Mengurai Bisnis Gelap dan Meresahkan Pertamina di Daerah by @kurawa

Penyalahgunaan wewenang Bisnis Pertamina melalui anak Usaha PT Patra Jasa menguasai Lahan dan Jalan milik Rakyat di Barito Timur Kalimantan Tengah.
3
Rudi Valinka @kurawa
(THREAD) Penyalahgunaan wewenang Bisnis Pertamina melalui anak Usaha PT Patra Jasa menguasai Lahan dan Jalan milik Rakyat di Barito Timur Kalimantan Tengah. Mengurai bisnis gelap dan meresahkan Pertamina di daerah. @erickthohir @basuki_btp @jokowi
Rudi Valinka @kurawa
Awalnya pasti banyak yang bertanya mengapa gue mau susah payah membuka kasus pengambilalihan lahan dan jalan oleh Pertamina (Patra Jasa) di Barito Timur ini? Semua berawal dari DM seorang warga sana yang meminta agar kasus ini bisa disampaikan ke pak Ahok selaku komut baru
Rudi Valinka @kurawa
Banyak orang2 yang melaporkan beberapa kasus lewat jalur DM, tetapi utk kasus ini gue lebih tertarik karena selain membantu mengawasi BUMN ini ternyata kasus ini juga merusak visi misi presiden karena ada usaha menghambat ekonomi rakyat lewat pungli dan menutup infrastruktur
Rudi Valinka @kurawa
1. Kisah keributan ini sebenarnya hanya soal Perebutan Jalan ketika tahun 1967 Permina (nama sebelum Pertamina dibentuk) membuka hutan milik rakyat di Barito Timur sepanjang 60 KM utk angkut pipa dan alat pengeboran Minyak di Tabalong.
Rudi Valinka @kurawa
2. Rakyat sebagai pemilik lahan jalan tersebut terpaksa menerima tawaran kompensasi pembukaan lahan tersebut dengan sistem Tanam Tumbuh yaitu : pembayaran kerugian pohon2 yg di tebang oleh Pertamina. Maklum saat itu Orde Baru begitu berkuasa siapa yang menolak tentunya bahaya
Rudi Valinka @kurawa
3. Mayoritas penduduk asli sana adalah suku Dayak Maa'nyan menerima kompensasi tanam tumbuh dengan alasan jika selesai proyek pertamina ini maka akan dikembalikan ke mereka.. tidak ada bukti hitam putih menandakan mereka yakin bahwa tanah itu tetap milik mereka
Rudi Valinka @kurawa
4. Tahun 1976 proyek mobilisasi pipa telah selesai oleh pertamina, lahan dan jalan pun terbengkalai dan tidak digunakan lagi. Sebagai gambaran jalan masih sempit dan jika hujan mobil akan mudah terperosok akibat tanah yang lembek.
Rudi Valinka @kurawa
5. Tahun 70 hingga 80 an kalimantan adalah "surga" buat Kayu sehingga jalan eks pertamina ini digunakan oleh perusahaan logging Philipina dan PT yayang utk mengangkut kayu dengan persetujuan pemda setempat tentunya
Rudi Valinka @kurawa
6. Pemeliharaan jalan ini dilakukan oleh kedua perusahaan Logging tsb selama kurang dari 20 tahun tanpa ada gangguan dan klaim dari siapapun, era kayu di kalimantan pun berakhir di pertengahan tahun 1990 an, kedua perusahaan logging ini mulai redup dan tidak beroperasi optimal
Rudi Valinka @kurawa
7. Jalan ini pun terbengkalai beberapa tahun setelah kayu semakin sulit, rakyat sana bekerja berkebun terutama menanam karet. Kemudian Kalimantan memasuki era batu bara di awal periode tahun 2000 an. Dan jalan ini pun menjadi akses lagi utk usaha pengangkutan batubaranya
Rudi Valinka @kurawa
8. Sejak tahun 2005 pengelolaan jalan ini amburadul ada satu perusahaan PT puspita alam kurnia yag diberi mandat utk melakukan pelebaran jalan dengan cara menarik retribusi ke pengguna jalan.. uang ditarik namun jalan tak kunjung bagus dan lebar
Rudi Valinka @kurawa
9. Puncaknya di 2008 terjadi keributan besar saat PT PAK dan satu perush pendamping PT Sari Borneo Yufanda (SBY) memaksa memungut tiket jalan spt tol seharga 3x lipat dari biaya resmi, terjadilah kerusuhan yg berakibat terpotong satu lengan warga dan dibalas pembakaran kendaraan
Rudi Valinka @kurawa
