1
Woyroy @Rioo43317016
@bacahorror Cerita ini, saya dapat, atau saya dengar dari anaknya yang pernah diasuh oleh seseorang yang ada didalam cerita ini, Masalah benar atau tidaknya itu hak masing-masing. Saya disini menjadi Arjuna, Oke saya mulai ceritanya. Bismillahirrahmanirrahim.
Woyroy @Rioo43317016
Malam itu, Aku yang sedang melamun di bale Rumahku, karena teringat masa-masa ku bersama Haira. " Bagaimana kabar, Haira ya " batinku. Sampai suatu tepukkan pada pundakku, Membuatku terlepas dari lamunanku, Dan segera menoleh, Ternyata Ayahku.
Woyroy @Rioo43317016
Aku : " Ayah.. Lagi asik melamun, malah diganggu. " Ayahku tertawa kecil, dan ikut duduk bersamaku, Lalu menatapku. Ayahku : " Ayah tahu, kamu sedang mencari Jodoh kan? " Aku terdiam, seolah bingung, mengapa Ayahku tahu isi pikiranku. Ayahku : " Saat mendapatkan Ilmu
Woyroy @Rioo43317016
baru dari Ayah, kamu baru boleh menikah. " Aku mengangguk mengerti, Ayahku : " Tapi, setelah menikah cari Roh Leluhurmu, untuk minta satu Ilmu lagi, padanya. " Aku : " Itu mudah." Ayahku : " Kau memang Anak paling sombong, tapi Ayah bangga, mendapatkan Ilmu dari Roh Leluhurmu
Woyroy @Rioo43317016
itu tidak mudah Nak, tapi Ayah yakin kau bisa mendapatkannya. " Aku : " Aku tahu itu tidak mudah, setelah kematian Arny, aku menjadi bersemangat untuk mencari Ilmu kesaktian lagi, agar tidak ada yang seperti Arny adikku." Ayah menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
Woyroy @Rioo43317016
Ayahku : " Andai kita tahu sejak awal temanmu lah pembunuhnya, pasti kita tidak kehilangan Arny. " Aku menatap Ayahku terharu, Tak terasa air matanya menetes. Aku : " Sudah Yah, Arny sudah pergi, dan yang membunuhnya sudah mati, bersama keluarga-keluarganya. "
Woyroy @Rioo43317016
Ayahku hanya diam, dan membakar rokoknya. Lalu ia hisap asap rokok itu dalam-dalam, ia keluarkan perlahan, Tepat diwajahku, Saat asap di mulutnya habis. Ia tertawa terbatuk-batuk, Sambil berkata, Ayahku : " Hahaha!! Mampus semua keluarganya, Mati!! "
Woyroy @Rioo43317016
Aku yang melihat Ayahku terbatuk-batuk, Ikut tertawa bersamanya. Ayahku : Sudah mari kita tidur, besok ada sebuah ujian dariku. " Aku mengangguk mengerti, Lalu Aku dan Ayahku pergi ke kamarnya masing-masing. Aku segera merebahkan badan di ranjang kayu milikku,
Woyroy @Rioo43317016
Tak terasa aku terlelap dalam tidur. Keesokan harinya. Sore hari, Aku yang sedang menunggu Ayahku, Dibale depan rumahku, Ditemani Rokok ditangan. Tak lama, mulai terlihat Ayahku dari kejauhan, Dengan menenteng 2 Ayam Jago, Aku tahu pasti Ayahku habis Sambung Ayam di
Woyroy @Rioo43317016
desa sebelah. Aku : " Gimana,Menang? " Ayahku : " Haha ya pasti dong, Ayam Setan dilawan. " Aku : " Ga sia-sia tiap malam jum'at dimandiin Kembang 7 Rupa, haha. " Ayahku membalas tawaku, Ayahku : " Haha, Tak pernah kalah Ayam ku ini. "
Woyroy @Rioo43317016
Sambil berjalan menuju kandang Ayam, untuk menaruh Ayam Jago tersebut. Tak lama Ayahku, kembali lagi ke Bale, Dan menatapku. Ayahku : " Sudah ayo Ikut aku. " Aku mengangguk mengerti, Ayahku memimpin perjalanan, aku mengikutinya dari belakang.
