Created on App

Memahami fitur topic di twitter by @hamtiar_

Chirpified
1
P'Ham @hamtiar_

Fitur Topic di Twitter. Buat yang sudah update Twitter, di pilihan menunya pasti muncul label "Topic". Kalau diklik nanti muncul penjelasan singkatnya. Tapi, apa hal buruk yang akan terjadi pada kita terhadap berlakunya fitur ini? (A Thread)

29/11/2019 22:48:00 WIB
P'Ham @hamtiar_

Sebelumnya, cara kerja Topic ini gimana, sih? Kalau di Instagram, kita bisa ngefollow tagar, kan? Lalu kalau ada postingan yang pakai tagar itu maka akan muncul di TL kita walau kita gak follow akun itu. Cara kerja ini fair menurutku, karena kita sengaja follow tagar itu.

29/11/2019 22:51:38 WIB
P'Ham @hamtiar_

Tapi di Twitter nggak gitu mainnya. Twitter akan membaca aktivitas kita lalu menyusun topiknya berdasarkan aktivitas itu. Nantinya, di timeline kita secara otomatis akan muncul konten-konten yang menyinggung soal topik itu. Penasaran nggak apa yang Twitter rekam dari akun kita?

29/11/2019 22:56:06 WIB
P'Ham @hamtiar_

Caranya, buka Topic - - > Twitter Data - - > Interest - - > lalu cek aja Interest Twitter atau Interest Partner. Ketika kubuka punyaku hasilnya cukup menyebalkan. Hahaha.

29/11/2019 22:58:55 WIB
P'Ham @hamtiar_

Hanya karena aku lihat TT soal Tara Basro lalu aku ngikutin twit orang-orang soal Tara Basro, tiba-tiba kata kunci Tara Basro jadi salah satu topikku. Wajar saja jika akun berita yang kufollow lagi nyebar tulisan, yang muncul di TL-ku bukan soal Ade Armando tapi Tara Basro.

29/11/2019 23:02:52 WIB
P'Ham @hamtiar_

Dalam catatan topik yang dikumpulkan Twitter itu sebenarnya bisa kita pilih mana yang relevan dan mana yang enggak. Tapi buanyaaak. Hahaha. Nah, sekarang bahas soal dampaknya pada aktivitas bertwitter kita.

29/11/2019 23:07:45 WIB
P'Ham @hamtiar_

Dampak yang paling kelihatan dari ini adalah berlakunya efek Echo Chamber. Lewat echo chamber ini, kita akan terus mengonsumsi informasi yang itu-itu aja.

29/11/2019 23:10:46 WIB
P'Ham @hamtiar_

Michael Stefanone, profesor di Departemen Komunikasi University of Buffalo berpendapat bahwa tujuan dari media sosial adalah mengumpulkan orang-orang yang sepemikiran. Jangankan merayakan kebebasan informasi, Twitter malah mempersempit pandangan kita. vice.com/en_us/article/…

29/11/2019 23:17:08 WIB
P'Ham @hamtiar_

Lantas apa yang gawat dari hal ini? Twitter bisa jadi tempat nyaman untuk merawat hoaks, mengentalkan fanatisme, hingga radikalisme. Simak video berikut untuk tau lebih jauh bagaimana echo chamber bekerja. youtu.be/RwCjlP0fCvw

29/11/2019 23:22:13 WIB
Expand pic
P'Ham @hamtiar_

Misalnya, topikmu adalah anti-feminisme. Twitter akan mempertemukanmu dengan informasi atau akun-akun lain yang juga anti-feminisme. Karena sudut pandang itu mulu yang kamu konsumsi tiap hari, kamu jadi yakin kalau feminisme adalah salah.

29/11/2019 23:27:37 WIB
P'Ham @hamtiar_

Mungkin sesekali, konten yang berseberangan dengan ideologimu akan muncul di TL. Tapi karena merasa konten kayak gitu "jarang" ada dan dianggap salah, kamu pun tergelitik untuk mencibir atau malah menyesat-nyesatkan.

29/11/2019 23:32:07 WIB
P'Ham @hamtiar_

Jiia kita suka dengan topik yang itu-itu aja, kita bisa dengan mudah termakan hoaks, lho. Sebab, Twitter hanya menyaring topik saja, sementara itu informasi bisa diproduksi oleh siapa saja, bahkan akun anonim sekalipun.

29/11/2019 23:46:01 WIB
P'Ham @hamtiar_

Minimnya konsekuensi pada anonimitas membuat individu di twitter berperilaku lebih berani, kasar, blak-blakan, bahkan ngawur. Apalagi kalau yang kayak gini justru dapat banyak dukungan gara-gara efek echo chamber. Makin giat dong bikin iklim tak sehat di media sosial.

29/11/2019 23:51:44 WIB
P'Ham @hamtiar_

Mau nutup twit ini terus baca yang atas-atas baru nyadar ternyata aku kecampur-campur antara echo chamber dan filter bubble. Taee... pic.twitter.com/a2yHHzxdPH

29/11/2019 23:59:43 WIB
P'Ham @hamtiar_

Gampangnya gini deh. Kalau kita teriak-teriak di dalam gua, kita pasti dengar gema suara kita sendiri, kan? Nah, fenomena itu kalau di era internet seperti ini dikenal dengan istilah echo chamber.

30/11/2019 00:02:31 WIB
P'Ham @hamtiar_

Fenomena itu dibantu oleh algoritma internet dengan mereduksi informasi berdasarkan kecocokan, relevansi, dan preferensi. Nah, ini yang bisa kita sebut sebagai filter bubble.

30/11/2019 00:05:11 WIB
P'Ham @hamtiar_

Dengan kombo echo chamber dan filter bubble itulah kita makin mantap berada di dalam tempurung informasi. Padahal seolah-olah kita sedang menikmati keterbukaan informasi. Kayak makan meses warna-warni padahal rasanya sama kayak yang coklat. Ironi. pic.twitter.com/2SBqj5YASj

30/11/2019 00:10:50 WIB
P'Ham @hamtiar_

Meski kita berjejaring secara global, tapi apakah kita benar-benar sudah beranjak dari bubble kita masing-masing? Selamat malam. pic.twitter.com/cZhINgX7PW

30/11/2019 00:18:30 WIB
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!