Created on App

SEJARAH HOMOSEKSUAL DI NUSANTARA by @mazzini_giusepe

Chirpified
1
Salih @salihofc
Sejarah Homoseksual di Nusantara Gambaran homoseksual sudah terekam jelas di Nusantara, setidaknya tercatat sejak tahun 1545. Tulisan ini hanya bercerita kondisi masyarakat Indonesia kala itu. Bukan untuk menghakimi orientasi seksual seseorang 📸 The British Museum pic.twitter.com/mQSTsEL7hI
Expand pic
Salih @salihofc
1. Berdasarkan catatan Snouck Hurgronje pada tahun 1892 dalam Atjeh Verslag, ia menyebutkan bahwa kaum pria Aceh kala itu sangat menggemari budak-budak asal Nias dan anak-anak Aceh yang tergolong miskin dan berparas tampan, kerap diculik untuk dilatih menjadi penari Rateb Seudati
Salih @salihofc
2. Pertunjukan Rateb ini dilakukan sekelompok orang yang terdiri dari 15 sampai 20 orang, bercorak erotik, terkadang berunsur homoseksualitas. Para penari ini selain sebagai pekerja seni, juga dijadikan sebagai objek hubungan seksual antar pria dewasa dengan anak laki-laki.
Salih @salihofc
3. Rupanya jauh sebelum itu berdasarkan catatan Antonio De Paiva, seorang pedagang Portugis pada 1545, menggambarkan hubungan homoseksual di kalangan Bissu (Pendeta) yang kerap ia jumpai di Celebes (Sulawesi), Borneo (Kalimantan), Bali dan Jawa.
Salih @salihofc
4. Sementara laporan dari Dr. Julius Jacobs, yang kala itu menjabat sebagai pejabat kesehatan di wilayah Banyuwangi pada tahun 1983, terdapat penari Gandrung, yang dipentaskan oleh anak-anak lelaki berusia 10 sampai 12 tahun berpakaian perempuan.
Salih @salihofc
5. Anak-anak lelaki penari Gandrung dengan genit menari dihadapan para lelaki dewasa. Lelaki itu memberi uang saweran kepada anak-anak penari sambil menciumi, memeluk dan ikut menari bersama mereka. Melakukan hubungan seks sesama jenis di depan publik kala itu dianggap lumrah.
Salih @salihofc
6. Awal abad ke-20, di Sumatera Timur, para pekerja perkebunan yang bekerja di Deli Maatschappij dapat berhubungan seks sesama jenis secara bebas. Terdapat 62.000 orang pegawai, umumnya mereka lebih menyukai sesama jenis, terlebih terlebih terhadap anak-anak.
Salih @salihofc
7. Peristiwa pembunuhan akibat kecemburuan percintaan sesama jenis juga kerap terjadi di perkebunan Deli Maatschappij. Seolah menjadi hal lumrah, respon orang sekitar juga biasa saja. Karena hubungan itu kerap berlangsung didepan mata banyak orang.
Salih @salihofc
8. Berkaitan dengan homoseksualitas di perkebunan itu, Koorman, seorang mantan Residen Pantai Timur Sumatera pada tahun 1903 menuliskan, "Homoseksual biasa terjadi diantara orang peranakan China di pemukiman yang sedikit perempuannya"
Salih @salihofc
9. Awal tahun 1939, di Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda) terjadi kehebohan yang menyangkut skandal seks sesama jenis yang melibatkan orang penting Volksraad. Hal tersebut diungkapkan oleh M.H. Thamrin, ia menyoroti praktek homoseksual pejabat Volksraad.
Salih @salihofc
10. Masih di tahun yang sama, Pemerintah Hindia Belanda juga menuduh sejumlah orang terpandang dari kalangan Eropa, seperti Walter Spies, Roelof Goris dan Herman Noosten terlibat hubungan sesama jenis.
Salih @salihofc
11. Sementara itu dari buku catatan pribadi seorang Priyai bernama Soetjipto yang menuturkan pengalamannya dalam kurun waktu 1919-1927 yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional. Soetjipto menceritakan kisah cintanya dengan seorang pria pribumi yang berprofesi sebagai dokter
Salih @salihofc
12. Catatan pribadi Soetjipto ditemukan di tumpukan koleksi seorang peneliti Hans Overbeck yang tak lain adalah sahabat Soetjipto. Ada spekulasi yang mengatakan Hans dan Soetjipto ialah sepasang kekasih, bukan sekedar sahabat biasa.
Salih @salihofc
13. Spekulasi hubungan spesial antara Hans dan Soetjipto tersebut berdasarkan tulisan sang Priyai yang menuturkan kisah cintanya dengan seorang pria Eropa yang baik hati dan selalu mendukungnya dalam situasi sulit.
Salih @salihofc
14. Soetjipto menggambarkan orientasi seksual dirinya sebagai orang yang menyukai perempuan sekaligus lelaki. Soetjipto juga mengatakan, ia melakukan hubungan seks sesama lelaki terkadang hanya demi uang, tetapi dirinya juga menyukai wanita.
Salih @salihofc
15. Berdasarkan ulasan ini, diketahui bahwa homoseksualitas yang selama ini selalu dikaitkan akibat pengaruh dari budaya luar, tidaklah tepat. Jauh sebelumnya, fakta ini telah ada di Nusantara ratusan tahun silam.
Salih @salihofc
Sumber Buku : Bukan Tabu di Nusantara Karya : Achmad Sunjayadi Penerbit : @BukuKOMPAS Tahun : 2018 pic.twitter.com/bf08FS43UN
Expand pic
Salih @salihofc
Foto The Warren Cup ini saya pakai sebagai thumbnail untuk ilustrasi homoseksual aja ya. Warren Cup ini dari zaman romawi kuno, bukan dari Nusantara. Kini menjadi koleksi The British Museum. pic.twitter.com/kRP7tFZfjs
Expand pic
Salih @salihofc
Untuk komplain soal catatan perilaku homoseksual di Aceh karena bersumber dari Snouck Hurgronje, silahkan aja, saya hanya tulis dari sumber buku di atas. Selain itu, utas ini gak hanya bahas Aceh aja, tapi juga beberapa wilayah. Mungkin bisa baca ini. m.republika.co.id/berita/kolom/w…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.