2
Mazzini @mazzini_giusepe

Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis.

Mazzini @mazzini_giusepe
Drama percintaan lo ngerasa yang paling tragis? Yakin? Sudah tau kisah cinta Kapten Pierre Tendean dan Rukmini Chaimin? Mereka menjalani hubungan beda agama & hubungan jarak jauh. Sudah mempersiapkan acara pernikahan, November 1965. Tapi semua bubar gegara peristiwa G30S. pic.twitter.com/N7m5NzZAfs
Expand pic
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
1. Pierre Andreas Tendean dilahirkan di Jakarta pada 21 Februari 1939. Ayahnya Dr. A.L. Tendean berdarah Minahasa dan Ibunya Cornet M.E berdarah Belanda Prancis. pic.twitter.com/4ANTVrvnQ0
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
2. Pierre anak kedua dari 3 bersaudara, Mitze Farre (kakak perempuan) dan  Rooswidiati (adik perempuan), beliau satu-satunya anak laki-laki di keluarga. pic.twitter.com/6rHnka7QjK
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
3. Masa pendudukan Jepang di Indonesia, keluarga Dr. A.L. Tendean pindah ke Magelang sebagai wakil kepala rumah sakit di sana. Di kota ini, Pierre menghabiskan masa kecilnya sampai menyelesaikan masa sekolah dasar.
Mazzini @mazzini_giusepe
4. Cita-cita Pierre menjadi tentara sudah tumbuh sejak kecil. Karena  semasa kecil, Pierre kerap melihat pemuda pejuang kemerdekaan yang sering mampir ke rumah menemui ayahnya meminta persediaan obat-obatan untuk kepentingan gerilya. pic.twitter.com/xe5OyBZIQF
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
5. Hal itu membuat Pierre bertekad memasuki Akademi Militer Nasional (AMN), cita-citanya sempat ditentang oleh orang tua karena orang tuanya menghedaki Pierre menempuh pendidikan Kedokteran dan jadi dokter. Tapi Pierre bersikeras mewujudkan cita-cita sebagai tentara.
Mazzini @mazzini_giusepe
6. Larangan orang tuanya tak lain karena Pierre adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, jika berkarir sebagai tentara orang tua khawatir karena menjadi tentara harus siap mengorbankan jiwa. Kekhawatiran orang tua Pierre kelak menjadi kenyataan.
Mazzini @mazzini_giusepe
7. Satu-satunya anggota keluarga yang setuju dengan cita-cita Pierre hanyalah Mitzi Farre, kakak perempuannya. Untuk menghibur hati orang tuanya, selain mendaftar AMN, Pierre juga mendaftar di Fakultas Kedokteran UI
Mazzini @mazzini_giusepe
8. Melihat hasil test di Fakultas Kedokteran UI yang tidak lulus, maka orang tua Pierre merelakan dirinya menempuh pendidikan di AMN. Menurut Mitzi, adiknya tidak lulus Fakultas Kedokteran UI bukan karena gagal, tapi karena dirinya memang tidak mengerjakan soal ujian test. pic.twitter.com/VhvpCv70E7
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
9. Selama menempuh pendidikan sebagai taruna, Pierre dikenal disiplin & ramah, maka dari itu Pierre disenangi teman seangkatan, senior maupun juniornya. Dia juga dikenal sebagai pribadi dengan jiwa kepemimpinan, menjadikan dirinya dipilih sebagai Wakil Ketua Senat Korp Taruna. pic.twitter.com/MBIlkTOUts
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
10. Tahun 1963, Pierre Tendean yang saat itu berpangkat Letnan Dua, bertugas sebagai Komandan Peleton Batalyon Tempur 2, Kodam II Bukit Barisan di Medan. Saat bertugas di Medan inilah awal mula Pierre bertemu dengan pujaan hatinya. pic.twitter.com/CBRnMm52Ok
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
11. Kala itu ia tidak dalam keadaan dinas, diajak oleh kawannya bermain ke rumah pak Chaimin, salah satu tokoh terpandang di sana. Kunjungan Pierre kerumah pak Chaimin menjadi sangat berkesan ketika ia berjumpa dengan putrinya, Rukmini.
