1
Wagiman Deep (Habeib Selow) @WagimanDeep
Pada'al lasekar FPI pengn masuk emol mo suwiping Atribut Natal doang, tapi malah keburu dicyduk pak polisi.. Jadi batal dah mliat ukhtea2 SPG (seles promosien gel) obat kuwat eang nggemesin ntuh pake baju rusa kulub..hihh, #FPIPublicEnemy pic.twitter.com/Szg8kU3EWz
Semiaji🇮🇩 @semiaji_w
@WagimanDeep Cc: @Kemenag_RI ormas gene mau diperpanjang SKT-nya ? Somplak loe !

Berita lama gaes

detikinet @detikinet
Kisah Polisi Cegah FPI Sweeping Atribut Natal Jadi Viral detik.id/VWmrHl

Di media sosial (medsos) sedang ramai dibahas soal ormas Front Pembela Islam (FPI) yang hendak masuk ke swalayan Mitra Sragen, Jawa Tengah, terkait atribut Natal. Aksi mereka dicegah oleh Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso dan jajarannya.

Video peristiwa ini diunggah akun Sukowati Channel di YouTube seperti dilihat detikcom, Kamis (22/12/2016). Peristiwa ini terjadi depan swalayan Mitra Sragen, Jalan Raya Sukowati No 156c, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (21/12) kemarin.

Di video itu tampak Ketua DPC FPI Sragen Mala Kunaifi bersama sejumlah anggotanya. Mereka hendak masuk ke swalayan, namun dihalangi oleh belasan polisi yang berjaga-jaga di depan pintu masuk swalayan.

Tidak lama kemudian, datang Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, yang mengenakan seragam lengkap dan tongkat komando. Dia bergegas menghampiri dan merangkul bahu Mala meminta agar segera meninggalkan lokasi.

Mala bergeming. Dia dan anggotanya keukeuh ingin masuk ke swalayan untuk memeriksa ada-tidaknya umat Islam memakai atribut Natal. Dia meminta polisi tidak melarang, namun ikut mengawal aksi mereka. Nala mengaku hanya ingin melihat keadaan di dalam.

"Enggak ada saya bilang!" hardik AKBP Cahyo tegas. Mala tetap tidak mau pergi dan mengajak Kapolres Sragen berdebat. Sesekali nada suaranya meninggi. Dia mempertanyakan apa alasan polisi melarang mereka masuk ke swalayan.

"Tidak ada ormas yang bisa menggeledah dan merazia," ujar AKBP Cahyo. "Lho bukan menggeledah, tidak razia ini. Kita bukan razia, bukan geledah," sahut Mala.

"Enggak ada saya bilang!" hardik AKBP Cahyo. Dia menegaskan bahwa ormas FPI tidak punya kewenangan melakukan razia. "Lho bukan wewenang seperti itu. Saya hanya ingin saudara saya di dalam tidak memakai atribut itu (Natal)," ujar Mala.

"Bapak saudara saya. Bapak polisi adalah warga daripada Indonesia. Saya juga warga negara bangsa. Saya ingin baik. Kalau nanti sampai di dalam ada seperti itu, nanti ormas lain enggak terima, repot nanti," kata Mala.

AKBP Cahyo tidak mau merespons ucapan Mala itu. Dia tidak menghiraukan lagi ucapan Mala yang terus membujuk agar polisi mau mengawal FPI Sragen masuk ke swalayan. Seorang anggota Polres Sragen Briptu Ali ikut membantu AKBP Cahyo menghardik Ali supaya tidak masuk ke swalayan. Ormas FPI akhirnya meninggalkan lokasi.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.