2
Rizal Do @afrkml
AKHIR KEHIDUPAN TATA SURYA --- A THREAD Segala sesuatu pasti akan mati, tidak ada yang kekal di dunia ini, termasuk Tata Surya. Kematian merupakan simfoni kehidupan yang bersinergi dengan Entropi dan Hukum Termodinamika Kedua. Semua ini berawal dari Matahari yang sekarat. RT! pic.twitter.com/6mauom0BKX
Expand pic
Rizal Do @afrkml
siap2 sabuk pengaman! kita akan jalan2 menuju Tahun 10.000.000.000!
Rizal Do @afrkml
Here we go! Tahun 5.000.000.000 Masehi silakan pakai kacamata anda. kalian akan melihat benda langit hitam berpijar jingga ini tepat di atas atmosfer bumi yap, inilah Matahari. Teman kita ini, tengah sekarat pic.twitter.com/mqHHcZ7YC2
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Pesawat kita belum terbang tinggi. Perhatikan sekeliling kalian! Yap betul sekali, inilah keadaan bumi di tahun 5 Miliar. tahun ketika Matahari akan mati. tahun ketika seluruh samudra menguap. termasuk spesies kita sendiri :) pic.twitter.com/70RdvhZjlZ
Expand pic
Rizal Do @afrkml
kalian bisa amati, Matahari semakin besar. planet tetangga kita, Merkurius dan Venus sudah tidak ada. mereka telah lenyap, menyatu dengan Sang Bintang Jingga Apa yang sebenarnya terjadi? apa yang sebenarnya 'akan' terjadi pada Sang Bintang Jingga? apakah kita akan selamat?
Rizal Do @afrkml
Oke, mari kita mulai Tidak ada yang abadi/kekal di dunia ini, termasuk Matahari. Hukum termodinamika 2 (Entropi) menjelaskan bahwa segalanya memiliki akhir, termasuk bintang-bintang.
Rizal Do @afrkml
Bintang berukuran medium, seperti Matahari termasuk salah satu bintang yang akan merasakan kematian. Dampak kematiannya sangat luar biasa hingga mampu menelan planet-planet terdekatnya, termasuk Bumi ... mungkin pic.twitter.com/Dtk8x3uVzB
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Menelan, memiliki arti memasukkan apapun ke dalam lambungnya. Artinya, memakan bumi atau menelan bumi hidup-hidup dengan bergabung bersamanya Apa maksudnya? pic.twitter.com/5GJsCODP0p
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Untuk memahami ini, kita perlu tau dulu apa itu Matahari dan apa saja yang terjadi di dalam Matahari
Rizal Do @afrkml
Pada waktu kecil, kita mengira bahwa Matahari itu terbakar. Nyala matahari berasal dari api yang mengitarinya., tentu saja anggapan ini keliru Hahahaha, reaksi pembakaran membutuhkan oksigen, sedangkan tidak ada oksigen di luar angkasa. Bagaimana bisa matahari terbakar?
Rizal Do @afrkml
Jadi, Matahari tidak terbakar! Mari kita ganti persepsi kita tentang itu. Jika demikian, apa yang terjadi pada matahari sehingga membuatnya bersinar sedemikian rupa?
Rizal Do @afrkml
Matahari merupakan benda langit dengan hidrogen sebagai bahan dasar mayoritas penyusun tubuhnya, Matahari sangatlah besar. Saking besarnya, gravitasi yang bekerja pada sang Bintang Jingga terlalu kuat sehingga cenderung ingin meruntuhkan dirinya sendiri menuju inti
Rizal Do @afrkml
Perilaku matahari untuk meruntuhkan dirinya sendiri menuju inti akibat gravitasi yang sangat kuat, memaksa atom-atom sederhana, seperti hidrogen berdesakan satu sama lain. Tidak hanya sekadar ‘berdesakan’, mereka secara harfiah bertumpukan satu sama lain
Rizal Do @afrkml
Secara alami, atom-atom tidak ingin berdekatan. Mereka benci berdekatan sehingga ada jarak antar atom dengan atom lainnya. Jarak ini diremas secara brutal oleh gravitasi sehingga membuat mereka tidak punya pilihan lain, selain bertumpuk dan menyatu! pic.twitter.com/6b7JQNlq1j
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Penyatuan dua atom kita kenal sebagai reaksi Fusi. Reaksi ini tentu saja mengandung konsekuensi besar. Kita aja makhluk normal kadang gasuka dipaksa-paksa, apalagi dipertemukan sedemikian rupa, pastinya akan timbul banyak gejolak.
Rizal Do @afrkml
Sama halnya seperti atom2 hydrogen, penyatuan keduanya melepaskan energy yg sangat sangat besar. besarnya energy yg dihasilkan dari penyatuan kedua atom ini bisa disandingkan dg besarnya energi bom atom hirosima dan Nagasaki yang pernah meledak di Jepang puluhan tahun yang lalu pic.twitter.com/C8QjkY1uMG
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Yap! Sangat besar! Sekarang bayangkan ada berapa banyak atom hydrogen di tubuh Matahari? Berapa banyak reaksi fusi yang terjadi setiap detiknya? Seberapa besar energy yang dihasilkan reaksi ini setiap detiknya? pic.twitter.com/xlyIByXJZc
Rizal Do @afrkml
Energy inilah yang membuat Matahari menyala sedemikian rupa sehingga membuat kita mengira bahwa Matahari “terbakar”
Rizal Do @afrkml
FYI, energy yang dilepas oleh reaksi fusi di dalam inti bertabrakan dengan gravitasi yang ingin meruntuhkan seluruh massanya menuju inti. Alias, antara reaksi fusi dan gravitasi tuh saling dorong-mendorong satu sama lain, berusaha utk menjadi yang terkuat dan tertangguh. pic.twitter.com/uR1etIZ8U2
Expand pic
Expand pic
Rizal Do @afrkml
Selama hidrogen di dalam Matahari masih ada, matahari akan tetap stabil. Gravitasi tidak akan mampu melawan energy fusi ini terlalu lama.
Rizal Do @afrkml
Tapi kawan, bahan bakar hidrogen ini suatu saat akan habis dan menjadi helium. Ukuran Matahari terlalu ‘kecil’ untuk melanjutkan reaksi fusi menggunakan helium (karena hidrogen sudah hampir habis)
Rizal Do @afrkml
Hal itu membuat permukaan Matahari menjadi membengkak. Reaksi fusi yang ada di dalam inti pada titik ini akan melepaskan sejumlah besar energy yang mampu membuat tubuhnya membengkak. Untuk sementara Gravitasi seakan-akan ‘mengalah’
Rizal Do @afrkml
Gravitasi sangat licik, dia tahu bahwa Matahari sedang sekarat karena mulai kehabisan bahan bakar
Load Remaining (26)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.