10. Akibat kerusuhan ini maka pemda melakukan penghentian sementara, dan diputuskan pada tahun 2010 lewat SK bupati barito timur no 55 jalan ini dipercayakan kepada asosiasi Pertambangan Batubara dan warga secara bergotong royong
Rudi Valinka @kurawa
11. Mengapa jalan ini diserahkan ke asosiasi karena sejak tahun 2009 masuklah PT Senamas Energindo Mineral pemilik ijin resmi penambangan batubara di sekitar jalan tsb yang membuat sistem pertambangan dengan melibatkan warga sekitar layaknya petani plasma di kelapa sawit
Rudi Valinka @kurawa
12. PT SEM membuat sistem penyertaan masyarakat dalam mengangkut batu bara, mereka diberikan leasing dump truk perkeluarga agar bisa mengangkut batu bara dari lokasi ke pelabuhan, mereka diberikan pinjaman sparepart jika truk rusak. Kehidupan ekonomi masyarakat jadi membaik
Rudi Valinka @kurawa
13. Hingga tidak heran sejak tahun 2010 jumlah dump truk yang ada di masyarakat setempat berjumlah 300 unit dan dari sinilah terbentuk asosiasi pertambangan batu bara. Warga banyak yang membangun rumah lebih layak dan mengirim anak mereka ke bangku universitas
Rudi Valinka @kurawa
14. Kenyamanan warga terganggu di tahun 2012 saat Pertamina muncul dan mengklaim bahwa jalan tersebut milik mereka (aset pertamina) saat ditanya bukti kepemilikannya mereka selalu mengelak dan membawa oknum aparat agar menakuti warga
Rudi Valinka @kurawa
15. Pertamina secara sepihak melelang jalan tersebut kepada pihak ketiga, dan menyerahkan kpd PT Megastar Indonesia dgn nilai sewa Rp. 28,5 Milyar/tahun + PPn dengan objek kontrak yg dibuat jalan seluas 17 ha.
Rudi Valinka @kurawa
16. Berikut bukti transfer pembayaran PT Megastar ke Pertamina sebesar Rp. 31.350.030.000. Ini salah satu yg perlu diselidiki pemerintah apakah uang ini benar2 masuk atau tidak ke negara mengingat tdk ada dasar hukum kepemilikan lahan dan jalan pic.twitter.com/USUmgSOZYX
Expand pic
Rudi Valinka @kurawa
17. Gue sangat meyakini pada saat itu pertamina tidak memiliki bukti kepemilikan lahan dan jalan karena setelah gue melakukan investigasi mereka baru membuat sertifikat tahun 2015 (sesi ini akan seru karena banyak sisi tipuannya) Uang Rp. 31 milyar harus diselidiki
Rudi Valinka @kurawa
18. Penunjukan PT Megastar secara sepihak oleh Pertamina mulai mendapatkan penolakan dari Asosiasi Angkutan Batubara BaritoTimur (AABB) karena mereka mempertanyakan legalitas kepemilikan jalan tersebut, jika ditanya selalu dijawab ADA dikantor pusat tanpa pernah dibuktikan
Rudi Valinka @kurawa
19. Pertanyaannya mengapa Pertamina saat itu menunjuk pihak ketiga swasta utk pasang badan? Karena pertamina sebagai badan usaha tidak memiliki ijin usaha pengelolaan jalan spt layaknya jasa marga. Dan dia tidak mau ambil pusing berapa besar pungutan yg harus diminta ke rakyat
Rudi Valinka @kurawa
20. Tahun 2013 PT Megastar melakukan pembayaran ke 2 dengan nominal yang sama di tahun 2012 ke Pertamina sehingga total uang yang masuk sebesar Rp. 62.700.000.000. Lagi2 di pembayaran ke 2 ini Pertamina masih berikan harapan palsu soal bukti kepemilikan mereka, tarsok2 pic.twitter.com/nFwhCnOYlm
Expand pic
Rudi Valinka @kurawa
21. PT Megastar mengalami kerugian besar setelah ditunjuk sepihak oleh pertamina sebagai pengelola jalan, mereka bodoh saat membuat perjanjian hanya diberikan janji kalo surat2 tanah pasti ada padahal nihil, masyarakat terus menolak karena mereka tau ini hanya modus pertamina
Rudi Valinka @kurawa
22. Gue membuka isi perjanjian Pertamina dengan PT Megastar, saat itu pertamina mengklaim lahan milik mereka yg disewakan seluas 171.115 m2 (17 Ha) dengan batas atau peta jalan suka2 mereka aja. Ini salah satu kecerobohan mereka karena bertentangan dengan SK menteri Pertanian
Load Remaining (70)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.