Mazzini @mazzini_giusepe
12. Pierre yang dikenal cuek walaupun banyak digandrungi gadis-gadis semasa menjadi taruna, kala itu menjadi tertarik kepada Rukmini. Ketertarikan Pierre tak lain adalah karena sikap Rukmini yang lemah lembut, pemalu dan tutur kata yang sopan.
Mazzini @mazzini_giusepe
13. Sedangkan Rukmini jatuh hati kepada Pierre bukan semata karena ketampanannya, tapi sikap humoris dan kecerdasan yang membuatnya jatuh hati. Dari hari ke hari pergaulan antara mereka semakin dekat dan berlanjut kejenjang yang lebih serius. pic.twitter.com/kZonh02qjo
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
14. Di kala libur, Pierre selalu menemui Rukmini kekasihnya. Kisah cinta mereka sempat terhalang restu orang tua karena perbedaan agama. Kebersamaan sepasang kekasih ini juga harus terpisah karena Pierre mendapat panggilan sekolah intelijen untuk ditugaskan ke operasi Dwikora pic.twitter.com/E015YNXTw9
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
15. Setelah berhasil menamatkan pendidikan intelijen, Pierre ditugaskan dalam operasi Dwikora memimpin pasukan relawan untuk mengadakan penyusupan ke wilayah Malaysia, berdasakan Surat Perintah No.507/11/1963, dirinya diperbantukan untuk Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat. pic.twitter.com/HorQRQiIiH
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
16. Karena tugas yang dipikul Pierre di garis depan, sang ibunda khawatir akan keselamatan anak laki satu-satunya itu. Nyonya Cornet M.E. yang kebetulan kawan baik dari mertua dari Jenderal Nasution yang pada saat itu menjabat Menko Hankam, mengajukan penarikan tugas bagi anaknya
Mazzini @mazzini_giusepe
17. Ibunda Pierre juga mengajukan hal serupa kepada Mayjen Dendi Kadarsan yang kenal dengan Pierre ketika menjadi taruna. Permohonan tersebut dikabulkan, lalu Pierre menjadi rebutan para Jenderal untuk dijadikan ajudan akibat kedisiplinan dan kecerdasannya.
Mazzini @mazzini_giusepe
18. Perebutan dimenangkan oleh Jenderal Nasution, sejak tanggal 15 April 1965, Pierre Tendean resmi dijadikan sebagai ajudan Jenderal Nasution, lalu pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Satu. Keluarga Pierre lega, karena anaknya tidak lagi berada di tengah-tengah medan pertempuran pic.twitter.com/KTZkA3hzrC
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
19. Hal serupa dirasakan Rukmini, ia senang menerima kabar kekasihnya tak lagi bertugas dalam operasi Dwikora, jalinan hubungan jarak jauh mereka dilalui dengan surat menyurat. Pada tahun 1965 ini pula Pierre dan Rukmini mantap melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.
Mazzini @mazzini_giusepe
20. Pierre juga menulis surat ke keluarganya, minta doa restu untuk menikahi Rukmini. Saat mendampingi Jenderal Nasution bertugas ke Medan, pada 31 Juli 1965, Pierre menyempatkan diri menemui keluarga Rukmini untuk melamar. Hari pernikahan disepakati bulan November tahun 1965.2 pic.twitter.com/1NADTS5LI9
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
21. Keseriusan Pierre dalam menikahi Rukmini memang bukan main-main, untuk menambah biaya pernikahan, bahkan setiap malam Pierre mengambil kerja sampingan sebagai sopir traktor meratakan tanah pembangunan proyek Monas. pic.twitter.com/qhVo0Rp1nv
Expand pic
Mazzini @mazzini_giusepe
22. Selama berbulan-bulan Pierre menjalani profesi sampingan sebagai sopir traktor, ia juga rutin mencari informasi rumah kontrakan di sekitaran menteng, untuk dia tempati bersama Rukmini jika sudah menikah kelak.
Mazzini @mazzini_giusepe
23. Sebelum kejadian berdarah 30 September 1965, Pierre sempat mengirim surat kepada keluarga jika ia tidak bisa pulang saat perayaan hari ulang tahun ibunya, karena dalam keadaan dinas, ia berjanji akan mengucapkan selamat ulang tahun lewat telepon.
Load Remaining (15)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.