3
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror hujan. sebuah mobil pickup modifikasi tahun 90'an baru saja melintas sepanjang jalan, sopir tak henti-hentinya memandang jalanan berkelok, kiri kanan hanya terlihat pohon tinggi besar dengan kegelapan yg menyelimutinya, semua berjalan lancar sampai terdengar suara gadis menangis
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror si sopir menghentikan mobil. memandang kernet yg tengah asyik tidur di sampingnya, "Jo, koen iku ojok turu ae, rungokno" (Jo, kamu itu jangan tidur aja, dengerin tuh) "apa toh cak, ra seneng ndelok aku turu tah" (ada apa sih mas, gak suka lihat saya tidur tah)
SimpleMan @SimpleM81378523
sopir dan kernet saling memandang sengit, sebelum, rintik suara hujan yg turun tak mengurangi suara syahdu yg membuat dua lelaki itu saling memandang "onok sing nangis cak?" (ada yg nangis mas?) "lha tadi aku wes ngomong, perikso" (kan aku udah bilang, cepat periksa)
SimpleMan @SimpleM81378523
Kernet melangkah turun, berbekal senter besar di tangan, ia menuju bak tertutup di belakang pickup, hujan masih turun deras sementara di samping kiri kanan tak di temui seorang manusia satu pun, kendaraan pun tampak sepi, meski di selimuti ngeri namun kernet tetap harus memeriksa
SimpleMan @SimpleM81378523
dengan cekatan ia membuka gembok, namun sekejap ia merasakan perasaan merinding berdiri di tempat ini, "asu!! mene nek aku dadi sopir, kernetku bakal tak sikso koyok ngene" (Anj*ng!! besok kalau aku udah jadi sopir, kernetku juga akan aku siksa kaya gini) gerutunya,
SimpleMan @SimpleM81378523
suara tangisan itu memang berasal dari bak belakang pickup, tempat si kernet sedang membukanya, tiba-tiba "Piye, sopo sing nangis?" (gimana, siapa yg nangis?) "Jancok! sek ta lah, iki tak perikso" (jancuk, bentar, ini lagi ku periksa) teriaknya melihat si sopir tiba-tiba muncul,
SimpleMan @SimpleM81378523
pintu bak terbuka, si kernet mengarahkan senter ke dalam, di lihatnya pemandangan itu, mencari-cari sampai berhenti di satu titik, si sopir dan si kernet saling memandang, melihat seorang gadis kecil menangis di antara gadis-gadis kecil lain yg tengah terlelap dalam obat tidurnya
SimpleMan @SimpleM81378523
"halo" kata si kernet, "sini.. kenapa nangis, takut ya, sama om aja ya" si gadis menatap dua lelaki di luar mobil bak, ia masih diam memandang bingung, "namanya siapa, nanti om kasih permen" "Mayang" ucapnya polos, si kernet tak menyerah, "mayang kalau takut sini.." bujuknya,
SimpleMan @SimpleM81378523
"kesuwen jo" (kelamaan jo) kata si sopir tak sabar, ia melangkah masuk sebelum mengambil sapu tangan di saku, menekan hidung si gadis, tangannya mengelepar berusaha melawan namun perbedaan kekuatan membuat si gadis tak berdaya, ia akhirnya terjatuh, terlelap dalam mimpi buruknya
SimpleMan @SimpleM81378523
si sopir melangkah keluar sembari menatap tajam rekannya, "Goblok, mene nek kerjo sing bener!!"(bodoh!! besok kalau kerja yg bener!!) "Lah bos, aku wes nuruti lambemu, wes tak" (Lah bos, saya sudah nuruti mulutmu sudah tak) belum selesai bicara, si sopir berteriak "taek!! masuk"
SimpleMan @SimpleM81378523
si sopir dan kernet masuk kembali ke dalam mobil setelah menutup bak belakang, mobil kembali melaju tenang, tanpa mereka sadari, di antara anak-anak itu ada satu yg masih terjaga, ia tahu apa yg terjadi bila ia menunjukkan dirinya dalam kondisi terjaga kemana mereka di bawa
SimpleMan @SimpleM81378523
mobil berhenti di sebuah jalan setapak, sudah berkali-kali mereka bertemu dengannya namun tempat pertemuan selalu berubah-ubah, si kernet menatap si sopir, "cak, wes iki terakhir ae, ojok urusan ambek menungso model ngunu, sampeyan gak eroh arek iki bakal di apakno kan"
