Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Fakta Homoseksual di Indonesia, Tercatat Sejak Tahun 1545

bacanya pelan-pelan aja
0
tirtoid @TirtoID

Snouck Hurgronje membenahi kebijakan monolitik pemerintah kolonial terhadap umat Islam. Baginya, yang perlu dijinakkan adalah Islam sebagai aspirasi politik. tirto.id/cMYw pic.twitter.com/jWSnXPaDph

26/06/2018 16:00:00 WIB
Expand pic
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

Sejarah Homoseksual di Nusantara Gambaran homoseksual sudah terekam jelas di Nusantara, setidaknya tercatat sejak tahun 1545. Tulisan ini hanya bercerita kondisi masyarakat Indonesia kala itu. Bukan untuk menghakimi orientasi seksual seseorang 📸 The British Museum pic.twitter.com/mQSTsEL7hI

09/01/2020 20:48:50 WIB
Expand pic
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

1. Berdasarkan catatan Snouck Hurgronje pada tahun 1892 dalam Atjeh Verslag, ia menyebutkan bahwa kaum pria Aceh kala itu sangat menggemari budak-budak asal Nias dan anak-anak Aceh yang tergolong miskin dan berparas tampan, kerap diculik untuk dilatih menjadi penari Rateb Seudati

09/01/2020 20:48:50 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

2. Pertunjukan Rateb ini dilakukan sekelompok orang yang terdiri dari 15 sampai 20 orang, bercorak erotik, terkadang berunsur homoseksualitas. Para penari ini selain sebagai pekerja seni, juga dijadikan sebagai objek hubungan seksual antar pria dewasa dengan anak laki-laki.

09/01/2020 20:48:51 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

3. Rupanya jauh sebelum itu berdasarkan catatan Antonio De Paiva, seorang pedagang Portugis pada 1545, menggambarkan hubungan homoseksual di kalangan Bissu (Pendeta) yang kerap ia jumpai di Celebes (Sulawesi), Borneo (Kalimantan), Bali dan Jawa.

09/01/2020 20:48:51 WIB
padiwig @padiwig

@mazzini_giusepe Klu patokannya Snouck Hurgronje,Krn dia dipakai sebagai senjata menghancurkan Islam di Indonesia. Apalagi dlm misi di Aceh dia berpura pura menjadi ulama,ini yg tdk bs dijadiakan sandaran.

09/01/2020 20:58:08 WIB
Viktor @Viktornarchen2

@padiwig @mazzini_giusepe tapi toh di Ottoman Turki juga mirip seperti itu dimana para pembesar mengadopsi slave yg dianggap berparas baik dan menjadikannya pekerja seni tari berbau erotis sama seperti di Aceh

09/01/2020 21:18:45 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

4. Sementara laporan dari Dr. Julius Jacobs, yang kala itu menjabat sebagai pejabat kesehatan di wilayah Banyuwangi pada tahun 1983, terdapat penari Gandrung, yang dipentaskan oleh anak-anak lelaki berusia 10 sampai 12 tahun berpakaian perempuan.

09/01/2020 21:19:57 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

5. Anak-anak lelaki penari Gandrung dengan genit menari dihadapan para lelaki dewasa. Lelaki itu memberi uang saweran kepada anak-anak penari sambil menciumi, memeluk dan ikut menari bersama mereka. Melakukan hubungan seks sesama jenis di depan publik kala itu dianggap lumrah.

09/01/2020 21:19:58 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

6. Awal abad ke-20, di Sumatera Timur, para pekerja perkebunan yang bekerja di Deli Maatschappij dapat berhubungan seks sesama jenis secara bebas. Terdapat 62.000 orang pegawai, umumnya mereka lebih menyukai sesama jenis, terlebih terlebih terhadap anak-anak.

09/01/2020 21:19:58 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

7. Peristiwa pembunuhan akibat kecemburuan percintaan sesama jenis juga kerap terjadi di perkebunan Deli Maatschappij. Seolah menjadi hal lumrah, respon orang sekitar juga biasa saja. Karena hubungan itu kerap berlangsung didepan mata banyak orang.

09/01/2020 21:19:59 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

8. Berkaitan dengan homoseksualitas di perkebunan itu, Koorman, seorang mantan Residen Pantai Timur Sumatera pada tahun 1903 menuliskan, "Homoseksual biasa terjadi diantara orang peranakan China di pemukiman yang sedikit perempuannya"

09/01/2020 21:37:30 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

9. Awal tahun 1939, di Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda) terjadi kehebohan yang menyangkut skandal seks sesama jenis yang melibatkan orang penting Volksraad. Hal tersebut diungkapkan oleh M.H. Thamrin, ia menyoroti praktek homoseksual pejabat Volksraad.

09/01/2020 21:37:30 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

10. Masih di tahun yang sama, Pemerintah Hindia Belanda juga menuduh sejumlah orang terpandang dari kalangan Eropa, seperti Walter Spies, Roelof Goris dan Herman Noosten terlibat hubungan sesama jenis.

09/01/2020 21:37:31 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

11. Sementara itu dari buku catatan pribadi seorang Priyai bernama Soetjipto yang menuturkan pengalamannya dalam kurun waktu 1919-1927 yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional. Soetjipto menceritakan kisah cintanya dengan seorang pria pribumi yang berprofesi sebagai dokter

09/01/2020 22:01:41 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

12. Catatan pribadi Soetjipto ditemukan di tumpukan koleksi seorang peneliti Hans Overbeck yang tak lain adalah sahabat Soetjipto. Ada spekulasi yang mengatakan Hans dan Soetjipto ialah sepasang kekasih, bukan sekedar sahabat biasa.

09/01/2020 22:01:42 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

13. Spekulasi hubungan spesial antara Hans dan Soetjipto tersebut berdasarkan tulisan sang Priyai yang menuturkan kisah cintanya dengan seorang pria Eropa yang baik hati dan selalu mendukungnya dalam situasi sulit.

09/01/2020 22:01:42 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

14. Soetjipto menggambarkan orientasi seksual dirinya sebagai orang yang menyukai perempuan sekaligus lelaki. Soetjipto juga mengatakan, ia melakukan hubungan seks sesama lelaki terkadang hanya demi uang, tetapi dirinya juga menyukai wanita.

09/01/2020 22:01:42 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

15. Berdasarkan ulasan ini, diketahui bahwa homoseksualitas yang selama ini selalu dikaitkan akibat pengaruh dari budaya luar, tidaklah tepat. Jauh sebelumnya, fakta ini telah ada di Nusantara ratusan tahun silam.

09/01/2020 22:01:43 WIB
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

Sumber Buku : Bukan Tabu di Nusantara Karya : Achmad Sunjayadi Penerbit : @BukuKOMPAS Tahun : 2018 pic.twitter.com/bf08FS43UN

09/01/2020 22:01:48 WIB
Expand pic
Muzlusmoothi @muzlusmoothi

Foto The Warren Cup ini saya pakai sebagai thumbnail untuk ilustrasi homoseksual aja ya. Warren Cup ini dari zaman romawi kuno, bukan dari Nusantara. Kini menjadi koleksi The British Museum. pic.twitter.com/kRP7tFZfjs

09/01/2020 22:07:38 WIB
Expand pic
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!