Woyroy @Rioo43317016
Perjalanan yang jauh, Menuju ujung Hutan ini, Hingga sampai disuatu perdesaan, yang sepi, Kulihat raut wajah penduduk disini, menatap kami sinis, Aku : " Kita ngapain disini, Yah? " Ayahku : " Sudah, ikut saja Aku. " Sampai kami tiba, disalah satu Rumah,
Woyroy @Rioo43317016
Kulihat ada seseorang yang baru keluar dari rumah tersebut, Seseorang itu menatap Ayahku, Lalu mengangguk, Dan pergi meninggalkan Ayahku. Ayahku langsung memasuki rumah tersebut, Aku hanya diam menatap seseorang yang pergi tadi. Ayahku : " Ayo masuk, Nak. "
Woyroy @Rioo43317016
Aku akhirnya memasuki rumah tersebut, Kulihat ada seorang Lelaki Tua, berkisar 35 tahun. Terbaring lemas diatas Ranjang. Ayahku menatapku, Ayahku : " Jaga dia disini, jangan biarkan siapapun mengambilnya. " Ayahku merogoh sakunya, Seperti mengambil sesuatu,
Woyroy @Rioo43317016
Ayahku : " Pegang ini. " Sambil memberikan sebuah keris berukuran kecil, berwarna emas kemerahan. Aku mengangguk mengerti. Ayahku : " Habisi, jangan beri Ampun Arjuna... " Sambil melangkahkan kaki pergi, meninggalkan Aku dan Lelaki Tua ini.
Woyroy @Rioo43317016
Aku menatap Lelaki Tua yang matanya sedang terpejam, Sampai terdengar suara pintu terbuka, Membuatku mengarahkan pandanganku ke pintu tersebut, Tak lama terlihat, Seorang Lelaki Muda seusiaku, memasuki rumah ini. Ia menatapku, dan segera menghampiriku.
Woyroy @Rioo43317016
" Baswara " ucapnya, Sambil mengulurkan tangannya, Aku menyambut hangat tangannya. Aku : " Arjuna.. " Ia tersenyum dan duduk di sebelahku, Merogoh sakunya seperti mencari sesuatu, Kulihat ia membawa bungkus rokok, Sebelum memberikannya padaku,
Woyroy @Rioo43317016
Ia mengambil satu batang rokok, Lalu membakar rokok tersebut. Baswara : " Arjuna, ayahmu bernama Darsa, bukan? " Aku meraih bungkus rokok ditangannya. Aku : " Iya benar, lalu siapa kamu? " Ia menghisap asap rokoknya dalam-dalam, Lalu menghembuskannya, perlahan.
Woyroy @Rioo43317016
Baswara : " Dia adalah Ayahku. " Sambil menatap Lelaki Tua, yang sedang terbaring lemas. Aku terdiam sejenak, menatapnya, Sambil membakar rokokku. Aku : " Kenapa, dia menjadi seperti ini? " Baswara terdiam sejenak seperti mengingat sesuatu,
Woyroy @Rioo43317016
Baswara : " Andai, saat itu, Mbah Dewandaru tidak menuruti permintaan Ayahku, pasti, dia tidak akan seperti ini. " Aku : " Salah Ayahmu, atau salah mereka? " Baswara menarik asapnya dalam-dalam, Dia tertawa terbatuk-batuk. Baswara : " Hahaha, ini hanya masalah Dendam. "
Woyroy @Rioo43317016
Aku : " Dendam, mengapa? " Baswara menatapku, Baswara : " Dendam, Dendam, Dendam, semuanya Dendam pada Ayahku, semuanya menginginkan tubuh Ayahku. " Aku : " Untuk apa? mengapa mereka masih menginginkan, Ayahmu yang terbaring lemas ini. "
Woyroy @Rioo43317016
Ia tertawa, Baswara : " Kau sebenarnya tahu, bahwa Ayahku bukan orang biasa." Aku menatap Lelaki Tua itu sejenak, Lalu mengangguk mengerti. Baswara menambahkan, Baswara : " Itu mengapa Mbah Dewandaru memerintahkan Kau untuk menjaganya, karena Tubuh Ayahku sangat berharga. "
Woyroy @Rioo43317016
Aku : " Berarti, aku kesini karena perintah Mbah Dewandaru? Bukan karena Ayahku? " Ia mengangguk. Baswara : " Mari kutunjukan, sesuatu padamu." Ia beranjak dari tempat duduknya, menuju sebuah Kamar, Dan Aku mengikutinya. Perlahan ia buka pintu tersebut,
Woyroy @Rioo43317016
Dan masuk kedalam kamar, Aku memasuki perlahan kamar itu. Ia berjalan kearah tirai Hitam. Baswara : " Arjuna, kemari." Aku berjalan perlahan kearahnya, Dan sudah berada tepat disampingnya. Ia mulai menarik tirai hitam tersebut, Perlahan.
Load Remaining (189)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.