SimpleMan @SimpleM81378523
(mas, sudahi saja, jangan berurusan sama manusia kaya gini, kamu gak tau kan mau di apakan anak-anak ini) "menengo, aku gak ngurus soal iku, sing penting duwike akeh" (diam saja, aku gak peduli soal itu, yg penting duitnya banyak) tak beberapa lama, terlihat seseorang muncul
SimpleMan @SimpleM81378523
ia mendekati mereka dengan kereta kuda, di atasnya ada seorang lelaki tua yg mengenakan penutup kepala, dia yg sudah di tunggu oleh mereka, "wes, siapno arek-arek iku, tangane juragan wes teko" (sudah siapkan anak-anak, tangan kanannya sudah datang)
SimpleMan @SimpleM81378523
lelaki tua itu turun, memandang si sopir tajam sebelum pandangannya beralih pada mobil tua itu, "rongsokan ngene buaken ae" (benda rongsokan gini, buang saja!!) katanya, si sopir hanya mengangguk, sembari menyesap rokok, "Aman kirimane" (kirimannya aman) si sopir mengangguk lagi,
SimpleMan @SimpleM81378523
tiba-tiba entah ada apa, di tengah hujan turun, si lelaki tua itu seperti mencium sesuatu sebelum memandang tajam si sopir, "aku gak butuh cah lanang goblok!!" (aku tidak butuh anak lelaki bodoh!!) si sopir tampak bingung, "maksude piye to mbah?" (maksudnya bagaimana mbah)
SimpleMan @SimpleM81378523
saat itulah mereka menuju tempat si kernet berada, di sana, lelaki tua itu masuk sebelum menarik rambut panjang salah satu anak yg tengah pura-pura tidur, anak lelaki itu merintih kesakitan, "iki opo gak arek lanang?" (apa ini bukan anak lelaki?) kedua orang itu bingung,
SimpleMan @SimpleM81378523
"sak iki berarti sing mok gowo mek enem" (ini berarti yg kalian bawa cuma enam) dua orang itu saling berbisik, "iku yo opo ceritane arek lanang kok isok mok gowo" (itu gimana ceritanya kok bisa bisanya anak lelaki yg kau bawa) "rambute dowo e bos, tak pikir yo wedok"
SimpleMan @SimpleM81378523
(rambutnya panjang bos, ya aku kira perempuan) si sopir tampak geram sembari memasang wajah sengit, "teros gak mok perikso nduwe perkutut ta gak?" (terus gak kamu periksa lebih dulu, dia punya perkutut atau tidak?) si kernet tampak bingung, "ora bos, waktune mepet soale"
SimpleMan @SimpleM81378523
"ngeten mawon mbah" ucap si sopir, "peyan bayar piro ae, kulo purun" (anda bayar berapa saja, saya terima) si mbah menatap tajam sebelum tersenyum licik, "teros, cah lanang iki gawe opo?" (lalu, si anak lelaki ini buat apa?) si sopir terdiam sebelum mengambil parang di mobil
SimpleMan @SimpleM81378523
si sopir mendekati anak lelaki itu, menjambak rambutnya sebelum menghunus parang tepat di tenggorokan, si kernet membuang muka, ia tak tega melihat pemandangan itu sementara si lelaki tua mengamatinya tampak seperti menikmatinya hujan turun semakin deras,
SimpleMan @SimpleM81378523
"hop" (berhenti) kata si lelaki tua, "wes tak ramute cah iki, mene bakal dadi ajengku" (sudah biar aku rawat anak ini biar jadi penerusku) si sopir mengurungkan niatnya menatap si lelaki tua, "gowoen kabeh cah iku nang keretoku, wulan ngarep kudu jangkep, aku moh koyok ngene"
SimpleMan @SimpleM81378523
(bawa semua anak itu ke keretaku, bulan depan harus lengkap tujuh, aku tidak mau seperti ini lagi) si sopir mengangguk takut, mereka segera mengangkat satu persatu anak perempuan, sementara anak lelaki itu tertunduk lemas, gemetar, si lelaki mendekati, "siapa namamu?" "Agus"
SimpleMan @SimpleM81378523
kereta kuda mulai berjalan di atas tanah berlumpur meningalkan dua lelaki yg hanya diam tak berkomentar, mereka menatap anak lelaki yg kini bersanding di samping lelaki tua itu, "sak iki, tak kenalno kowe ambek tuan Codro" (sekarang akan ku kenalkan kamu dengan tuan Codro)
Load Remaining (79)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.