sedari tadi berdiri di ujung kamar dengan kepala menunduk. "Tolong celokno pak Priatno kongkon cepet merene, Nduk. (tolong panggil pak Priatno suruh kemari -

11/01/2020 20:58:26 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

dengan cepat)" Angel mengangguk membuka pintu kamar seraya menutupnya pelan. "Fanny.. " gumam Angel sambil terus berjalan menuruni anak tangga, dia harus segera menemui pak Priatno, Abdi Ndalem di rumah keluarga Sastrowardoyo.

11/01/2020 20:58:26 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

Mata Angel menatap sosok yang berdiri tegap sedang berbincang-bincang memberi arahan kepada dua pria di depannya. "Pak pri, di timbali Mbah, (pak Pri di panggil Mbah)" suara Angel membuat pria tua di depannya menoleh lalu membungkuk. "Injih, Mbak Angel," sahut pak Priatno -

11/01/2020 21:00:08 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

dengan mengangguk pelan. "Mbah onok nek kamare Fanny,(Mbah ada di kamar fanny)" lanjut Angel. Dengan tergopoh pak Priatno mamasuki rumah besa lalu menaiki tangga, menuju pintu sebelah kiri tangga, tepat dimana suara lirih Fanny berasal. Pak priatno segera mengetuk pintu pelan.

11/01/2020 21:01:01 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Tok.. tok.. tok.." "Ngapunten, Ibu, niki Kulo Priatno, (mohon maaf ini Saya Priatno)" suara pak priatno sopan. "Ndang Mlebu, Pri," sahut Mbah Sasmita dari dalam. "Fanny tambah parah iki, Pri, kudu cepet-cepet di gowo sak durunge kasep, (kondisi Fanny semakin parah harus cepat

11/01/2020 21:02:55 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

di bawa sebelum terlambat)" ucap Mbah Sasmita ketika melihat pak Priatno yang baru saja memasuki kamar Fanny. Pak Priatno memandang iba Fanny yang tubuhnya terbujur kaku di atas ranjang. Erangan berat suara Fanny membuat pak Priatno merasa seakan-akan sakit yang teramat sangat

11/01/2020 21:03:50 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

sedang menjalar di seluruh tubuh gadis belia itu. Gadis tak bersalah yang seharusnya menikmati masa-masa indah remajanya, harus menanggung sakit karena ulah manusia yang sirik dan gelap mata hatinya. "Awakmu wes oleh info soko keluargane pak Tolip nek Jowo? Opo ponakan'e sido

11/01/2020 21:07:40 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

merene dino iki ? (kamu sudah dapat info dari keluarga pak Tolip di Jawa. apa keponakannya jadi datang hari ini?)" suara Mbah Sasmita membuyarkan lamunan pak Priatno. "Sampun, Buk, tirose kalihan mbeto pedesan ten pasar besar langsung mampir ten nggeriyo mriki. jawab pak priatno

11/01/2020 21:07:41 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

dengan penuh hormat. "Kesuwen ! ndang kongkonen Suli nyosol nang pasar (terlalu lama. cepat suruh Suli cepat menjemput di pasar besar) awak dewe wes kepepet waktu, fanny kudu ndang di gowo nang Sendang Kamulyan." "Injih, Buk," sahut pak Priatno

11/01/2020 21:11:08 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Mbah, nopo Fanny mboten saget ketulung? (Nek, apa Fanny tidak bisa di selamatkan?)" tanya Angel yang baru saja memasuki kamar Fanny. Matanya telah sembab, jiwanya ikut terguncang mengingat satu persatu keluarganya mati secara beruntun. Di awali dengan kematian Ayahnya, lalu di

11/01/2020 21:15:37 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

susul mamanya, sehari setelah kematian ayahnya. Benar-benar di luar logika Angel. Lalu tiga hari kemudian di susul orang tua Fanny yang meninggal secara bersamaan dengan bunuh diri, ayah Fanny adalah adik kandung pak Efendi, ayah kandung Angel.

