"Apakah Mereka Pantas Dijuluki Sebagai Bapak Nasional Pencipta Fitnah Radikalisme Islam?" by @BatakModeren

BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi
2
Batak Modern @BatakModeren
Mengangkat kembali fakta penciptaan terorisme Islam oleh Jenderal Ali Murtopo-Leonardus B Murdani pada 1980an Najamuddin agen intel diperintahkan Jenderal Murtopo menyusup ke Jemaah Imron utk menggerakan jemaaah itu agar seperti kelompok teroris, termasuk Pembajak Wolya 1981 pic.twitter.com/XC7u3yeARU
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Mengangkat kembali fakta penciptaan terorisme Islam oleh Jenderal Ali Murtopo-Leonardus B Murdani pada 1980an Najamuddin agen intel diperintah oleh Murtopo menyusup ke Jemaah Imron utk menggerakan jemaaah Imron agar seperti kelompok teroris, termasuk Pembajak GarudaWolya (1981) pic.twitter.com/xWDKEAplbA
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Sudah banyak referensi, hasil penelitian dan pengungkapan fakta tentang kelompok dan aksi terorisme di Indonesia yg merupakan ciptaan rezim ORBA cq Opsus Ali Murtopo-Benny Murdani bersama CSIS Fakta ini wajib kembali kita angkat dan sebarkan utk menghadang fitnah radikalisme pic.twitter.com/eI4b1SkoIp
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Framing isu- fitnah radikalism oleh Jenderal Ali Murtopo/Murdani &CSIS yg menjadikan mayoritas Islam sbg sasaran fitnah, rezim penguasa mudah melancarkan kriminalisasi/ penangkapan para pemimpin Islam, al: ex PM M Natsir, Buya Hamka dll Modus ini pakai lagi oleh jenderal merah pic.twitter.com/pfzVmJx5oE
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Serangan fitnah pada umat Islam Indonesia dg menggunakan isu radikalisme dan berbagai rekayasa aksi terorisme oleh Dedengkot Jenderal Merah Ali Murtopo-Benny Murdani dan CSIS mencapai puncaknya pada akhir 1970an dan medio 1980an Pembantaian ratusan umat Islam T Priok, Jakarta pic.twitter.com/FW45NhaFo5
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Pembantaian ratusan umat Islam (ditembak peluru tajam oleh tentara) atas perintah Jenderal Leonardus Benny Murdani 12 Sept 1984, di mana kemudian malah umat Islam korban pembunuhan massal itu dijadikan sbg pihak yg bersalah oleh Rezim ORBA cq Genk Jenderal Merah/LB Murdani cs pic.twitter.com/KQPGMWli0q
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Pembunuhan massal umat Islam di Tanjung Priok 1984 menyadarkan Suharto atas ancaman bahaya Genk Jenderal Merah yg bermaksud membenturkan Suharto dgn umat Islam Pasca Pembantaian Priok, Suharto mengubah kebijakan Rezim dgn merangkul umat Islam dan menyingkirkan Genk Jend Merah
Batak Modern @BatakModeren
Setelah Ali Murtopo-Benny Murdani-CSIS disingkirkan dari Ring 1 ORBA, serangan fitnah terhadap Islam menghilang Terorisme jadi2an lenyap Namun pada 1989 Pak Harto kecolongan Terjadi pembantaian 293 umat Islam oleh TNI di bawah komando Kol Hendropriono rappler.com/world/regions/…
URL Rappler 781 Jejak Hendropriyono di kasus Talangsari Hendroproyono saat itu berpangkat Kolonel. Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional ini diduga bertanggung jawab atas tewasnya jemaah pimpinan Warsidi di Talangsari, Lampung, pada 1989. Seperti apa kronologinya?
Batak Modern @BatakModeren
Laksamana Sudomo buang badan dgn melemparkan seluruh tanggungjawab atas pembantaian hampir 300 umat Islam di Lampung kepada Hendropriono Menolak fakta bahwa pembantaian itu bagian dari strategi Genk Jenderal Merah utk memfitnah umat Islam Indonesia m.detik.com/news/berita/d-…
URL detiknews 1288 Sudomo: Kasus Talangsari Tanggung Jawab Eks Danrem Hendropriyono Sudomo mengaku tidak mengetahui pasti kasus Talangsari. Saat itu yang bertanggung jawab di lapangan adalah Komandan Korem yang dijabat Hendropriyono.
