Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

SBY dan Gaya 'Katro' Nasdem

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) begitu ngotot dengan rencana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945) tentang perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode atau maksimal 15 tahun.
0

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) begitu ngotot dengan rencana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD 1945) tentang perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode atau maksimal 15 tahun. Isu ini menurut saya mulai terendus dan berkembang setelah Presiden Joko Widodo hadir dalam acara Kongres II Nasdem beberapa waktu lalu.

Jokowi yang sebelumnya menyindir rangkulan mesra Surya Paloh dengan Ketua umum PKS Sohibul Iman paska , tetiba Jokowi seakan tidak mau kalah dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang mendapatkan pelukan erat dari Ketua NasDem Surya Paloh.

Sang Presiden pun membuat peserta kongres kaget. Pasalnya, bekas walikota Solo itu mendatangi Surya Paloh dan langsung merangkul dengan mesra juga. Seketika ruangan pun gemuruh tepuk tangan para peserta kongres. Sekarang pelukan sang Presiden itu jadi balasan bagi Nasdem untuk mendukung masa jabatan Presiden jadi tiga periode.

Hingga timbul pertanyaan saya, ada apa gerangan antara Nasdem dengan Joko Widodo? Apakah ini petanda partai si brewok tengah mencari panggung cari muka kepada Jokowi jelang tahun politik 2024 mendatang? Entahlah, yang pasti, usulan perubahan pasal masa jabatan presiden ini berhembus dari Nasdem.

Meski begitu, usulan tersebut tidak lah mudah untuk direalisasikan. Meski Jokowi telah mengeluarkan statement menolak karena dianggap menampar muka sendiri tersebut, rakyat menganggap itu hanya sebagai ke baperan dari Jokowi atas isu yang sudah terlanjur muncul ke permukaan sebelum sampai ke meja MPR.

Strategi kurang matang untuk mencari muka sudah dianggap sebagai ke katroan yang hakiki bagi Nasdem. Bukan pujian yang didapat, malah konflik baru yang didapat Surya paloh dengan sang junjungan.

Saya pun jadi teringat dengan Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono. SBY menolak untuk menjabat tiga periode meski rakyat yang meminta. Ketua Umum Demokrat itu dengan tegas mengatakan tidak akan maju lagi jadi Presiden. Dan hal itu konsisten dilakukan beliau. Sekarang malah dipanas-panasi oleh koalisi Jokowi dengan mengatakan SBY bisa kembali mencalonkan diri menjadi Presiden. Menggelitik sekali pernyataan Nasdem.

Sebelum dilantik jadi Presiden, SBY berkomitmen dirinya hanya menjalankan amanah Presiden sesuai dengan konstitusi yang ada. Tidak ada keinginan untuk merubah amandemen UUD 1945. Begitu pun di saat dirinya menjabat. SBY tidak akan maju lagi setelah dua periode menjabat. Setelah pensiun pun, SBY tetap tidak ada keinginan kembali mencalonkan diri jadi Presiden. Hal ini semata-mata dilakukan oleh ayah dari AHY dan IBas tersebut untuk rakyat. SBY beranggapan, lamanya seorang memimpin suatu negara maka akan timbul keotoriteran dan rakyat pun bosan dengan pemimpin tersebut. Tak pelak, negara pun jadi tak terurus dengan baik, perekonomian jadi memburuk, dan akan menimbulkan anarkis pada negara tersebut. Bukan hanya SBY, mantan Presiden lain pun yang pernah menjabat di tanah air, tidak ada keinginan untuk menjabat lama-lama. Rakyat pasti bosen lah, masak pemimpin nya hanya Jokowi terus. Memang mau terjadi lagi seperti masa Soeharto?

Yang pasti, Nasdem hanya memiliki urusan sama Jokowi. Jangan bawa-bawa orang lain dalam hal amandemen UUD 1945. Dari sini rakyat sudah bisa menilai dan memprediksi, jika Nasdem dan PDIP memiliki keinginan menguasai tanah air selama-lamanya. Bisa jadi, Republik ini diubah menjadi negara kerajaan atau tirani oleh kedua partai ini. Ini hanya prediksi awam loh, jangan baperan seperti Junjungan mu Joko Widodo.

Comment

No comments yet. Write yours!