2
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Dari KKN, penyelundupan “Harley”, sampai koleksi gundik, kebobrokan Garuda Indonesia selama ini tersimpan rapi dan resik. Entah mengapa tak ada yang benar-benar berani menghardik, meski bukti sudah terang benderang jika mau ditelisik. [A Thread] pic.twitter.com/fopBxYdc4j
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Hampir sepekan pemberitaan di media massa heboh dengan pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara (AA) akibat kasus kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Hal tersebut terjadi setelah penemuan barang mewah oleh petugas Bea dan Cukai di lambung pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA9721 bertipe Airbus A330-900 Neo terjadi pada Minggu (17/11/2019). 📸: Tempo.co pic.twitter.com/2xOuuR1jkY
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Selain itu, AA juga ternyata tidak memiliki izin melakukan perjalanan dinas ke Perancis, berarti ia menggunakan pesawat milik BUMN tersebut layaknya fasilitas pribadi. Tidak berhenti sampai disitu pelanggaran yang dilakukan AA.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Berdasarkan info yang dibeberkan akun @digeeembok, AA juga kerap memberikan perlakukan spesial menggunakan fasilitas dan (diduga) uang perusahaan pada pramugari yang diduga menjadi “simpanan” AA.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Akun tersebut juga membeberkan berbagai macam tindak pelecehan dan diskriminasi AA pada pegawai Garuda Indonesia yang dianggap “tidak nurut” dengan kemauan AA. 📸: Google pic.twitter.com/XNPsFjOA4x
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Fakta-fakta pemberitaan media massa dan info (yang belum terbukti kebenarannya) dari akun @digeeembok pun akhirnya menjadi bahan pembicaran warganet dan masyarakat Indonesia.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Jika melihat kembali ke belakang, segala tindakan yang dilakukan oleh AA bukan hal baru karena telah dilakukan sejak lama, terutama setelah dekade 1970-1980 -an, dimana Garuda Indonesia tengah berkembang pesat dan mendunia.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Seperti yang dilansir oleh Harian Kompas, pada 26 Januari 1999, pada dekade tersebut armada Garuda Indonesian Airways waktu itu mencapai 79 pesawat, menjadikan Garuda sebagai maskapai penerbangan terbesar di belahan bumi selatan dan kedua di Asia setelah Japan Air Lines.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Hal tersebut terjadi di bawah kepemimpinan Direktur Utama Garuda Wiweko Soepono (1968-1984). Saat itu, Wiweko merombak habis-habisan Garuda, meski kecaman datang dari segala penjuru. Ia tidak peduli dan terus berupaya menyehatkan perusahaan tersebut. 📸: wikipedia pic.twitter.com/XQTRXQ5bQn
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Namun, seperti yang diketahui KKN selalu mendapat tempat di era orde baru. Tentu saja orang-orang seperti Wiweko mengancam budaya KKN zaman orba. Maka tidak heran jika pada akhirnya Wiweko justru dicopot oleh Presiden Soeharto pada November 1984.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Padahal Wiweko berhasil membuat Garuda menjadi maskapai kelas dunia, bahkan ia meninggalkan surplus tunai sebesar 108 juta dollar AS plus dana taktis sekitar 4 juta dollar AS pada pengganti dirinya. Seiring kepergian Wiweko, lenyap pula budaya transparansi yang dibangun.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Mulai tidak ada laporan tahunan dan rencana pengembangan perusahaan pun semakin tidak jelas. Akibatnya Garuda Indonesia mulai terpuruk menuju kebangkrutan. Terlebih pada 1998, perusahaan tersebut tidak kuat menghadapi badai krisis moneter.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Menteri Pendayagunaan BUMN saat itu, Tanri Abeng PUN turun gunung menyelamatkan Garuda Indonesia. Bagaimana tidak! Utang Garuda tercatat masih Rp 828 miliar ditambah 377 juta dollar AS kepada 50 bank pemerintah dan asing. 📸: uajy.ac.id pic.twitter.com/9xJhT3lv0J
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Tanri menjelaskan ada beberapa tidak KKN yang yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Garuda selama rezim Orde Baru atau Orba. Apa saja? Mari disimak baik-baik!
Marsinah Milenial @AQUBINAL
PERTAMA, pengalihan pengelolaan gudang kargo kepada PT Angkasa Bina Wiwesa (ABW). ABW, menurut catatan Kompas, merupakan usaha milik adik mantan Presiden Soeharto dari lain ibu satu bapak, Martini Tubagus Sulaeman. pic.twitter.com/i03tAD4gpQ
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Dari pengelolaan pergudangan di Bandara Soekarno-Hatta itu, pihak ABW setiap bulan dapat meraup pendapatan Rp 6 miliar, tetapi hanya Rp 300 juta yang diterima Garuda Indonesia. Sedangkan biaya operasional, pemakaian gedung, telepon, dan listrik dibebankan kepada Garuda.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
KEDUA, broker asuransi pesawat terbang PT Bimantara Graha Insurance Broker yang didirikan Bambang Trihatmodjo pada tahun 1994. Perusahaan itu pernah digugat karyawan Garuda karena diduga keras sangat berbau KKN. pic.twitter.com/2N8RSx0y0x
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Sebelum keluarga Cendana dengan perusahaan asuransinya masuk, Garuda bebas menentukan broker asuransi bagi armada pesawatnya. Namun, kemudian Garuda mendapat tekanan dan harus melalui perusahaan putra mantan Presiden Soeharto.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
KETIGA, salah satu proyek kotor yang klasik adalah mark-up pembelian (sewa operasi) pesawat MD-11 yang pengadaannya melibatkan Bimantara-nya Bambang Trihatmodjo. pic.twitter.com/jppVyJ1Mbd
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Menurut catatan Kompas, harga sewa pesawat badan lebar buatan McDonnell Douglas (kemudian merger dengan Boeing) tertulis 1,1 juta dollar AS/pesawat/bulan atau 6,6 juta dollar AS per bulan untuk keenam MD-11 yang dioperasikan Garuda.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
PADAHAAAAL!!!! harga sewa pesawat tersebut sebenarnya bisa diperoleh lebih murah, sekitar 600.000 - 700.000 dollar AS per pesawat. Gila, mark-upnya gak nanggung-nangung. Lareeees maneees! Gimana Garuda gak hampir bangkrut coba!
Marsinah Milenial @AQUBINAL
KEEMPAT, kali ini diduga dilakukan oleh CUCU SOEHARTO, yaitu dengan pelibatan PT Autotrans Indonesia yang disebut-sebut milik Ary Sigit, putra Sigit Harjojudanto. pic.twitter.com/9OskddZeuO
Marsinah Milenial @AQUBINAL
PT Autotrans Indonesia yang bergerak dalam bidang ground handling di Bandara Ngurah Rai, Bali. Tawaran kontrak dari perusahaan ini sempat ditolak karena terlalu mahal dan berpotensi memberatkan keuangan perusahaan.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Tetapi, sebelum putusan final diambil, Garuda mendapat telepon dari seorang petinggi negara yang menyebutkan agar menerima tawaran Autotrans. Siapakah petinggi tersebut? Hmmm…. ada yang bisa tebak? 🙂
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.