7
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada

The Story Teller | Affiliate Marketer | Angel Investor | STPNHI | Nulis di Bixbux.com | Eat - Sleep - Coffee - Repeat | Indonesia

bixbux.com
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Halo Sob! Td pagi baca artikel bagus tentang Sosial Media Marketing di tahun 2020 di internet. Biar semua menikmati, ini gw jadiin utas aja. Yang selama ini monetize pake socmed, atau banyak traffic dr socmed musti nyimak. *Sebuah Utas pic.twitter.com/MObbtCJ4xT
Expand pic
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Sosial media sekarang udah menjadi salah satu channel digital marketing yang disukai oleh digital marketer di negeri +62. However, kondisi sosial media di setahun lalu dan setahun yang akan datang akan sangat berbeda.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Paling nggak ada tiga hal yang membuat sosial media menjadi berbeda: 1) perubahan perilaku pengguna, 2) platform sosial media yang berevolusi, dan 3) munculnya platform baru yang tadinya tidak diperhitungkan. Dor!
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Nah, trend yang sedang terjadi di dunia sosial media juga sangat menarik. Sekarang ini ada sekitar 3,484 Milyar pengguna socmed di semua platform di seluruh dunia. Ini naek 9% dari tahun sebelumnya.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Ini juga berarti 45% penduduk dunia sudah mempunyai akun sosial media. Edun yak. Salah banget kalo kita masih make pemasaran konvensional lah. Nah, ini TREND yang terjadi:
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
1. SOCIAL MEDIA DETOX, karena udah semakin crowded dan rudet, sekarang makin banyak orang yang 'menyingkir' dari socmed. 1 dari 3 orang di UK sekarang memilih gak pake socmed sama sekali. 6% removed semua aplikasi socmed, 6% delete akun socmed-nya, dan 8% melakukan keduanya.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Alesan terbesar orang melakukan detox socmed adalah karena merasa overload. Terlalu banyak informasi. Yang kedua karena merasa socmed cuma menghabiskan waktu gak berguna --> njir nih orang Inggris belum tau enaknya rebahan :) pic.twitter.com/526k8iSk74
Expand pic
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Sebetulnya ada juga kecenderungan lain, gak separah Digital Detox, tapi orang cenderung menyukai satu platform dibandingkan dengan platform yang lain. Pengguna Facebook turun > marketplace.org/2019/03/06/tec… Pengguna Instagram naek > techcrunch.com/2018/06/20/ins…
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Karena alesan ini, kita harus mulai memakai socmed untuk perputaran informasi yang valid dan terpercaya. Sebaiknya juga kita menghindari single channel saja untuk mendatangkan traffic dan mulai beralih ke omni channel.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
2. CREATE COMMUNITIES, ini bukan barang baru sebetulnya. Dari munculnya sosial media dahulu, selalu berusaha dipake untuk membangun komunitas. Istilah temen2 internet marketer, musti bikin kolamnya dulu buat nangkep ikan. Jadi apa yang baru dari membangun komunitas digital?
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Karena gw juga mengelola beberapa akun medsoc besar, gw jadi ngerti bener kalau kunci dari loyalitas itu cuma satu: interaksi/engangement. Nah agar komunitas kita berinteraksi satu sama lain, kita harus mengeluarkan konten-konten yang meaningful.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Jadi, para pemain besar, sekarang sudah mulai paham ini. Makanya mereka mulai memperhatikan betul konten creation, distribusi sampai dengan monitoring dan analytics.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Ini menjadi sangat penting bagi para pebisnis online yang ingin mulai membangun brand sendiri. Melihat dunia persilatan saat ini, gw yakin tren di tahun 2020 > Human Centric Content.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
Kalau kata @neilpatel > Human Centric Content fokus ke 3 hal: 1) People, 2) Business dan 3) Technology. Katanya, ketiga faktor ini harus bisa diintegrasikan ke dalam konten, maka kita bisa menarik lebih banyak leads dan sales.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Kalau kata gw, Human Centric Content itu ya konten yang dibikin untuk manusia, bukan untuk mesin. Karena cutomer kita manusia, bukan mesin. Ini artinya, setiap konten yang dibuat ya bukan for the sake of algoritma di search engine atau socmed.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel 3. THE END OF INFLUENCERS, gak ada yang menyanggah kalo influencer memainkan peran penting di tahun 2019. Tapiii...bentar... Tau beda influencer dan buzzer?
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Influencer itu membawa narasi, menceritakan sesuatu. Sedangkan buzzer itu seperti pemancar, mengulang2 tayang. Buzzer itu kayak penguat sinyal. Keduanya bisa membentuk opini, though. Harusnya sih, harusnya lho ya, lebih cerdas influencer drpd buzzer hehehe..
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Tapiiiiiii....influencer sekarang banyak yang lebay. Berapa kali saja gw baca influencer yang sok iye hanya karena followernya banyak. Minta2 kamar hotel gratis misalnya, dibarter dengan review. Temen2 gw di perhotelan bisa mengkonfirm ini.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Namanya influencer, harusnya bisa mempengaruhi followernya. Tapi sekarang gak lagi. Followers-nya lebih suka rekomendasi dari temennya sendiri drpd dari influencer gede.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Liat diagram di bawah ini. Neal Schaffer meneliti lebih dari 100k influencer di tahun 2018. Micro-influencer ternyata memiliki engagement rate yang lebih tinggi dibandingkan dengan influencer besar. pic.twitter.com/qf9cT8dgJT
Expand pic
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Artinya, lebih baik nyari orang dengan 100 orang dengan 1k followers, daripada teken kontrak sama 1 influencer dengan 100k followers. Lagipula ya itu. Netijen jaman sekarang lebih percaya temennya sendiri daripada influencer besar. Ini yang membuat engagement menjadi tinggi.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel 4. NEW PLATFORM IS COMING! Sebetulnya bukan baru sih, tp kayaknya kita sdh terlalu biasa dgn Facebook, Twitter atau Instagram. Walaupun pengguna Twitter ada kenaikan dikit di 2019, tp dibandingkan dengan 2017 tetep aja turun. Facebook juga makin gak disukai sama anak-anak muda.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Apa yg akan gila-gilaan di 2020? Gw bilang sih TikTok. Ini platform anjis agresif banget. Skg ada 1,1 milyar install & 500 juta pengguna aktif. Tiktok ini antitesisnya Facebook. Penggunanya umur 16-24. Byk bgt seleb yang diendorse. Dr Gary Vee sampe Kevin Hart semua pake TikTok.
Wientor Rah Mada⚡ @WRahMada
@neilpatel Kenapa sik kalo gw bikin thread panjang-panjang gini dah. Udah ah. Intinya, platform socmed mungkin sama aja, atau nambah dikit. Tapi perilaku penggunanya yang harus dicermati. Sampe ketemu minggu depan lagi buat thread yang lain. Bubye!
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.