1
Ibadah Sosial @butoable
Sakit memang rasanya, bila cinta ditolak. Banyak tragedi yang terjadi, gara-gara cinta bertepuk sebelah tangan. Tidak hanya kita-kita saja yang mengalami. Orang ‘besar’ pun pernah merasakan pahitnya sebuah penolakan. Tan Malaka adalah salah satunya. pic.twitter.com/zPLaBgAtkm
Expand pic
Ibadah Sosial @butoable
Tan Malaka, dalam sepenggal kisah hidupnya memang pernah merasakan pahitnya ditolak cinta. Tapi, Tan Malaka tak lantas merasa dunia kiamat karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Ibadah Sosial @butoable
Dia tak seperti kita-kita yang cepat-cepat bikin thread sedih di twitter, tatkala kisah cintanya runtas di tengah jalan. Walau saya juga tak tahu, apakah Tan Malaka juga akan bikin thread, seandainya sudah ada di twitter ketika itu.
Ibadah Sosial @butoable
Saat muda, Tan Malaka pernah dihadapkan pada situasi tersulit dalam hidupnya. Ia ketika itu baru lulus dari sekolah raja (Kweekschool) di Bukittinggi. Syahdan, ketika itu, Tan Malaka yang masih berusia 17 tahun diputuskan dapat gelar datuk.
Ibadah Sosial @butoable
Keputusan itu berdasarkan rapat tetua adat Nagari Pandan Gadang, Lima Puluhan Kota. Tan Malaka mati-matian menolak. Namun ancaman pun keluar, yang akhirnya membuat Tan ‘menyerah’. Ibunya memberi pilihan sulit, menerima gelar atau segera menikah.
Ibadah Sosial @butoable
Tan Malaka pun akhirnya menerima gelar datuk. Gelar yang merupakan gelar tertinggi dalam adat Minang. Gelar lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka Namun di balik itu, ada kisah lain yang membuat Tan Malaka akhirnya menerima gelar tersebut.
Ibadah Sosial @butoable
Ternyata, dia memendam rasa suka kepada seorang gadis. Dia mencintai gadis tersebut. Itu yang membuatnya memilih gelar datuk, gelar yang didebatnya dengan sengit, ketimbang harus kawin dengan perempuan pilihan ibunya.
Ibadah Sosial @butoable
Dia, Syarifah Nawawi. Mengutip Majalah Tempo, Edisi Khusus Kemerdekaan, “Bapak Republik yang Dilupakan”, yang terbit 17 Agustus 2008 Syarifah adalah anak keempat Nawawi Sutan Makmur, guru bahasa Melayu di Kweekeschool. pic.twitter.com/XWt5AxatPy
Expand pic
Ibadah Sosial @butoable
Benih cinta Tan Malaka mulai tumbuh ketika pertama kali dia bertemu dengan Syarifah saat sama-sama sekolah di Kweek. Tan dan Syarifah tercatat sebagai siswa Kweek angkatan 1907.
Ibadah Sosial @butoable
Ketika itu, siswi satu-satunya di angkatan itu adalah Syarifah. Kepada kembang kelas itu, cinta Tan mulai tumbuh. Di Kweekschool, cintanya mulai menggeliat. Sampai akhirnya Tan Malaka harus pergi ke Belanda, melanjutkan studinya.
Ibadah Sosial @butoable
Seperti lelaki muda lainnya, walau terpisah ribuan mil, Tan Malaka rajin berkirim surat kepada Syarifah. Bukan berkirim jagung dan gandum. Sampai kemudian ia coba melepaskan ‘panah asmaranya’. Lewat surat, ia mengungkapkan rasa cintanya kepada teman satu angkatannya itu.
Ibadah Sosial @butoable
Catat ya, lewat surat, bukan lewat status facebook, atau via pesan whatsapp. Apalagi lewat acara reality show tak penting itu di televisi. Tapi lewat surat, alat komunikasi pesan yang kini sudah dianggap usang.
Ibadah Sosial @butoable
Namun Apa daya, cinta Tan Malaka yang diungkapkan lewat surat itu tak berbalas alias bertepuk sebelah tangan. Syarifah si gadis pujaan menolaknya. Kecewa? Sudah pasti Tan kecewa. Tapi ditolak cinta, tidak lantas membuat Tan Malaka frustasi.
