2
Acep Saepudin @acep_saep88
~MEMBURU KI RAWUK~ Sebuah cerita horor. Real atau bukan tidak apa kan? Just for fun. #bacaceritahoror #ceritaseram #ceritahoror #demit pic.twitter.com/k6thvHMEgD
Expand pic
Acep Saepudin @acep_saep88
Siluet sosok seorang pria berkapak berjalan cepat ke arahnya sembari mengayunkan kapaknya. "Aaaaaahhhhh!!!" jeritnya lantang saat kapak itu menderu ke arahnya. "Laela!!!" teriaknya. Itu aneh, dia yang hendak dihantam kapak, namun dia melihat yang hendak dihantam kapak adalah
Acep Saepudin @acep_saep88
Laela. Ia sejenak menutup kedua mata saat kapak itu mendekat dengan cepat ke arah Laela. "Aaaaaaa.....!!!" Rasmi menjerit kemudian terbangun dari mimpi buruknya. "Rasmi? Ada apa, nak?" teriak ibunya kaget seraya memasuki kamar Rasmi.
Acep Saepudin @acep_saep88
"Aku mimpi buruk lagi, bu." Rasmi mengusap wajahnya. "Soal Laela?" tanya ibu. Rasmi mengangguk. "Laela tidak memiliki hubungan yang baik dengan uwak Ijah dan uwak Rahman. Mereka berdua seolah tidak menganggapnya sebagai anak. Kalau bukan kita yang memperhatikan Laela, lalu
Acep Saepudin @acep_saep88
siapa lagi." Ibu terdiam mendengar perkataan Rasmi. "Sekarang dia sedang PKL di suatu tempat antah-berantah. Saya khawatir itu menjadi hal buruk baginya," kata Rasmi lagi. "Kita doakan Laela, semoga ia baik-baik saja di sana," tukas ibu.
Acep Saepudin @acep_saep88
Sementara itu di Desa Cikahuripan. Pagi itu warga geger saat menemukan seorang perempuan hanyut di sungai. "Dia sebenarnya siapa?" ujar seorang warga. "Kita belum pernah melihatnya di desa kita. Apa dia dari desa sebelah?" tukas yang lain. Pak Dodi yang merupakan kepala desa
Acep Saepudin @acep_saep88
mendatangi sungai yang juga tempat ditemukannya Rina, Laela, dan Rumsah. "Ini tidak mungkin," ucapnya seraya memperhatikan wajah perempuan itu. "Aku mengenalnya. Dia adalah pengasuhku sewaktu aku masih kecil."
Acep Saepudin @acep_saep88
Beberapa saat kemudian setelah perempuan itu tersadar dari pingsannya. Juga setelah warga membawanya ke puskesmas. "Mbak Sarnah? Pasti mbak tidak mengenali saya," ujar Pak Dodi. "Bapak siapa, ya? Ngomong-ngomong desa ini sekarang ramai?" kata Sarnah seraya menatap ke arah
Acep Saepudin @acep_saep88
Pak Dodi. "Mitos bilang 'alam gaib dapat membuat seseorang menjadi awet muda'. Sepertinya mitos itu berlaku padamu, mbak Sarnah," kata Pak Dodi membuat Sarnah tercengang heran. "Apa maksud bapak?" tanya Sarnah bingung. "Saya adalah Dodi Sanjaya, putra Pak Mahfud dan bu
Acep Saepudin @acep_saep88
Rodiah. Mbak masih kenal mereka?" kata Pak Dodi memperjelas ucapannya. Mimik wajah Sarnah berubah. Ia terlihat sangat terkejut setelah mendengar pemaparan Pak Dodi. "Itu tidak mungkin! Dodi tidak mungkin setua bapak!" sergah Sarnah. "Ini memang aneh dan sulit diterima akal
Acep Saepudin @acep_saep88
sehat. Tapi saya memang Dodi, bocah lelaki yang selalu mbak bawa ke gubuk ladang milik Pak Karsim," kata Pak Dodi. Sarnah masih terkejut. Ia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dialaminya kini. "Sudah berapa tahun aku disesatkan iblis itu," gumamnya.
Acep Saepudin @acep_saep88
Pak Dodi duduk di hadapan Sarnah. Ia sejenak terpekur. "Hari itu aku dibawa oleh sosok iblis yang sangat mengerikan. Kang Dadang tidak berhasil mencegahnya membawaku," tutur Sarnah. "Aku sudah mendengarnya langsung dari Pak Dadang. Saat itu ia sedang dipenjara karena kasus
Acep Saepudin @acep_saep88
yang berkaitan dengan kematian ibu dan hilangnya ayah," kata Pak Dodi. Sarnah tercengang mendengar perkataan Pak Dodi. "Sekarang ia telah tiada, bukan?" tanyanya. "Mbak sudah tahu?" Pak Dodi menatap bingung ke arah Sarnah. Sarnah hanya terdiam. Kedua matanya tampak
Acep Saepudin @acep_saep88
berkaca-kaca. "Saya mohon maaf, mbak. Saya tidak dapat mencegahnya dari menyerang Ki Rawuk. Tidak sempat lebih tepatnya," kata Pak Dodi. Sarnah masih terdiam. Pak Dodi hanya menunggu perempuan itu berbicara. Ia pun turut terdiam.
