0
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
Dewi Kanti Rela Tak Punya Akta Nikah IRA Indra Wardhana menjadi korban tindakan diskriminatif terhadap kaum penghayat. Dia menganut penghayat Sunda Wiwitan. Banyak pihak yang menganggapnya sesat. Tak hanya Ira, diskriminasi menjadi makanan sehari-hari penghayat Sunda Wiwitan pic.twitter.com/snJlQMOV9g
Expand pic
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
lainnya. Seperti yang dialami Dewi Kanti Setianingsih (39). Sejak menikah 2002 silam hingga sekarang, dia dan suaminya tak memiliki akta nikah. Alasannya klasik, karena Dewi Kanti penghayat Sunda Wiwitan. Dampak tak memiliki akta nikah ini sangat luas. Dewi Kanti tak berhak
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
atas berbagai tunjangan seperti tunjangan kesehatan dari kantor suaminya. Meski faktanya sudah menikah, lantaran tak memiliki akta nikah, sang suami dianggap masih bujang sehingga perusahaan tak berkewajiban memberikan tunjangan istri. Begitu pun saat nanti hamil dan melahirkan,
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
anak yang dikandungnya tak akan mendapatkan akta kelahiran. Imbasnya, merembet pada kehidupan si anak di masa depan. “Pintu masuk diskriminasi kerap datang dari administrasi sipil. Seperti KTP, akte kelahiran, akte perkawinan,” ucap Dewi kepada INILAH, belum lama ini. Kondisi
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
itu, sambung Dewi, seperti rantai kehidupan yang akhirnya tersistematis. Ketika agama tidak dicantumkan dalam KTP, penghayat akan dipersulit dalam urusan administrasi baik di sekolah, perbankan, bahkan dalam pernikahan. Bagi penghayat yang tidak siap dengan tekanan, mereka
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
digiring masuk agama resmi. Misalnya saat akan menikah, sebagian penghayat berbohong dengan mendaftar sebagai penganut agama yang diakui agar mendapat akta kawin. Namun yang bertahan dengan keyakinan semula seperti dirinya, akta perkawinan hanya angan-angan. Dewi mengatakan,
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
selama ini dalam aturan berupa SKB Menteri, UU PNPS 1965 tentang Penodaan Agama, dan lainnya tidak secara jelas menyatakan agama yang diakui negara. Seluruh peraturan itu menyebutkan beberapa agama yang dipeluk orang Indonesia. “Tapi oleh aparatur diterjemahkan, itulah agama
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
yang diakui negara. Di luar itu tak bisa dilayani,” tuturnya. Hingga kini tak semua penghayat Sunda Wiwitan mengantongi e-KTP. Bahkan ada penghayat yang di-Konghucu-kan dalam e-KTP. Kondisi ini tak hanya terjadi di Cigugur Kuningan, tapi juga di daerah lain. Contohnya yang
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
dialami penghayat Tolotang di Sulawesi Selatan. “Namanya Djani Karjani seorang seniman. Di kolom agama terpampang Konghucu. Padahal dia jelas-jelas Tolotang,” ucap Dewi. Tak hanya itu, tahun 2010 lalu saat masih tinggal di Jakarta, dia berniat mengganti KTP. Dalam KTP
Agama Kepercayaan Adat Nusantara #2019gantimayor @agama_nusantara
sebelumnya, kolom agama diisi strip (-). Namun begitu KTP baru jadi, dia pun kaget. Karena di kolom agama dituliskan Islam. Dia pun kembali mengajukan pembuatan KTP untuk memperbaiki kolom agama. Lagi-lagi aparat menganggap enteng dan menuliskan agama di luar keyakinan Dewi.

Masih nyaman Dibicarakan?

Soepeno @soepeno321
@agama_nusantara @valencia_amara Inikah wajah Bumi Pancasila? Dimanakah "Kemanusiaan yg adil dan beradab"? Sampai segitunya tega melakukan pembunuhan karakter warganya sendiri! Hanya karena beda keyakinan!.
pieterpitojo @pieterpitojo
@agama_nusantara Di bbrp neg maju yg sekuler, dikenal 2 macam hub suami-istri: 1. nikah 2. Ralationship. 2-2nya diakui negara layaknya suami-istri. Anak yg lahirnya dari 2 macam hub ini ditulis nama ibu & ayahnya di akta kelahirannya. Jd tdk ada diskriminasi gara" agama & pernikahan.
Devi @Devienzha
@agama_nusantara @ariel_heryanto Setahu saya untuk penghayat kepercayaan sudah bisa dibuatkan akta nikah. Beberapa waktu yg lalu saya menonton berita di tv atau youtube (lupa) salah satu penghayat kepercayaan di jawa tengah sudah bisa mendapatkan akta nikah. Mungkin bisa diurus kembali
𝚅𝙳 @oktobercerita
@agama_nusantara Sempat berdebat sama temen tentang masalah ini dan emang se-susah itu untuk membuka pikiran mereka. "toleransi boleh, tapi jgn terlalu." Menurutku seharusnya masalah tersebut perlu ditindaklanjuti apalagi menyangkut hak untuk menjalani kehidupan khususnya kehidupan bernegara.
KowarKawer @eko2471
@Devienzha @agama_nusantara @ariel_heryanto Jangan terlalu berharap pada berita. Beberapa waktu yang lalu bupati bantul bilang kalaubibadah tinggal ijin mensirikan rumah ibadah tinggal ijin. Nyatanya digrebeg polisi, imb dicabut, rumah dilempari.
Khadija @unwrappedlolly
@oktobercerita @agama_nusantara “Toleransi tapi jangan terlalu”, padahal agama dari luar dulu bisa tumbuh berkembang di Indonesia juga karena agama asli tanah ini bertoleransi dan menyambut berbaurnya mereka.
pieterpitojo @pieterpitojo
@agama_nusantara Di bbrp neg maju sekuler, partner relationship bisa dtg ke bank bikin account bersama, dan pajaknya pun bs dihitung sbg penghasilan & pengeluaran bersama. Tidak ribet sama sekali. Negara tidak ngurus agama rakyatnya. Juga mau kawin seagama/tidak, bukan urusan negara...
pieterpitojo @pieterpitojo
@agama_nusantara Di negara maju sekuler, negara akan memberi hak & kewajiban yang sama dan adil pd setiap rakyatnya tnp memandang mayoritas/minoritas agama yg dipeluknya... Krn negara tidak ngurus agama warganya. Agama itu rana privat
Hamka Gum @hamkagum
@destarioEgi @agama_nusantara Mas kalo sunda wiwitan itu apakah kategori agama atau kepercayaan atau apa?

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.