Ibadah Sosial @butoable
beliau tidak mengambil langkah-langkah yang tak masuk akal. Misalnya meminta dukun untuk bertindak. Atau dengan konyol, memasukkan alat dapur ke leher korban dengan cara santet. Beliau pilih move on. Dalam rumus hidupnya, masih banyak yang bisa dikerjakan, ketimbang meratapinya.
Ibadah Sosial @butoable
Bagi Tan Malaka, urusan ditolak cewek itu, urusan kecil. Urusan yang gampang diatasi. Masa iya sekelas Tan Malaka tak bisa mengatasi itu. Wong, mengatasi intel saja dia mampu. Inget ya, intel yang dikangkangi Tan Malaka, bukan sekedar intel Melayu yang suka bangga nan sombong.
Ibadah Sosial @butoable
Kecewakah Tan Malaka? Tan Malaka, manusia biasa. Ia pun pasti punya rasa kecewa. Dia bukan Nabi, bukan pula wali. ia bukan super, ia bukan star, ia hanyalah orang yang ingin dicintai.
Ibadah Sosial @butoable
Cinta ditolak, tak membuat Tan Malaka merasa dunia akan kiamat. Dia tidak perlu mengeluarkan ancaman bakal pindah rumah, andai si pujaan hati naik pelaminan dengan orang lain. Beliau tidak secemen orang-orang halu gara-gara cintanya ditolak, lalu menindak dukun.
Ibadah Sosial @butoable
Bagi Beliau, cinta ditolak, maka harus bertindak. bekerja lebih keras, lebih gigih dan revolusioner lagi, tidak usah memikirkan masalah kegagalan asmara, karena itu akan menghambat.
Ibadah Sosial @butoable
Begitulah kisah pahit cinta pertama Tan Malaka. Namun, berkat kegigihannya dan berpikir revolusioner, banyak perempuan keren yang kepincut sosok beliau.
Ibadah Sosial @butoable
ada beberapa nama perempuan lain yang kepincut beliau. Salah satunya dengan Fenny Struyvenberg, mahasiswa kedokteran berdarah Belanda. Menurut gosip sejarah, dengan Fenny, Tan Malaka menjalin hubungan serius. Sayang, tak jelas kemudian seperti apa hubungan kedua insan tersebut.
Ibadah Sosial @butoable
Perempuan lain yang juga disebut-sebut sempat singgah dalam kehidupan Tan Malaka adalah Nona Carmen, anak seorang rektor di Manila. Tan Malaka mengenal Carmen, dalam pelariannya di Filipina. Tapi kisahnya dengan Nona Carmen pun tak jelas juntrungnya.
Ibadah Sosial @butoable
Lalu muncul nama Paramita Rahayu Abdurrahman, keponakan Ahmad Soebarjo yang ketika itu menjadi Menteri Luar Negeri. Tan dikabarkan berhubungan intens dengan Paramita. Bahkan ada yang menyebut keduanya telah tunangan. Tapi, kisah Tan dengan Paramita pun tak jelas ujungnya.
Ibadah Sosial @butoable
Namun yang paling menarik adalah kisah Tan Malaka dengan Syarifah, cinta pertamanya. Setelah menolak Tan Malaka, Syarifah menikah dengan R.A.A. Wiranatakoesoema Bupati Cianjur saat itu. Catat ya, Wiranatakoesoema adalah seorang bupati. pic.twitter.com/2HRtPUpvGs
Expand pic
Ibadah Sosial @butoable
Ketika menikahi Syarifah, Wiranatakoesoema sudah punya lima anak dari dua selirnya. Tapi ya itulah, dia bukan orang biasa. Dia seorang bupati. (((BUPATI))) Tahun 1924, Wiranatakoesoema, menceraikan Syarifah.
Ibadah Sosial @butoable
Syahdan, Tan Malaka sempat mendatangi Syarifah untuk meminangnya. Lagi-lagi cinta Tan Malaka ditolak. Sungguh kisah cinta yang sangat pahit. Dua kali ditolak, oleh perempuan yang sama pula. Masyallah, kegigihanmu, Pak!
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.