APA ITU KEMAMPUAN BERBAHASA? BY @sasvarata

Chirpified
media NEWS STUDY
1
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
APA ITU KEMAMPUAN BERBAHASA Seminimal-minimalnya kemampuan berbahasa adalah kemampuan menyampaikan apa yang ada di pikiran ke dalam perkataan. Jadi kalau justru membuat kalimat yang demi memenuhi PUEBI dan KBBI tapi malah tidak sampai apa yang dimaksud, berarti kamu gagal.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Tapi nanti beda lagi kalau bicara sastra yang tidak lagi mengejar tersampaikannya maksud, melainkan keindahan. Ibarat mau berlari kamu harus bisa merangkak. Nah kemampuan komunikasi itu merangkak. Nyatanya orang banyak yang ingin berlari padahal belum bisa merangkak.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Makanya jangan percaya pada doktrin bahasa indonesia yang baik dan benar. Percayalah pada keberterimaan bahasa indonesia. Asah dan ujilah suatu kata atau kalimat dari rasa berbahasamu. Jadi berpatokan pada fenomena kebahasaan (penggunaan) yang terus berkembang
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Karena bahasa tidak cukup hanya lisan interpersonal, maka diasah pula bahasa tulis dengan membaca, tentunya memilih bacaan juga jadi kunci sukses menguasai bahasa. Karena banyak juga buku sampah yg diterbitkan. Semakin banyak membaca, semakin tahu mana yg sampah mana yg bernilai
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Jangan salah. Kuliah di Sastra Indonesia UGM juga tidak menjamin kamu punya penguasaan bahasa indonesia yang baik. Kurikulumnya kacau, mahasiswa belum bisa menulis malah suruh menyunting. Dosen senior pun masih banyak terdoktrin bahasa indonesia "yang baik dan benar".
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Jadi tidak heran Kemendikbud menganggap orang awam sebagai ahli. Lha wong kualitas akademisi sekelas UGM aja kaya gitu.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Mereka tidak diajak berposisi sebagai akademisi, memahami linguistik secara menyeluruh dan berpikir untuk membuat pedoman bahasa indonesia agar lebih baik dengan mengkritisinya. Justru dipaksa tunduk oleh para awam yang nihil kompetensi berbahasanya.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Lah KBBI dan PUEBI itu sendiri adalah produk keawaman. Bukan akademik. Gimana ceritanya orang pemerintah tidak awam? Sekarang saya tanya, mana tanggung jawab akademis penyusunan KBBI dan PUEBI? Lha kok akademisi malah suruh tunduk sama produk awam?
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Saya masih melihatnya sebagai bentuk keawaman (untuk tidak menyebut kebodohan) yang akhirnya membuat penyesatan. Bukannya meningkatkan kompetensi berbahasa, justru menjerumuskan pada kemapanan kesalahan.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Kenapa harus distandarisasi? Sejauh mana penelitian mengenai bahasa-bahasa di nusantara? Bagaimana tiap suku melafalkan bahasa indonesia? Tanya tuh sama dosen-dosenmu kajian sosiolinguistik udah sampe mana? Terus memberi kontribusi apa sama KBBI dan PUEBI?
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash KBBI dan PUEBI bukan produk akademis. Juga bukan produk awam. Oke saya ralat produk orang-orang bodoh aja. Gimana?
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Justru penyusunan Bahasa Indonesia yang Jawa-sentris itu bisa dihindari jika penelitian di tiap daerah di nusantara berimbang dan dilakukan dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan ilmiah. Kamu mau nasionalis? Oke. Tapi akomodasi dong semua suku jangan cuma jawa.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Jadi penyusunan bahasa indonesia sekarang itu bukan dalan kerangka nasionalisme tapi primordial Jawa. Jawa dalam arti pulau bukan suku. Karena di Jawa pun banyak suku Melayu yang ikut membentuk bahasa Indonesia dituturkan di Jawa.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Saya tidak sedang menolak "standarisasi". Saya menguji pemahamanmu akan "standarisasi". Terus logika "standarisasi" menangkal superioritas. Ejaan (PUEBI) dan leksikografi (KBBI) itu di tingkatan apa dalam langue? Coba baca lagi Ferdinand de Saussure
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Masa bahasa Melayu sebagai lingua franca itu selesai sudah dulu banget lama. Kalau bicara bahasa Indonesia itu ya sebagai produk bahasa pasca-negara bangsa/bangsa pascakolonial.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash filosofisemu.wordpress.com/2016/05/21/bah… nih tulisan lama gk bagus2 amat tapi lumayan buat menguji pemahaman strukturalisme
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@aribgspanuntun Produk awam yang disusun oleh awam tapi ngaku-ngaku akademisi bahasa. Jelas?
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@humanintrash Maksudku fase lingua franca bahasa MELAYU yang digunakan antar suku di awal-awal itu berbeda dengan bahasa INDONESIA sebagai nation-building. Jadi bahasa INDONESIA selain dari bahasa MELAYU juga tidak bisa dilepaskan dari INDONESIA sebagai negara-bangsa pascakolonial.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@aribgspanuntun Kajian leksikografi dan pedoman ejaan itu perlu. Tapi KBBI dan PUEBI yang ada sekarang belum memadai. Saya balik lagi ke pertanyaan mana tanggung jawab akademis penyusunan KBBI dan PUEBI? Kalau ada coba ditunjukkan dan mari kita uji. Kalau tidak ada berarti terbukti produk awam.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
Buat yang memakai argumentum ad hominem saya tidak tertarik menanggapi. Sekian dan terima gaji. 🙏
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@dimas_syibli Tergantung penggunaan di masyarakat. Bahasa Indonesia itu kan dibentuk salah satunya paling banyak entry dari Belanda. Jadi saya kira relevan-relevan saja.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@meenyo Sanskerta itu yang sudah diserap di Nusantara. Berbeda dengan Sanskrit yang di India. Walaupun asalnya dari sana.
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@meenyo Itu namanya transliterasi. Penyerapan Sanskrit ke Sanskerta ya sekadar transliterasi karena hanya ada dalam naskah. Misal Rahvahayana (Sanskrit) menjadi Rahwana (Sanskerta).
Ahmad Syarifudin @sasvaratra
@meenyo Singkatnya, Sankskerta adalah transliterasi Sanskrit. Literasi tidak hanya dalam arti aksara tapi juga sistem kebahasaan setempat.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.