"Rohis macam apa ini? Padahal aku duluan gak jilbabab dan ikut rohis" Heboh Siswi Diteror Rohis Paksa Pake Jilbab di SMA N 1 Gemolong Sragen

Bibit-bibit intoleransi
0

Seorang wali murid di SMAN 1 Gemolong mengaku resah karena putrinya mendapat teror dari kelompok rohani islam (Rohis) sekolah setempat karena tidak mengenakan jilbab.

Dinda Adinda @salahsambungya

Mohon maaf, Mengapa rohis di SMA Negeri Sragen tak ubahnya preman? Masa neror siswi lain yang gak jilbaban sih? Kok seakan-akan jadi polisi moral? teras.id/news/pat-23/20…

08/01/2020 19:43:02 WIB

Wali murid bernama Agung Purnomo (46), warga Doyong, Miri, Sragen itu pun bahkan langsung melabrak ke sekolah karena tidak terima putrinya terus menerus diteror hanya karena tidak memakai jilbab.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Selasa (7/1/2020), Agung mengatakan putrinya berinisial Z, saat ini duduk di bangku kelas I. Kejadian itu bermula ketika beberapa waktu lalu, putrinya mendadak menerima pesan spam (pesan tanpa ada pengirim) bernada keagamaan yang masuk ke WA.

Awalnya ia mengira itu hal biasa. Namun lama-kelamaan, berondongan pesan spam itu makin gencar dan bahasanya mulai setengah menjurus pemaksaan soal jilbab.

“Kebetulan putri saya kan nggak pakai jilbab. Nah ada teman-teman yang tergabung dalam Rohis sekolah itu yang melalui spam mengirim pesan-pesan ke anak saya. Awalnya saya anggap hal biasa. Tapi lama-lama kok menjurus keras, pemaksaan dan ada ancaman juga karena anak saya nggak pakai jilbab. Akhirnya kemarin saya berinisiatif tabayun klarifikasi ke pihak sekolah, dinas dan Rohis sekolah,” papar Agung.

Agung menguraikan dirinya mulai tergerak untuk bertindak karena makin hari, pesan yang dikirim sudah semakin keras.

Salah satunya, ada pesan WA yang bernada malah menghujat dirinya sebagau orangtua dianggap tidak tahu aturan dan tidak paham dalil agama Islam.

“Awalnya saya maklumi mungkin ini dinamika anak-anak dalam masa tumbuh kembang dan mencari karakter, tapi makin ke sini seperti menjurus keras,” terang Agung.

Ia menguraikan karena resah, putrinya sempat memblok WA spam dari Rohis yang mengirim pesan itu. Namun karena makin berlebihan, ia pun tak bisa membiarkan.

“Sempat saya ajak ketemu untuk ngobrol. Kalau saya ada salah atau dikritik, saya welcome kok. Tapi dijaeab gak mau ketemu, malah WA-nya nggo opo ketemu karo wong tuwo ora mudeng dalil agama tiwasan debat kusir. Akhirnya saya minta anak saya scrennshoot semua pesan itu dan saya bawa ke sekolah,” terangnya.

Agung menyampaikan saat di sekolah, dirinya ditemui Kepala Sekolah, Suparno, pengurus Rohis, Kepala Disdikbud Sragen dan Kepala Cabang Disdikbud Jateng Wilayah VI, Eris Yunianto.

Menurutnya dalam pertemuan itu, pihak Kasek mengakui kecolongan dan pihak Rohis mengakui bahwa memang mengirim pesan-pesan itu ke putrinya.

Ia hanya berharap kasus ini menjadi perhatian semua pihak agar bibit-bibit intoleransi dan subyektivitas keyakinan sampai meneror itu dikaji ulang bahkan dihentikan.

“Saya hanya khawatir, kalau sudah tertanamkan intoleransi dari kecil, nanti kita yang akan kecolongan sendiri. Kita itu Bhineka Tunggal Ika, perbedaan itu berkah dari Gusti Allah, jangan dijadikan penyebab jadi pecah dan kemudian bisa memaksa orang untuk sama. Saya juga sampaikan ke Rohis, jangan berfikir bahwa jika sudah kerudungan lalu, anak saya disoroti karena tidak kerudungan. Jangan karena tidak pakai kerudung amalan selamanya dianggap tidak lebih baik daripada yang pakai kerudung. Subyektivitas-subyektivitas seperti itu yang ingin kita jelaskan. Kita itu hidup di NKRI,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto mengaku sudah menerima laporan itu dan bahkan juga hadir di pertemuan klarifikasi di SMAN 1 Gemolong dengan orangtua siswa, Rohis dan pihak sekolah.

Ia menegaskan secara prinsip, tidak dibenarkan memaksakan seseorang untuk ikut memakai jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah hak asasi yang dilindungi.

“Siapapun punya hak yang sama. Setiap anak punya hak yang sama. Untuk satu hal itu (keyakinan) kan pilihan hidup masing-masing. Toleransi itu nomor satu yang harus dikedepankan,” paparnya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM.

Eris mengatakan saat ini kasus itu masih ditangani di level internal sekolah. Ia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik sekolah, orangtua siswi, maupun rohis.

