0
URL Warta Ekonomi 1386 Tolong Pak Erick Thohir, 10 BUMN Ini Terancam Bangkrut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara…
Jiwasraya Kami @panca66
Ngeri2 sedap baca utang2 BUMN. Siapa yang harus tanggung jawab ini? BRI aja jumlah utangnya udah hampir sama dengan asetnya m.wartaekonomi.co.id/berita253203/t…
Big Alpha @BigAlphaID

Penyedia informasi keuangan yang bermimpi agar masyarakat Indonesia lebih melek finansial. Tiket S.T.A.R.T bisa diperoleh di sini bit.ly/STARTBA.

bigalpha.id
Big Alpha @BigAlphaID
Followers BigAlpha tau apa yg salah dari tweet ini gak? pic.twitter.com/ilP7d8dGwM
Expand pic
Big Alpha @BigAlphaID
Biar gak gampang disetir ama politikus dan buzzer di timeline, yuk sedikit kita bahas.
Big Alpha @BigAlphaID
Berita-berita kayak gini emang gampang banget digoreng, disebar secara tidak bertanggung jawab di grup WhatsApp seperti ini. Mayoritas digunakan untuk menggiring opini. pic.twitter.com/EmgCQ533c4
Expand pic
Big Alpha @BigAlphaID
Padahal jika lebih jeli, maksudnya tidak seperti itu. Ambil contoh screenshot WA di atas, asumsikan angkanya benar. Dari deretan BUMN tersebut, tiga paling atas adalah bank. Dan total, ada empat bank di sana.
Big Alpha @BigAlphaID
Business model bank bisa dibilang sangat sederhana. Orang menyimpan uang (diberikan bunga), lalu uang tersebut disalurkan kepada orang yang membutuhkan kredit (kenakan bunga yang lebih tinggi).
Big Alpha @BigAlphaID
Selisih perbedaan tingkat bunga tersebut adalah yang menjadi saripati keuntungan perbankan, atau sering disebut dengan Net Interest Margin (NIM)
Big Alpha @BigAlphaID
Oleh karena itu, uang yang disimpan nasabah, harus dicatat sebagai utang. Karena itu uang orang yang disimpan di bank tersebut, yang pada akhirnya harus dibayarkan kembali.
Big Alpha @BigAlphaID
Pencatatan ini sering disebut Dana Pihak Ketiga (DPK). Semakin besar, semakin bagus. Karena likuiditas bank untuk memberikan kredit juga akan lebih baik.
Big Alpha @BigAlphaID
Jadi kalau utang bank pemerintah semakin besar, apalagi penempatan DPK nya, ya artinya bank nya semakin besar dan semakin dipercaya masyarakat untuk tempat menyimpan uang.
Big Alpha @BigAlphaID
Ini contoh laporan keuangan Q2 Bank BRI yang kami ambil langsung dari website IDX. Perhatikan kalau deposito, giro, tabungan nasabah di BRI dicatat sebagai liabilitas atau utang. pic.twitter.com/RpkPRpdT1u
Expand pic
Big Alpha @BigAlphaID
Bank BRI sendiri masih cakep kok. Laba bersihnya masih naik. Ini angka dari laporan keuangan Q2 mereka. Laba naik dari Rp14T menjadi Rp16T. pic.twitter.com/nlhFQM52yH
Expand pic
Big Alpha @BigAlphaID
Untuk BUMN lain selain bank gimana? Well, itu juga harus diliat lagi. Utang, adalah komponen keuangan yang tidak bisa dilihat secara berdiri sendiri dari nominalnya.
Big Alpha @BigAlphaID
Utang harus dibandingkan dengan angka lain. Contoh gini. Kalau ada perusahaan A utangnya 1M, ada perusahaan B utangnya 10 M, bagusan mana?
Big Alpha @BigAlphaID
Nggak bisa langsung dijawab. Karena bisa aja perusahaan A, utangnya 1 M, revenuenya 2M. Perusahaan B, utangnya 10M, revenue nya 300M. Gimana?
Big Alpha @BigAlphaID
Angka-angka lain itulah yang menjadi penentu likuditas (kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendeknya) dan solvabilitas (kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka panjangnya) sebuah perusahaan.
Big Alpha @BigAlphaID
Ini juga berlaku untuk utang negara ya? Yang sering diangkat hanya dari nominalnya saja. Tanpa melihat persentasenya dari PDB negara tersebut.
Big Alpha @BigAlphaID
Lanjut dikit, untuk BUMN konstruksi, tingkat utang yang tinggi juga bisa 'dimaafkan' mengingat nature bisnisnya yang unik. Intinya, emang gitu bisnisnya.
Big Alpha @BigAlphaID
Proyek2 konstruksi yang jadi kerjaannya WIKA, ADHI, Waskita, dkk itu biasanya berbentuk turnkey project. Artinya, mereka itu baru dibayar ketika proyeknya sudah selesai (biasanya per termin). Lazim banget kan?
Big Alpha @BigAlphaID
Jadi perusahaan-perusahaan BUMN ini darimana dapat duit untuk membangun proyek-proyek infrastruktur yang capital intensive (membutuhkan modal besar) di awal? Mereka akan berutang. Dengan cara menerbitkan obligasi.
Big Alpha @BigAlphaID
Inilah yang bikin perusahaan-perusahaan konstruksi, punya utang yang relatif lebih tinggi. Atau bahasa akuntansinya DER (Debt to Equity Ratio) nya tinggi.
Big Alpha @BigAlphaID
Jadi abis ini, jangan heran kalau baca berita "Waskita menjual jalan tol yang mereka bangun". Itu bukan menjual aset negara, tapi hak pengelolaannya yang dijual (berpindah). Karena mereka bukan perusahaan jalan tol, mereka perusahaan konstruksi.
Load Remaining (24)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.