3
The Lost Book @kisahtanahjawa
Indonesia memiliki pemeluk agama islam terbesar di dunia, dan pulau Jawa adalah salah satu pulau dengan penduduknya yang mayoritas beragama islam, pada saat itu penyebaran agama islam tidak langsung begitu saja diterima dengan baik khususnya di tanah jawa. pic.twitter.com/ka4UqqRQed
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
terlebih karena masyarakat jawa sangat memegang teguh kepercayaan, namun ada juga yang beranggapan bahwa ada kekuatan pengaruh negatif yang besar dari kerajaan gaib penunggu tanah Jawa.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pada saat itu pulau Jawa masih dipenuhi hutan belantara angker yang dipenuhi dengan jin-jin jahat, mereka menjadi salah satu penyebab utama kegagalan para ulama pendahulu dalam menyebarkan ajaran agama islam.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Konon katanya mereka bisa berubah wujud menjadi ombak besar yang mampu menenggelamkan kapal berikut penumpangnya, dan juga bisa berubah menjadi angin puting beliung yang bisa memporak-porandakan apa saja yang berada dihadapannya.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Selain itu juga para jin-jin jahat tersebut bisa berubah wujud menjadi binatang-binatang buas yang bisa mencelakakan para ulama penyebar agama islam, karena itu para ulama kemudian sepakat untuk mengatasi masalah itu dengan membawa batu hitam dari Arab yang telah dirajah.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Konon katanya batu batu dengan nama Rajah Aji Kalacakra tersebut dipasang di tengah-tengah tanah Jawa yaitu tepat di Puncak Gunung Tidar, Magelang.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pemasangan batu Rajah Aji Kalacakra ternyata mampu membuat perubahan alam dari yang tadinya cerah dan sejuk kemudian berubah menjadi sunyi dan mencekam selama tiga hari tiga malam.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Ditambah lagi dengan kilat petir yang menyambar menimbulkan hujan api dan gunung-gunung yang tiada henti bergemuruh. Bersamaan dengan itu jin-jin jahat coba pergi melarikan diri menjauh dari batu keramat itu.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Melihat kegaduhan itu konon katanya pemimpin raja jin penguasa tanah Jawa yang telah sembilan ribu tahun bersemayan di Puncak Gunung Tidar merasa terusik dan keluar mencari penyebab timbulnya hawa panas yang disebabkan dari batu Rajah Ali Kalacakra tersebut.
The Lost Book @kisahtanahjawa
hawa panas yang membuat bangsa jin dan lelembut pergi menjauhi tanah Jawa.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kemudian pemimpin dari raja jin tersebut keluar dan berhadapan langsung dengan ulama yang menancapkan batu hitam itu, ulama itu kemudian menjelaskan maksud pemasangan batu itu yang tiada lain adalah sebagai bentuk upaya penyebaran agama islam di tanah jawa.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Jawaban dari ulama itu tentu tidak diterima langsung oleh raja jin tanah jawa, hingga akhirnya terjadilah perdebatan yang berujung pada pertempuran hebat yang terjadi selama 40 hari 40 malam.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hingga akhirnya penguasa jin yang mulai kewalahan itu memberikan kesempatan kepada para ulama untuk menyebarluaskan agama islam, namun dengan catatan yaitu dengan cara yang tidak memaksa dan jangan sampai meninggalkan adat istiadat dan budaya yang sudah ada.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Syarat-syarat itu pun akhirnya disetujui dan disanggupi oleh para ulama pada saat itu.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hingga kini batu Rajah Ali Kalacakra tersebut masih dijaga oleh masyarakat setempat, ada juga yang menyebutnya sebagai tombak kiai panjang.
The Lost Book @kisahtanahjawa
batu Rajah Ali Kalacakra atau tombak kiai panjang itu hingga kini masih ditempatkan di Puncak Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dengan adanya tombak kiai panjang tersebut membuktikan bahwa Gunung Tidar dan sekitarnya sudah aman dari kekuasaan jin-jin jahat, artinya agama islam dapat berkembang dengan mudah di tanah Jawa.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Demikian sobat javanica cerita singkat tentang sejarah perkembangan agama islam di tanah Jawa yang ternyata pernah saling bersinggungan dengan kerajaan gaib.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pada akhirnya kita menyadari perlu adanya keseimbangan antara agama dan adat istiadat serta budaya leluhur yang menjadi pedoman pandangan hidup.
The Lost Book @kisahtanahjawa
Agar kita sebagai masyarakat Jawa bisa mencapai keharmonisan, keselerasan dan keseimbangan yang bersinergi dengan alam semesta di tanah jawa. Kontributor: Deli Putra
Ferdi @FerdiyanChristo
@kisahtanahjawa Kisah dalam Serat Dharmagandhul dan cerita turun temurun dari nenek moyang lah yg berbicara. Terkadang kita harus mengakui kebenarannya, karena memang fakta dan benar adanya Rahayu mulyaning jagad

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.