Dinda Adinda @salahsambungya

Rohisnya nanti kalau lulus SMA jangan maksa orang pakai cadar ya.

08/01/2020 19:47:41 WIB
bengkoang item ( arabeyez ) @yoris_ab

@salahsambungya padahal moralnya rohis2 di SMA ga jaminan baik semua... ngehe' emang kLo orang udah sok suci begitu

08/01/2020 20:36:12 WIB
Dinda Adinda @salahsambungya

@yoris_ab Ya mungkin apa yang nampak di permukaan lebih penting

08/01/2020 20:40:44 WIB
Tyas @TyasZain

@salahsambungya Yg sesama muslim aja diteror mbak.. 😩

08/01/2020 20:23:20 WIB
Dinda Adinda @salahsambungya

@TyasZain Justru karena sesama agama makanya merasa punya hak untuk mengintimidasi yang belum jilbaban. Bibit2 single idea.

08/01/2020 20:24:27 WIB
Jagermeister @Jaggermeister8

@salahsambungya Organisasinya rusak tuh Cari penanggungjawabnya biar ketahuan

08/01/2020 23:01:07 WIB
Gus Sjahtie @sjahtie

@salahsambungya Mas @ganjarpranowo @humasjateng mohon untuk ditindak lanjuti ini, pakai hijab kan bukan Krn dipaksa, apakah yakin siswa yg tergabung di Rohis SMAN Sragen ini pokok surga?

08/01/2020 23:50:29 WIB
Thea Mae @theashare

@salahsambungya Idih Bpk ini ya. Lbh baik memperbaiki akhlak dl drpd cm buat tudung. Biar jilbab yg indah itu tdk dinodakan. Mrk yg sdh siap batinnya psti pake tanpa di suruh.

08/01/2020 19:49:38 WIB
adeirra 🤓 @adeirra

JIKA INTOLERANSI TERTANAM DARI KECIL, gedenya mau jadi apa? Pada lupa yah, Allah berfirman "illa rahmatal lil 'alamin", yakni sebagai rahmat bagi semesta alam. INGET!! Rahmatan Lil 'Alamin! Bukan Rahmatan Lil Muslimin. Apalagi sampai Rahmatan Lil JILBABIN. Paham yah? ckckckck pic.twitter.com/PTfGZXbZD3

08/01/2020 16:04:17 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
sasmitav @savillaswidt

@adeirra @kyai_ambleg Aku lagek posting gak kudungan sg liyane podo komen. Kudung mu mbok loundry ta? Hggg tala

08/01/2020 16:21:40 WIB
adeirra 🤓 @adeirra

@savillaswidt @kyai_ambleg kandani wae, kerundungku arep tak nganggo sumpel mulutmu. 🤣🤣

08/01/2020 17:08:03 WIB
Dimas @dimas_skeptis

@adeirra @kyai_ambleg Sedih baca ini Banyak tafsir yg berbeda. Tafsir yg paling pas mestinya yg paling sesuai dgn alam dimana kita hidup Kita negara tropis, berbeda dgn negara arab Arab : Panas dan KERING Kita : Panas dan SANGAT BASAH (LEMBAB) ➡️ Busana tertutup ➡️ panas ➡️ Banjir keringat (lepek)

08/01/2020 16:49:09 WIB
Fahrie Mion @fahrie_mion

@adeirra @kyai_ambleg Tak golek i di tempo kok ndak ada yaa...apa sudah di hapus...

08/01/2020 16:51:52 WIB
adeirra 🤓 @adeirra

@fahrie_mion @kyai_ambleg di teras dot id, ditwit di tempodotco twitter. jadi bukan di portal berita tempo. mohon dilihat kembali, jelas terlihat di screenshotnya. pic.twitter.com/obfWheG8tg

08/01/2020 17:02:55 WIB
Expand pic
Fajar @fajararisv

@adeirra @kyai_ambleg Dear hijaber, Segera berjilbab atau ayahmu terancam masuk neraka. Selangkah saja kamu keluar rumah tanpa jilbab, selangkah pula ayahmu/kerabat lelakimu lebih dekat ke neraka. Ini doktrin yang populer di kalangan hijrah girl. Dan anehnya ini dipercaya sebagai dalil yg kuat

08/01/2020 17:52:20 WIB
Jack @Jack_skets

@adeirra @Hendfry_Gerard @kyai_ambleg Makin banyak aja orang yang mabook agama. Mana ini @Kemenag_RI @kemenagri_pusat . Apa mentrinya masih sibuk urusin izin fpi juga. Tolongdong perhatikan intoleransi yang bernuansa agama di negeri ini.

08/01/2020 22:32:53 WIB
Erlangga @AlwiEr

@adeirra @kyai_ambleg Dulu ketika berjilbab masih jadi hal yang langka di sekolah, ada kejadian para siswi berjilbab lah yang dipersekusi. Sekarang kebalikannya. Mungkin dari dulu sampai sekarang ada yang kurang soal pembelajaran menghargai perbedaan.

09/01/2020 06:40:33 WIB
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!