0
add your name @tenangkanhatii
Dhanni Hariyona, siapa dia? mari kita tunggu fakta yang akan terkuak.
Muhammad Nuzul Sadiq @sadiqhaha
jadi gimana nih Dhanni Hariyona dah di penjara apa blm
M. Raka Perbawa @rakaperbawa
Catat: Irfan Nur Alam Dhanni Hariyona Abdul Qodir Jailani Rasyid Amirullah
WNI🇮🇩WARAS @yosgabe4
@Aryprasetyo85 Dhanni Hariyona TIDAK DITAHAN ? Putra dari politikus kondang, Emma Yohanna & Hariadi Kini Dhanni menjabat manajer di perusahaan konstruksi PT Barettamuda Pratama & Waketum HIPMI Sumatera Barat. Dhanni juga bakal terjun di Pilkada 2020 di Bukittinggi. tirto.id/sopir-camry-pe…

Kasus tabrak lari oleh pengemudi inisial DH terhadap dua pengguna GrabWheels, Ammar dan Wisnu, hingga meninggal disebut masih belum jelas. Polisi disebut tidak menggubris keterangan para saksi mata di lokasi.

detikcom @detikcom
Kasus tabrak lari oleh pengemudi inisial DH terhadap dua pengguna GrabWheels Ammar dan Wisnu hingga meninggal disebut masih belum jelas. Polisi disebut tidak menggubris keterangan para saksi mata di lokasi. #TabrakLari news.detik.com/berita/d-47876…

"Kita minta supaya meluruskan berita karena yang diketahui, kita berempat saksi, tapi hanya pelaku yang diekspos BAP-nya, sedangkan kita di TKP, sadar 100 persen itu tidak digubris sama kepolisian," kata salah satu saksi mata, Wanda, kepada wartawan di depan gerbang 3 GBK, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019).

Wanda juga mengatakan pihaknya tidak pernah diberi salinan laporan polisi terhadap kasus tabrak lari ini. Menurutnya, polisi juga tidak meminta keterangan para saksi.

"Iya itu, LP tidak diberikan, katanya polisi di berita (pelaku) menolong korban dan sempat turun itu tidak sama sekali, (pelaku) tidak akan hilangkan barang bukti ya karena barang bukti memang sudah di laka lantas gitu, mobilnya Toyota Camry ada di parkiran itu, jadi apalagi yang mau dihilangkan karena barbuk sudah di sana, kita di sini berempat sadar tidak digubris sama sekali oleh kepolisian, tidak dimintai keterangan," ucapnya.

Selain Wanda, saksi lainnya, Fajar, mengungkap keanehan lainnya, yakni kamera CCTV di sekitar lokasi mati. Dia juga menyebut polisi menolak memberikan kopi berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saya sudah minta saat BAP tapi penyidik bilang CCTV mati, bahkan dia bilang itu nggak ada CCTV sekitar sini. kita tidak diberikan LP, BAP tidak boleh dikopi, kita tidak diberikan LP yang seharusnya diberikan," ungkapnya.

Seperti diberitakan, insiden kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu (10/11) di sekitar fX Sudirman, Jakarta, sekitar pukul 03.45 WIB. Sebuah mobil Camry yang dikendarai DH menabrak dua pengendara skuter listrik hingga tewas.

Polisi menyebut DH positif meminum alkohol. DH juga sempat berhenti untuk melihat korban seusai kecelakaan itu terjadi.

"Bukan dilepas, ya, tapi setelah kita BAP dan kita tetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa tidak perlu dilakukan penahanan dikarenakan penyidik menilai bahwa tersangka kooperatif," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/11).

Riry Jayanti @RiryJayanti
@detikcom nabrak, sampe mengilangkan nyawa org lain tp gak ditahan karna kooperatif, se lucu itu keadilan di negaraQue 🙂🙂
gue BENCI KKN DAN INTOLERANSI @hemaviton99
@mardi_senator @detikcom @DivHumas_Polri Anak DPD..dan si penabrak pengusaha serta bakal calon di PILKADA 2020
Arif @Kurnia_arif
@detikcom Jadi masih percaya polisi????.... Apakah mereka bisa adil??... 😂 Kasus novel, ambulance DKI, pemukulan sopir ambulance, penganiayaan pendemo, penembakan mahasiswa, dan masih byk kasus lainnya... Mereka bukan penegak hukum..tapi alat kekuasaan...😂
Laa @saranghandey
@detikcom suka heran, di negara ini tuh gunanya polisi buat apasi?
Gilang Artha P @GilangArthaP
@detikcom Kalau yang nabrak kaum miskin, mau kooperatif juga tetep ditahan. Citra seperti apakah yang ingin dibangun polisi negeri ini @DivHumas_Polri ? Pelindung kaum berduit?
Sholihah_cahaya @Sholiha12440618
@Agusp88414684 @saranghandey @detikcom Negara yg menerapkan ideologi kapitalisme memang menempatkan org kaya diatas penegak hukum
wiya @wid_dash
@saranghandey @detikcom Main hp di pos, ngobrol, nilang warga byasah
aldi ego makhdi @egokil
@hemaviton99 @mardi_senator @detikcom @DivHumas_Polri Harusnya sih ga masalah mau dia anak anggota DPD, mau dia bakal calon PILKADA 2020, dimata hukum semua sama, kalo salah ya diproses..!! Bukan begitu bu @fahiraidris
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.