0
Herjoko Biantoro @herjobi
Jadi gini, bang. Udah lama kami menahan diri untuk tidak menghina pekerjaanmu & pendidikanmu. Tapi kau makin lama, jangan makin kurang ajar juga. Pakai otakmu! pic.twitter.com/gAR8s3bDA6
Expand pic

jpnn.com, BOGOR - Ratusan massa yang tergabung dalam serikat pekerja, berkumpul di depan Gedung Tegar Beriman, Bogor, Jawa Barat, menuntut kenaikan upah, Senin (18/11).

Tak tanggung-tanggung, serikat pekerja meminta upah minimum untuk masa kerja di atas satu tahun sebesar Rp 8,5 juta.

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bogor Agus Sudrajat mengeluh, upah minimum yang ada saat ini sebesar Rp 3,7 juta terbilang tidak cukup menutupi kebutuhan buruh sehari-hari.

Bahkan, sambungnya, sempat direkomendasikan kenaikan upahnya menjadi Rp 4,8 juta. Namun, para pekerja menilai upah yang seharusnya diberikan sebesar Rp 8,5 juta. Itu berlaku untuk masa kerja di atas satu tahun.

“Kami meminta bupati untuk konsisten terhadap sikapnya. Karena waktu itu dia menyatakan tidak ada lagi upah padat karya, karena di UU ketenagakerjaan namanya upah itu adalah minimum kabupaten/kota dan upah minimum sektoral kabupaten/kota mungkin itu,” kata Agus pada wartawan di sela–sela aksinya.

Menurutnya, saat ini Kemendagri sudah menyebar edaran untuk melaksanakan upah sebesar Rp 4,5 juta. Saat ini pula, gugatan para pekerja soal kenaikan upah tersebut juga sedang berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan yang dituntut yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Bogor Rahmat Surjana berjanji akan merekomendasikan kenaikan upah minimum sebesar 8,51 persen.

“Pertama, UMK kita rekomendasikan 8,51 persen. Kedua, UMSK, didorong untuk berdialog antara serikat pekerja dan pengusaha. Didorong untuk berdialog antara serikat pekerja dan pengusaha,” kata Rahmat.

Dia menambahkan rekomendasi ini akan ditandatangani langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin. “Ketiga, setelah ditandatangani Bupati, saya sendiri, dengan ditemani perwakilan serikat pekerja dan Apindo akan menyampaikan rekomendasi kita ke Gubernur. Cukup ya begitu,” kata dia. (dka/ipe/c)

sumber: jpnn.com

Waruna Dwipa Jaya @Wa_Gu_Wa
@herjobi Pemalas gak tau diri...kalau kasar nya sih pengen ngomong gitu om 🙏
lala @twittmbakk
@herjobi Kalo kayak gini, Pabrik pabrik pada bubar..pindah Vietnam
Herjoko Biantoro @herjobi
@Wa_Gu_Wa Sebell yaa.. Kalo udah nganggur, tinggal dikipasin ikutan demo
Franky M @f24nk1
@herjobi @Sarah_Pndj gampang kok... bikin pabrik aja sendiri serikat pekerja nya.. urunan kan bisa, anggotanya kan ribuan. cobain aja dulu.. sukses baru deh lu jualan gimana caranya..
citytown @triefince
@herjobi Enak aja.. drpd naekin gaji mending pecat pegawainya.. ganti yg bener2 mau kerja..
breath! alive! @eunikero
@herjobi Ga tau diri ya lama-lama, buruh kerja 1 tahun mnt 8,5. Woiii, petugas kesehatan yg kerja di rumah sakit ngelayanin pasien masih ada yg gajinya 800 ribu, guru yg mendidik murid di sekolah ada yg gajinya cuma sejuta padahal kerja bertahun²!! Lau kerjannya apa minta 8 juta??
Christiyanto @christiyantosw
@f24nk1 @herjobi @Sarah_Pndj dikabulkan saja, nanti ada migrasi pabrik ke jawa tengah
Greg Namaku @GregoriusTse
@herjobi bijinya peang...gw gaji segitu perlu waktu hampir 25 tahun...ga ada otak pada...gimana ga pada kabur para investor...kebanyakan makan kemenyan nih
Danny Tj @dannyie23
@GregoriusTse @herjobi Infinya di Banten pabrik² sdh bnyk yg pindah ke jateng. Next bogor...manarik ni....kenapa Jateng? Krn 1. Masih relatif lebih murah std gaji 2. Iklimnya sejuk ga dema demo trs. Pesannya utk mas @ganjarpranowo bisa menjadikan jateng kota yg lebih maju dgn pemerataan pembangunan.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.