3
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
[THREAD] BLOODLINE PRIVILEGES - It DOES Makes Your Life Much Easier Ada yg harus kerja keras keluar effort double demi mendapat apa yg dia inginkan. Tapi ada juga yg bisa dapat apapun yg dia mau cukup dengan minta mama papa. Sekuel lanjutan dari thread Beauty Privileges. ๐Ÿ˜„ pic.twitter.com/XIjCEVgr3e
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุฎู…ู† ุงู„ุฑ ุญูŠู…. Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ada pendapat yg mengatakan bahwa kerja keras aja gak cukup. Dari sini kemudian muncul pendapat bahwa faktor resource/modal dari ortu juga megang faktor penting. Setujukah Anda??
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Thread ini merupakan sekuel dari thread Beauty Privileges yg kubuat. Bagi yg belum baca, silahkan mampir dulu di tautan ini ya. Disitu saya sebutkan bahwa ada dua tipe privileges yg bener2 memudahkan hidupmu. Salah satunya adalah Bloodline Privileges. twitter.com/WidasSatyo/staโ€ฆ
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Ratcliffe (2015) dari @urbaninstitute dlm literature reviewnya menulis ttg fenomena pencapaian seseorang ketika dewasa itu dipengaruhi kondisi keluarga mereka. Mereka yg miskin cenderung punya kesempatan lebih kecil untuk bisa lebih sukses dibanding mereka yg gak pernah miskin. pic.twitter.com/rz6u7mxzf8
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Penjelasan diatas sejalan dengan riset dari @MarketWatch. Dimana semakin besar penghasilan orang tuanya, semakin besar pula potensi pendapatan anaknya di masa depan. Beragam kesenjangan sosial yg ada, diyakini jadi sebab kenapa ketimpangan ini terjadi di masyarakat. pic.twitter.com/gYi33hdENr
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Menurut @pewresearch, di Amerika, 65% responden meyakini gap sosial antara si kaya dan si miskin semakin besar. 20% biasa2 aja. 7% justru nganggap gap itu mengecil. Dari sekian banyak responden yg jawab makin besar, 57% beranggapan bahwa ini fenomena yg gak bagus buat society. pic.twitter.com/ddD8yWWADn
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Quint et al (2018) menjelaskan, dari aspek kesehatan fisik aja, mereka yg lebih miskin cenderung punya kondisi yg gak begitu baik. Seperti kurangnya asupan gizi yg dikonsumsi. Begitupula dari aspek mental, kognitif, dan pendidikan yg semuanya cenderung punya negative outcomes. pic.twitter.com/QqAKtUzzV2
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Pendapat bahwa kelompok upper class punya hidup overall yg lebih baik, sejalan dengan riset dari @pewresearch. Bisa dilihat hampir 50% kelompok upper class yg merasa lebih puas dgn kondisi keuangan mereka saat ini dibanding kelompok middle class dan lower class. pic.twitter.com/SRFZ0FvUuj
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Quint et al (2018) juga membahas stigma yg melekat pd individu miskin vs tajir. Bahkan ada yg memberikan penilaian itu berdasar traits mereka masing2. Kalo tajir brarti lu tipe pekerja keras. Kalo miskin brarti lu males. Atau lu cakep krna tajir. Dan lu buluk krna miskin. pic.twitter.com/VznEbFXxvx
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Stereotip semacam itu juga pernah dibahas oleh @pewresearch. Dimana mereka yg tajir dianggap lebih cerdas (43%). Dianggap lebih pekerja keras (42%). Namun juga dianggap lebih serakah (55%) dan dianggap gak begitu jujur (12%), dibandingkan sama yg lebih miskin. ๐Ÿ™ƒ pic.twitter.com/YWZABLxKwJ
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Karagiannaki (2017) berpendapat bahwa kekayaan orang tua seorang anak membuat mereka lebih unggul dlm market labour advantage. Misal, bisa kursus ini itu, jd gampang kalo resign krna ekonomi keluarga gak terbebani, dan bisa pake koneksi orang dalam untuk dpt karir yg lebih baik. pic.twitter.com/QLH5UO77Ze
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Privileges untuk bisa menikmati aktivitas atau pendidikan extra dijelaskan oleh riset yg dilakukan @pewresearch. Disitu dijelaskan bahwa aktivitas atau pendidikan diluar sektor formal lebih banyak dirasakan oleh mereka yg berasal dari kelompok dengan penghasilan lebih tinggi. pic.twitter.com/jkTKHKcURY
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Jadi, inti dari Bloodline Privileges adalah gimana garis keturunan yg Anda punya mampu memberikan Anda banyak kemudahan. Faktor Anda ANAKNYA SIAPA itu berperan banget dlm kesuksesan Anda. Mungkin ilustrasi komik singkat ini bisa memberikan penjelasan : digitalsynopsis.com/inspiration/prโ€ฆ
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Saya kasih contoh lain. Naruto gak akan bs kyk gitu kalo BUKAN krna anak dari Hokage Keempat. ๐Ÿ™ƒ Luffy gak akan diperhitungkan kalo BUKAN krna masih satu garis keturunan dgn keluarga D. ๐Ÿ™ƒ Batman dan Iron Man gak akan mampu bikin armor kalo dulu ortunya BUKAN konglomerat. ๐Ÿ™ƒ pic.twitter.com/53y7LdKCjY
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Lalu apakah mereka yg terlahir dari keluarga miskin gak punya kesempatan "naik kelas"?? Punya. Bisa. Tapi effort yg keluar ga main2. Seperti yg diuraikan dlm riset ini. Uraiannya panjang dan menarik. Jadi lebih baik saya cantumkan lengkap disini. tandfonline.com/doi/full/10.10โ€ฆ
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
"Loh mas widas, bukankah suatu hal yg wajar bagi ortu memberikan YANG TERBAIK??" SANGAT WAJAR. Makanya, orang pada berlomba-lomba kerja keras biar bisa memberi anaknya privilege fasilitas sebanyak-banyaknya. Itu kalo melihat pola spending kelompok middle class menurut @Spire. pic.twitter.com/COj2cjXm9e
Expand pic
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Pada akhirnya, kita gak bisa menolak fakta bahwa garis start tiap orang berbeda. Ada yg sejak kecil dimanja banyak fasilitas. Ada yg sejak kecil udah harus banting tulang bantu keluarga. Sebetulnya itu gak jd masalah andai aja NEGARA bisa amanah 100% sama pasal 34 UUD 1945.
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Jadi kalo ada yg berpendapat : "My parent's wealth doesnt affect my plan and my future" Oh yes it does, my dear. Gak ada yg salah dgn seseorang manfaatkan privilege yg mereka punya. Yg agak nganu adalah kalo beranggapan orang lain gak cukup bekerja keras. You have no idea. ๐Ÿ˜Š
Widas ๐ŸŠ @WidasSatyo
Salam buat kalian para pejuang rumah tangga. Buat para tulang punggung keluarga. Semoga selalu diberi kemudahan mencari rezeki, biar kelak bisa memberikan anak2 kita privilege yg dulu gak bisa kita nikmati. ๐Ÿ˜Š Panjang umur perjuangan! [THREAD - END]

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.