0
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Dunia kembali panas ulah statement provokatif Pompeo yang mengatakan pemukiman Israel di Tepi Barat legal. Sebagai WN Indonesia yang mana konstitusi negara ini menolak segala bentuk penjajahan termasuk penjajahan Israel di Palestine gw mau lanjut tweet gw ini. Semoga bermanfaat.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Di atas gw udah bahas bagaimana HI memandang keberadaan Israel di tanah Palestine sebagai sebuah negara adalah sebuah pelanggaran dan tidak sah secara hukum. Sekarang gw mau bahas dari sisi agama dan sejarah.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Israel adalah negara demokrasi dengan cita rasa sektarianisme yang sangat tajam. Sektarianisme dibangun di atas agama dan sejarah yang penuh kebohongan.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Itu sebabnya penduduk Israel termasuk pendukung Israel non Yahudi berpikiran bahwa mereka menurut agama dan sejarah adalah bangsa yang paling berhak mendiami tanah Palestine secara umum dan AlQuds secara khusus.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
1. Menurut agama. Bangsa Yahudi termasuk tim horee non Yahudi meyakini bahwa Allah telah memberikan tanah Palestine kepada bangsa Yahudi. Mereka meyakini tanah Palestine sudah digariskan dari langit hanya boleh dikuasai oleh mereka dan itu menjadi bagian dari perintah Allah.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Dengan kata lain, menduduki tanah Palestine adalah kewajiban yang datang dari Allah bagi bangsa Yahudi. Jadi bagi mereka merampas bahkan membunuh untuk mendapatkan tanah bangsa Palestine adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Kaum agamawan bangsa Yahudi mengimani bahwa pendudukan tnah Plestine adalah bagian terpenting dari ajaran Taurat. Jadi penjajahan yang sekarang terjadi di Palestine tidak hanya ambisi politik tapi juga ada ambisi agama di sana.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Gw melihat alasan ini hanya mengatasnamakan agama tanpa pijakan yang benar dari sisi agama itu sendiri. Doktrin atau lebih layak disebut propaganda ini tujuannya agar bangsa Yahudi yang tersebar di berbagai negara lain mau menduduki Palestine dg alasan “perintah Tuhan”.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Padahal jika kita mendalami Taurat yang mereka jadikan acuan di sana jelas isi “perintah Tuhan” tersebut tidak terbatas bagi bangsa Yahudi, tapi khitabnya adalah keturunan Ibrahim Alaihissalam. Bangsa Arab juga bagian dari keturunan Ibrahim dari anak beliau Ismail alaihissalam.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Lebih jauh, yang berhak atas tanah Palestine disyaratkan hamba Allah yang taat. Tapi dalam Hosea sendiri disebutkan bahwa bangsa Yahudi membangkang sehingga kebinasaan menimpa mereka tahun 587SM bahkan AlQuds ikut lepas ketika itu.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Artinya klaim Israel bahwa mereka berhak atas tanah Palestine dg alasan agama adalah klaim yang tidak berdasar, dibantah oleh kitab yang mereka imani.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Juga, Yahudi yang hari ini menjajah Palestine bukan keturunan Yahudi yang dulu dimaksud dalam Taurat. Keturunan Yahudi lama telah diusir oleh bangsa Babilonia, Asyur dan Romawi. Kemudian Kristen datang, banyak dari mereka masuk kristen. Ada juga yang masik Islam ktk Islam datang.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Sebagian mereka ada yang oindah ke Asia, Afrika atau Eropa dan kemudian lanjut pindah ke Amerika. Di sana mereka menikah dg penduduk asli. Dari hasil perkawinan tersebut lahir generasi baru yang bukan lagi 100% berdarah Yahudi.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Di sisi lain di tahun pertama dan kedua Masehi banyak dari bangsa Yunani dan Romawi memeluk agama yahudi. Bangsa Jerman di abad pertengahan juga bangsa arab. Jadi, Yahudi yang ada hari ini sebagian besar adalah yahudi agama bukan berdarah yahudi yg dijanjikan Tuhan di Taurat.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Sejarawan Yahudi Josef Rénac menulis bahwa warga Israel yang saat ini di Palestine 95% tidak berdarah Yahudi yang disebut di dalam Taurat. Mereka sebagian besar tidak memiliki ikatan darah dengan bangsa ini (Israel).
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Terlepas dari itu semua, dalam Hukum Internasional agama tidak bisa dijadikan landasan dalam memutuskan perkara. Seperti yang tertuang dalam pasal 38 peraturan ICJ bahwa semua yang datang dari kitab suci tidak dapat dijadikan sandaran dalam hukum internasional kontemporer.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Jadi selain Zionis ini salah dalam beragument via agama juga semua argument tsb ditolak HI bahkan jika argument tersebut benar. Jadi alasan agama ini salah dua kali. Pertama salah dari kacamata agama itu sendiri dan kedua salah dari kacamata hukum internasional.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.