Created on App

HABIB ALI KWITANG MENDEKLARASIKAN DIRI JADI NAHDLIYIN, RATUSAN ULAMA MASUK NU by @meyysi

Sejarah berdirinya NU di Betawi
1
armey @meyysi

Nahdliyin | Apapun yang terjadi di hidupmu Biarkan dan bahagialah dengan caramu| Belajar sabar 🙄 #rotiphoenix

youtu.be/3zizRf_Cm5k
armey @meyysi
HABIB ALI KWITANG DEKLARASIKAN DIRI JADI NAHDLIYIN, RATUSAN ULAMA MASUK NU Salah satu ulama termasyhur di Jakarta yakni Habib Ali Kwitang.Ia merupakan habib yang baik dan berakhlak mulia. Terkait sosok Habib Ali Kwitang, Kolektor arsip Habib Ali Kwitang, Anto Jibril mengatakan, pic.twitter.com/Vy9nfbcE7d
Expand pic
armey @meyysi
Habib Ali Kwitang yang bernama Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi pernah mendapatkan surat dari ulama-ulama di Jawa ketika Nahdlatul Ulama (NU) dilahirkan pada 1926. “Lalu Habib Ali Kwitang ditanya bagaimana sikapnya tentang NU. Habib Ali Kwitang kemudian mengundang
armey @meyysi
salah seorang muridnya, KH Ahmad Marzuki bin Mirshod, untuk menyelediki seluk-beluk NU,” cerita Anto Jibril, dikutip dari Okezone, Rabu, 8 Januari 2020. Anto melanjutkan, Habib Ali Kwitang lalu mengutus Kiai Marzuki untuk datang ke tempat Hadratussyekh Hasyim Asy’ari
armey @meyysi
untuk mencatat apapun yang dilihatnya di sana. “Ketika sampai di sana, Kiai Marzuki kemudian meminta satu hal kepada Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Yaitu agar jilbab yang dipakai perempuan NU dibenarkan.
armey @meyysi
Jika itu dilakukan, Kiai Marzuki yakin NU akan bisa masuk ke tanah Batavia,” ujarnya. Dilansir dari situs resmi NU Online, setahun kemudian Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim datang ke Batavia. Mereka ingin agar NU didirikan di sana.
armey @meyysi
Orang yang pertama kali ditemui Wahid Hasyim dan Hadratussyekh Hasyim ketika sampai di Batavia yakni Habib Ali Kwitang. “Setelah itu tahun 1928, NU dibentuk di Batavia. Habib Ali Kwitang memberikan izin pendirian waktu itu. Lagi-lagi Habib Ali Kwitang masih memegang fatwa
armey @meyysi
Habib Utsman bin Yahya. Jadi jangan dimasukkan namanya (Habib Ali Kwitang di jajaran pengurus NU),” kata Anto. Menurutnya, orang-orang di Batavia kurang tertarik masuk NU karena tidak ada nama Habib Ali Kwitang di sana. Kemudian Kiai Marzuki ‘menegur’ Habib Ali Kwitang karena
armey @meyysi
dulu ia yang memintanya untuk mendirikan NU di Batavia, namun ternyata setelah berdiri Habib Ali Kwitang malah tidak bersedia bergabung. “Sampai pada akhirnya Habib Ali Kwitang memproklamirkan dirinya jadi warga Nahdliyin dengan masuk NU. Ini jarang yang mengungkapkan,
armey @meyysi
padahal ini dipublikasikan di koran-koran zaman dulu. Salah satu korannya berbahasa Belanda, koran Het Nieuws van den Dag (terbit) tanggal 20 Maret 1933,” ujarnya. Singkat cerita, Habib Ali Kwitang mendeklarasikan dirinya menjadi Nahdliyin pada 1933,
armey @meyysi
atau setahun sebelum wafatnya Kiai Marzuki. Kemudian diadakan Kongres NU di daerah Kramat, Batavia. KH Abdul Wahab Chasbullah yang bertugas memimpin jalannya kongres tersebut. Setelah Habib Ali Kwitang mendeklarasikan diri menjadi Nahdliyin,
armey @meyysi
ada sekitar 800 ulama yang saat itu siap masuk NU. “Dan kurang lebih seribu, disebutkan di koran itu, siap masuk pula menjadi warga Nahdlatul Ulama. Pertama Habib Salim bin Jindan,” ujar Anto. “Di koran Belanda itu, pada saat itu Habib Salim bin Jindan mengkritik NU.
armey @meyysi
Namun kemudian, Habib Ali Kwitang menenangkannya,” sambungnya. Kemudian, kata Anto, Habib Ali Kwitang mendeklarasikan dirinya sebagai Nahdliyin. Setelah mendengar ‘pengakuan Habib Ali Kwitang’, peserta yang hadir berdiri dan bertepuk tangan bersama.
armey @meyysi
KH Abdullah Wahab Chasbullah juga senang dengan sikap yang ditunjukkan Habib Ali Kwitang tersebut. Sumber : Peci Hitam.org

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.