11/01/2020 21:19:17 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Seng sabar, Nduk. Mesti onok dalan Bengi iki awak dewe budal nang Sendang Kamulyan. (yang sabar, Nak. Malam ini kita berangkat ke Sendang Kamulyan)" mbah Sasmita menenangkan Fanny. Mata Angel mengamati sekujur tubuh Fanny yang membiru, darah kental berbau amis terus menerus -

11/01/2020 21:22:18 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

keluar dari lubang telinga, hidung dan mulutnya. Dokter sudah angkat tangan. Puluhan kali berpindah-pindah rumah sakit, bahkan penyakitnya pun tak dapat di Diagnosa. Secanggih apa pun peralatan Dokter, sehebat itu pula penyakit di dalam tubuh Fanny tak dapat di sembuhkan.

11/01/2020 21:26:42 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Fanny...!!" pekik Angel, air matanya tak dapat di bendung lagi demi melihat adik sepupunya yang terus menwrus mengerang itu. Kesakitan yang di derita selama tiga bulan ini. Mbah Sasmita Berdiri. lalu melangkah keluar kamar memangil mbak Wiwit, pembantu setianya.

11/01/2020 21:29:41 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

"Wit.. cepakno seng kate di gowo bengi iki budal nang Jowo, (Siapkan yang mesti dibawa malam ini ke Jawa)" Suara Mbah Sasmita yang pelan, tegas, namun begitu berkharisma membuat Mbak Wiwit tak berani menatap matanya. Bahkan Angel dan Fanny cucu kandungnya pun tiap berbicara tak

11/01/2020 21:32:22 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

pernah menatap Nenek mereka. "Injih, Buk," jawab mbak Wiwit yang langsung turun menyusuri tangga. Dia harus cepat menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa untuk bahan Ritual... termasuk Sesajen.

11/01/2020 21:34:35 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

=== 22:27 WIB Sebuah truck bermuatan cabai melaju cepat dan zigzag di tengah-tengah kepadatan kendaraan lain, lampu sein kanan truck terus berkedip dengan cepat. "Chiiiiiitt... chiiiiiitt.. cheeeesspp cheesssspp..." bunyi rem yang berdecit nyaring di selingi suara skep truck -

11/01/2020 21:37:44 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

yang khas meramaikan jalanan Kota Metropolitan. "Lek sampek telat awak'e ora sido oleh bonusan iki, Cuk,(Kalau sampai terlambat, bisa gagal dapat bonus nih, sial)" suara lantang pemuda di samping kiri kemudi truck membuyarkan kebisuan di antara mereka, jalanan yang hanya -

11/01/2020 21:41:43 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

berisikan suara knalpot yang saling bersahutan di malam hari. "Nyocot, Jancok ! (Ngoceh aja, sialan) suara makian kekesalan supir, yang sedari tadi matanya hanya fokus pada padat nya jalanan. "Dik, koen sido keri nek kene ta, ora melok balek Nang Malang? (Dik, kamu jadi tinggal

11/01/2020 21:46:30 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

di sini, gak ikut kembali ke Malang?) " tanya Rizki yang duduk di sebelah supir. "Iyo. Aku onok janji karo mantan juragane pakdheku, Riz, (Iya. Aku ada janji dengan mantan Bos Pamanku, Riz)" jawab Dika santai sambil mengepulkan asap rokok dari mulutnya. Truck pun melaju cepat -

11/01/2020 21:50:59 WIB
Deva Shastravan @Dev4horor

menyisakan bau asap knalpot dan suara deru turbo yang semakin Menjauh. === Truck sudah memasuki pasar dan siap bongkar muatan, omelan Juragan yang memaki-maki Dika dan Rizki seakan menjadi seni dari sebuah kehidupan yang keras ini. "Yo opo koen iki, rek. Wayahe jam 3 wes

11/01/2020 22:04:12 WIB
Load Remaining (257)

Comment

No comments yet. Write yours!