Acep Saepudin @acep_saep88
Mendadak. Glederrrrrrr Suara petir membahana diiringi percikan kilat,membuat semua orang terperanjat ngeri. "Ada apa ini? Aku merasakan ada yang tidak beres yang akan terjadi. Di mana gerangan Rahayu?" gumam Pak Dodi. "Rahayu?" Sarnah terkejut mendengar kata-kata Pak Dodi.
Acep Saepudin @acep_saep88
Di tengah hutan Alas Kawuni rupanya sedang terjadi suatu pertengkaran hebat antara Rahayu dengan kakeknya, Ki Rawuk. "Kakek tidak bisa begitu saja membangkitkan kembali Kerajaan Paninggalan. Ini di jaman apa?" Rahayu berkata suara agak keras. Tampaknya sebelumnya ia sempat adu
Acep Saepudin @acep_saep88
argumen dengan Ki Rawuk. "Tanah itu bukan hak warga desa. Tanah itu telah dibasahi darah para korban pembantaian. Monumen yang dibangun di atas tanah itu seharusnya adalah sebuah istana kerajaan yang megah. Istana Kerajaan Paninggalan yang baru. Aku ingin membangkitkan kembali
Acep Saepudin @acep_saep88
kejayaan leluhur kita," tutur Ki Rawuk tegas. "Kakek mungkin sakti, tapi kakek tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan adanya orang lain yang lebih sakti yang berpihak ke negara. Pokoknya Rahayu tidak setuju, kek. Juga tolong kembalikan Pak Rohidin!" "Raden Jara Saksana
Acep Saepudin @acep_saep88
bergelar Sri Banda Sangkasena telah mencuri identitasku sebagai Ki Rawuk palsu. Dia pantas menjadi arca selamanya." Ki Rawuk menatap tajam ke arah arca Pak Rohidin alias Raden Jara. "Aku yakin di jaman sekarang manusia terutama di negeri ini lebih suka bermusuhan satu sama lain
Acep Saepudin @acep_saep88
karena merasa paling benar sendiri. Jadi aku tidak perlu takut dengan kehadiran manusia sakti yang pasti langka di jaman sekarang ini." "Raden Jara itu anakmu sendiri, kek. Pamanku yang berjasa mengantarkan ayah ke puncak tahta. Beliau juga yang membantuku kabur ketika peristiwa
Acep Saepudin @acep_saep88
pembantaian itu berlangsung. Ia juga yang menghidupkanku dan membalaskan dendam keluarga kita kepada para bajingan itu," kata Rahayu. "Waktu itu ke mana kakek gerangan!" Ki Rawuk terkekeh. "Itu adalah takdir yang harus keluarga kita terima. Kakek tidak muncul karena waktu itu
Acep Saepudin @acep_saep88
kakek sedang mati suri setelah dikalahkan Ki Ambar. Orang itu satu-satunya yang bisa mengalahkanku di masa itu. Sekarang dia sudah mati dan tidak hidup lagi sepertiku," jelasnya. "Setelah sekian lama kakek menghilang. Sekarang kakek baru peduli pada kerajaan?" Rahayu berdecak.
Acep Saepudin @acep_saep88
"Dari dulu kakek selalu peduli pada kerajaan warisan buyutmu ini. Kerajaan yang tentram loh jinawi. Jauh lebih tentram daripada keadaan negara ini," kata Ki Rawuk sambil menunjuk tanah di bawahnya. "Kakek sudah cukup lama ingin membangkitkan kerajaan. Namun itu tidak akan terjadi
Acep Saepudin @acep_saep88
jika tidak ada anggota keluarga yang tersisa. Sekarang ada kamu, cucuku, dan kakek tidak membutuhkan yang lain-lain termasuk Jara Saksana. Dia adalah anak kurang ajar yang berani menggunakan nama samaran ayahnya sendiri!" lanjutnya. Rahayu hanya menatap miris ke arah arca Jara.
Acep Saepudin @acep_saep88
"Terus apa mau kakek sekarang? Dan untuk apa kakek melepaskan halilintar itu? Mau mengusir warga desa?" Rahayu berujar sambil melihat ke arah suatu pilar besar di pusat reruntuhan yang mengeluarkan kilat. "Kau akan tahu, cucuku," tukas Ki Rawuk seraya merapal mantra.
Load Remaining (8)

Comment

aji sudarmawan @aji_sudarmawan 14/11/2019 21:45:20 WIB
ALUR CERITA DIAWAL sudah rumit terlalu banyak konflik ... endingnya bisa panjang tidak ada cerita akhir ..tokoh diganbarkan manusia abadi tidak bisa mati
Login and hide ads.