Heboh Fenomena Keraton Sejagat di Purworejo, Klaim diri Sebagai Penerus Keraton Majapahit. Bangkitnya Rasa Penasaran pada Teka Teki Hilangnya Keraton Majapahit di Indonesia

jadi, keraton majapahit itu luas kekuasaannya sampai mana?
keraton majapahit keraton sejagat STUDY purworejo sejarah
3
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Teka-Teki Keraton Majapahit Penjelasan Prapanca mulai dari halaman-halaman yang ada di dalam keraton, nama-nama tempat penting, jalan-jalan penghubung, makam-makam pembesar dan pemuka agama, barak dan alun-alun, hingga gerbang-gerbang utama- pic.twitter.com/oQBFJ671bO
Expand pic
Yang Terlupakan @denisha_tralala
(Gambar panggung/menara dijaman Kerajaan Majapahit. Foto: Virtual Museum/Heuristplus Sydney)
Yang Terlupakan @denisha_tralala
dan kandang gajah cocok dengan penelusuran Vistarini (1930), peta Maclaine Pont (1926), dan denah Stutterheim (1948). Namun itu hanya mengungkap sekitar 40% dari keseluruhan wilayah Keraton Majapahit.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Lebih dari seratus tahun, arkeolog berusaha memecahkan teka-teki tempat keberadaan Keraton Majapahit. Umumnya mereka mengetahui lokasinya berada di Trowulan, sebuah desa berjarak sekitar 50 km, sebelah barat daya Surabaya.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Sayangnya, hingga saat ini yang tertinggal di daerah itu hanyalah reruntuhan batu-bata bekas bangunan dan jalan. Bekas-bekas penggalian lama dari para pemburu harta karun dan peninggalan sejarah semasa kolonial juga terlihat di sana.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Amrit Gomperts, peneliti independen studi Jawa Kuno dan Sansekerta asal Belanda, memperkirakan bahwa lebih dari lima juta meter kubik tanah beserta segala isinya telah lenyap dari situs Trowulan sejak 1816.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Akibat keserakahan para pemburu harta & pusaka zaman kolonial, pngetahuan tentang dmn lokasi sesungguhnya keraton Majapahit sprti hilang ditelan zaman. Tahun 1941, Kepala Badan Arkeologi Hindia Belanda Willem Frederik Stutterheim (1892-1942) -
Yang Terlupakan @denisha_tralala
berhasil membuat denah rinci rekonstruksi Keraton Majapahit.  Tetapi dalam catatan monografnya dia sama sekali tidak memberitahukan di mana lokasi tepatnya.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Teka-teki inilah yang membuat tiga orang peneliti, pada 2008, berkolaborasi untuk menemukan  lokasi Keraton Majapahit berdasarkan denah Stutterheim dengan dibantu berbagai sarana pelacakan terkini.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Mereka adalah Amrit Gomperts seorang peneliti manuskrip kuno, Arnoud Haag yang ahli di bidang hidrologi dan irigasi, serta sejarawan Peter Carey.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Penelusuran Diam-diam Stutterheim tidak sempat menyaksikan hasil penelitiannya dipublikasikan. Dia meninggal 1942 karena pendarahan pembuluh darah di kepala. Catatan penelitiannya sendiri baru dipublikasikan pada 1948, kendati penelitian itu sebenarnya sudah selesai pada 1941.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Rekonstruksi Stutterheim dia dasari dari terjemahan dan interpretasi dia terhadap deskripsi yang ditulis oleh Prapanca dalam Negarakretagama. Stutterheim menggabungkan interpretasi itu dengan pengetahuan dia yang luas tentang arsitektur keraton Jawa dan Bali.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Dia berargumen bahwa rancangan Keraton Yogyakarta dan Puri Klungkung berasal dari Keraton Majapahit. Tetapi dalam paparannya dia tidak mau mengungkap dengan detil lokasi dia melakukan penelusuran dan perbandingan jejak arsitekturnya.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Entah alasan apa yang membuat dia tidak mengungkap penelusurannya. Yang pasti Stutterheim sebenarnya mendasarkan dirinya pada penjelasan Prapanca, tetapi dia menolak untuk mengungkapkan berbagai sumber lain yang dia sertakan untuk menguatkan argumentasinya.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Harus dicatat bahwa pada saat Stutterheim melakukan penelitian, Belanda sedang dibayangi ancaman invasi dari Jepang yang sedang meluaskan kekuatannya di Asia Pasifik.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Tingginya tekanan akibat perang telik sandi antar pemerintah Hindia Belanda dan agen-agen dari berbagai pihak yang saling berkepentingan di Hindia Belanda membuat Stutterheim  menyembunyikan penelusurannya
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Catatan Prapanca Menggantikan bapaknya sebagai menteri urusan agama (Buddha), Prapanca relatif hanya sebentar saja mendampingi Hayam Wuruk dalam perjalanan legendarisnya yang tecatat dalam kitab Desawarnana. Antara September hingga Oktober 1359 perjalanan itu berlangsung.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Walaupun begitu, catatan Prapanca baru selesai ditulis di atas bilah-bilah lontar pada Selasa, 30 September 1365. Hingga hari ini, catatan Prapanca adalah temuan hagiografis paling penting yang menggambarkan Jawa di abad pertengahan.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Catatan Prapanca juga dikenal dengan nama Negarakretagama yang bisa diartikan sebagai catatan-catatan tentang pengaturan negara di masa lampau. Dalam penyusunannya Prapanca menggambarkan dengan cukup rinci  denah istana kerajaan dan kotaraja Majapahit.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Gambaran Prapanca adalah pijakan bagi arkeolog-arkeolog modern dari zaman Hindia Belanda, Kerajaan Inggris, hingga peneliti-peneliti Republik Indonesia yang ingin mengungkapkan seperti apa sesungguhnya wajah kerajaan Jawa yang misterius itu.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Kesaksian Ma Huan Stutterheim pada 1932 menulis tentang naskah kesaksian Ma Huan sebagai dasar penyelidikan yang dia lakukan. Ma Huan adalah tukang catat laksamana Cheng Ho yang melakukan ekspedisi ke berbagai bandar-bandar perdagangan dunia antara 1405 hingga 1433.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Salah satu tempat yang dia singgahi adalah wilayah pesisir pulau Jawa. Dalam catatan yang diterbitkan pada 1451, Ma Huan menulis bahwa empat bandar besar pesisir Pulau Jawa yakni, Tuban, Gresik, Surabaya, dan Majapahit adalah kota-kota yang tidak mempunyai pagar keliling.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Istana kerajaan, atau kotaraja dalam catatan Ma Huan memiliki tembok setinggi tiga chang atau tiga tombak. Kurang lebih 9,4 meter untuk ukuran sekarang. Sedangkan kelilingnya kira-kira lebih dari 200 paces atau lebih dari 310 meter.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Di dalamnya terdapat dua lapis pintu gerbang. Pintu gerbang pertama adl pintu gerbang masuk ke lingkungan keraton. Sedangkan pintu gerbang yang kedua adalah pintu gerbang pribadi raja dan kerabat terdekat.  Penjagaan kraton sangat ketat dan berlapis.
Yang Terlupakan @denisha_tralala
Sedangkan kondisi kraton terlihat bersih dan rapi. Penjagaan kraton sangat ketat dan berlapis. Sedangkan kondisi kraton terlihat bersih dan rapi.
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.