1
Kamal Reza @andikamalreza
Namanya Bu Sumarsih. Dia kehilangan anaknya, Wawan, saat aksi penembakan Tragedi Semanggi I pada November 1998. Sudah 10 tahun lebih, tiap hari Kamis, beliau menuntut pengungkapan kasus anaknya. Dan ribuan kasus HAM lain yg belum terungkap.. KASUS HAM DI INDONESIA -A Thread- pic.twitter.com/Zj3VTSxKr6
Kamal Reza @andikamalreza
Apa ga berlebihan menyebut ribuan? Ya enggak lah. Selama 2018 aja, jumlah pelanggaran HAM di Indonesia segini, silahkan ditotal. Mayoritas extrajudicial killing (pembunuhan di luar proses peradilan; seperti tembak mati begal, terduga teroris, dsb) & kasus Sumber Daya Alam umum. pic.twitter.com/k3jxobHriD
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Sebelum baca lebih lanjut, saya ajak teman2 untuk ikut menambahkan thread ini dgn kasus HAM berat yg belum terungkap hingga kini. Saya akan tambahkan info dari teman2 di bagian akhir tweet. Karena sekali bikin thread maks tweet cuma 25, jadi yg akan saya bahas 4 terbesar aja.
Kamal Reza @andikamalreza
Kenapa yg saya bahas cuma 4? Karena keempat janji tersebut sudah sering dan banyak dijanjikan Presiden Jokowi untuk segera dituntaskan. Tiga diantaranya adalah kasus HAM besar masa lalu, dan yang satu terjadi di eranya. Ayo kita mulai dulu dari kasus Trisakti, 12 Mei 1998. pic.twitter.com/EAOlGpTYfK
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Trisakti, 12 Mei 1998. Peristiwa ini bermula dari pertengahan 1997. Saat bulan Juni, nilai tukar rupiah pada dollar hanya Rp 2.350. Namun mendadak pada Januari 1998, Rupiah mulai naik 4-5x lipat menjadi Rp 11.000. Dan Soeharto terpilih lagi pada Maret 1998. Protes kian menjadi. pic.twitter.com/3689p3ualH
Kamal Reza @andikamalreza
Banyak mahasiswa kemudian melakukan aksi turun ke jalan. Aksi kian membesar saat protes itu juga diikuti oleh beberapa kelompok masyarakat. Situasi tak terkendali dimulai saat polisi memperingatkan mahasiswa harus kembali saat jam 5. Mahasiswa kemudian mundur diikuti aparat.. pic.twitter.com/KVUaNTt4Jo
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Kericuhan tak terhindar saat polisi memberi tembakan peringatan. Mahasiwa lari tak terkendali, sebagian ada yg berlindung di Kampus Trisakti. Na’asnya didapat kabar pada pukul 20.00, 3 orang Mahasiswa Trisakti tewas di tempat, 1 kritis (meninggal di RS kemudian), 15 luka-luka. pic.twitter.com/pxvFKyRAy0
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Keempat korban tewas tersebut bernama Elang, Heri, Hafidin, dan Hendriawan. Polisi membantah menggunakan peluru tajam pada aksi penembakan, namun hasil autopsi memperlihatkan adanya peluru tajam yg masuk ke tubuh korban. Sampai saat ini, pelaku penembakan belum juga terungkap. pic.twitter.com/1hO3FO1mRu
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Semanggi, November 1998. Kericuhan terjadi saat masa transisi kepemimpinan. Mahasiswa menolak sidang istimewa MPR 1998 dan dwifungsi ABRI/TNI. Salah satu korbannya adalah Wawan, anak dari Bu Sumarsih (video awal). Dia merupakan tim relawan kemanusiaan bagi mahasiswa kala itu. pic.twitter.com/TtKnB8QBU9
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Wawan merupakan Mahasiswa Atma Jaya. Sejatinya, ia harus memastikan keadaan temannya baik baik saja hari itu. Tasnya penuh peralatan medis, ia juga memakai ID Card tim relawan. Saat itu ia meminta izin kepada aparat untuk membopong temannya yg terkapar di halaman kampus. Namun..
Kamal Reza @andikamalreza
Belum sempat membawa temannya, peluru tajam bersarang tepat di dadanya. Baju putihnya ditembus peluru. Darahnya tak banyak, namun lukanya cukup menganga. Sampai sekarang, Bu Sumarsih masih tetap mencari keadilan hukum untuk anaknya, tiap hari Kamis di seberang Istana Negara. pic.twitter.com/getmT79nRv
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Wawan bukan satu-satunya korban. Pada Tragedi Semanggi. Masih ada 7 mahasiswa lain yg telah menjadi martir dalam tragedi berdarah itu. Komnas HAM menyimpulkan dalam Tragedi Semanggi I & II telah terjadi praktek sistematis terhadap kemanusiaan (crime against humanity). pic.twitter.com/2RFZMEihXc
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Selanjutnya, Munir. Munir ialah seorang aktivis HAM yg kerap menyuarakan keadilan bagi korban hilang saat kejadian 1998. Ia juga membela tokoh pejuang Timor Leste, pembunuhan Marsinah (aktivis buruh) yg dibunuh militer 1994, kasus pelanggaran HAM berat di Papua, dan sebagainya. pic.twitter.com/cOyBa83Lhi
Kamal Reza @andikamalreza
Saat itu, ia mendapat Beasiswa S2 di universitas kenamaan Belanda, yakni Universitas Utrecht. Ia mendapat beasiswa selama 1 tahun di bidang International Protection on Human Rights. Pada 8 September 2004, ia berangkat menuju Belanda dengan nomor penerbangan GA 974.
Kamal Reza @andikamalreza
Pesawat itu berangkat pada pukul 22.02 WIB, kemudian transit di Bandara Changi pada pukul 23.30 WIB. Para penumpang pesawat itu kemudian diberikan waktu bebas selama 45 menit. Saat itu, Munir juga sempat singgah ke outlet Coffe Bean bersama Pollycarpus (pilot Garuda Indonesia).
Kamal Reza @andikamalreza
Menurut kesaksian Asrini (penumpang Garuda yg duduk di depan Munir), mengatakan bahwa ia melihat Munir, Pollycarpus & seorang pria lain. Saat kembali naik ke pesawat (tepatnya 3 jam setelah transit), Munir berulang kali bolak balik ke kamar mandi. Pramugari mengira ia muntaber.. pic.twitter.com/hrPIpJoTgQ
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Seoarang Pramugara kemudian melapor kepada Pilot Pantun Matondang bahwa kursi nomor 40G sakit setelah beberapa kali ke toilet. Pilot kemudian meminta bantuan salah satu penumpang yg berprofesi sebagai dokter dgn nomor kursi 1J. Dua jam sebelum mendarat, Munir dinyatakan tewas..
Kamal Reza @andikamalreza
Hasil otopsi otoritas Belanda & Indonesia sepakat menyatakan bahwa Munir diracun menggunakan arsenik. Sampai saat ini, otak utama pembunuhan Munir masih jadi misteri. Dari Pilot sampai Dirut Garuda pun sudah dipenjara, namun semua mengelak perbuatannya. nasional.kompas.com/read/2017/09/0…
Kamal Reza @andikamalreza
Lanjut ke Kasus Novel Baswedan. Saya harap bagi awam, saya rekomendasi nonton video Mas Novel bersama @pandji di link ini (youtu.be/Xiox8dlxfzY) atau bersama Deddy Corbuzier di link ini (youtu.be/hoVNQwiLKNM), karena videonya ringan & (kredibel) langsung dari sumbernya.
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Novel Baswedan kala itu baru saja selesai melakukan ibadah Shalat Subuh. Na’as, dua orang yg identitasnya sampai sekarang belum diketahui, melemparkan air keras di wajah Novel Baswedan. Kejadian ini terjadi saat KPK sdg melakukan pendalaman kasus megakorupsi E-KTP. Ini videonya: pic.twitter.com/P6RQRV9fCE
Kamal Reza @andikamalreza
Jokowi sudah memberikan instruksi kepada Kapolri Baru yakni Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk segera menyelesaikan kasus ini sampai awal Desember 2019. Katanya sih sampai saat ini masih diusut oleh Kepolisian, sedangkan awal Desember sudah mau berkahir. Kita tunggu saja.. pic.twitter.com/Q0rl2ZL3Yj
Kamal Reza @andikamalreza
Jika mau dirunut kasus pelanggaran HAM berat yg dilakukan pemerintah diantara lain ialah pembunuhan massal dan penghilangan orang medio 1965-1966, Tanjung Priok 1984, Aceh sejak 1976, penembakan misterius rentang waktu 1982-1985, Talangsari 1989.. pic.twitter.com/sW6qJ3ciiL
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Penghilangan aktivis dlm rentang 1996-1998, pembunuhan etnis Tionghoa 1965 & 1998, Tragedi Semanggi I & Tragedi Semanggi II pada 1998, Tragedi Wasior & Wamena pada 2000, dan banyak lagi. Di luar itu, saat ini pembangunan fisik kian digencarkan, namun banyak nyawa aktivis hilang. pic.twitter.com/5s20lJ3KI8
Expand pic
Expand pic
Kamal Reza @andikamalreza
Tweet ini tidak bisa menceritakan keseluruhan kasus HAM yg belum terungkap oleh Pemerintah Indonesia. Maka saya mengajak teman teman untuk menyertakan tweet berita/artikel/foto kasus pelanggaran HAM yg belum terungkap hingga saat ini. Sekali lagi: SELAMAT HARI HAM SEDUNIA.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.