Batak Modern @BatakModeren
Sampai hari ini jeritan menuntut keadilan dari para korban dan keluarga korban pembunuhan massal umat Islam di Lampung 1989 tidak dihiraukan pemerintah Termasuk keluarga Munir korban pembunuhan polycarpus agen intelijen Genk Jenderal Merah @KontraS pic.twitter.com/Sjs35vWorb
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Fakta sejarah mengungkap gamblang bahwa berbagai aksi radikalisme - terorisme, kerusuhan, konflik SARA, termasuk KUDATULI dan Hurahara Mei 1998 tidak lepas dari Genk Jenderal Merah sebagai Dalang dan pelakunya Sejak 2014 hingga hari ini mereka jadi penguasa di balik rezim proksi
Batak Modern @BatakModeren
Dengan posisi Genk Jenderah Merah selaku penguasa absolut di balik rezim proksi, mereka mudah menyerang umat Islam dg fitnah radikalisme Umat Islam harus melawannya. Pertama dg menuntut pemecatan Menko Polhukam dan Menag yg sdh terbukti merangkap jabatan pedagang isu radikalisme
Batak Modern @BatakModeren
Umat Islam wajib mendesak Presiden Jokowi membersihkan kabinetnya dari oknum2 jenderal merah dan proksi jenderal merah Tuntutan pemecatan Fachrulrozi dan Mahfud MD sangat penting ini utk menghentikan serangan fitnah oleh rezim Jokowi terhadap umat Islam
Batak Modern @BatakModeren
Selanjutnya umat Islam wajib menuntut Mendiknas & menteri agama pengganti Fachrulrozi utk memasukan materi fakta sejarah radikalisme di Indonesia sbg bahan ajar ke seluruh siswa/mahasiswa Indonesia Agar mereka paham siapa sebenarnya dalang fitnah radikalisme thdp umat Islam RI
Batak Modern @BatakModeren
Pada 1967-1987 elit TNI AD berkolaborasi dgn CSIS menggunakan framing isu dan fitnah radikalisme utk menghancurkan kekuatan politik umat Islam 1988-2001 serangan fitnah ini hilang 2002 - sekarang: serangan fitnah ini muncul lagi dgn menumpang isu Perang Global Teorisme
Batak Modern @BatakModeren
Pasca penghapusan Dwifungsi ABRI 2001 Genk Jenderal Merah hanya bisa meraih kekuasaan di Indonesia dgn menggunakan isu radikalisme Islam dan menunggangi KPK Partai politik dikooptasi dan disandera mereka dgn penyusupan dan menggunakan KPK sbg alat sandera atas ketum2 partai
Batak Modern @BatakModeren
Fakta: Genk Jenderal Merah gagal meraih kekuasaan melalui pendirian partai politik: Demokrat, Hanura dan PKPI Mereka mengubah strategi dgn penyusupan ke seluruh partai, pengendalian atas KPK, framing isu radikalisme-terorisme, penciptaan proksi & kolaborator CSIS & pihak asing
Batak Modern @BatakModeren
Rencana menciptakan posisi Wakil Panglima TNI tanpa ada urgensinya, dituding banyak pihak sbg rencana penguatan hegemoni genk jenderal merah selaku penguasa rezim proksi Wkl Panglima TNI pasti dari TNI AD dan pasti menimbulkan bipolarisasi pada loyalitas seluruh prajurit TNI
Batak Modern @BatakModeren
Rakyat Indonesia harus mencermati tujuan dari: 1. Pelemahan kekuatan Islam melalui propaganda isu radikalisme yg dilabelkan pada mayoritas Islam 2. Pelemahan partai yg ditujukan thdp PDIP dan PKB 3. Pelemahan institusi POLRI 4. Manuver Paloh yg mengusung agenda jendral merah
Batak Modern @BatakModeren
Satu hal sangat penting Mohon ormas2 islam @muhammadiyah @nahdlatululama @PBHMI_1947 dll selalu menjalin silaturahim dgn Kapolri Agendakan pertemuan dg Kapolri min 1 kali dlm sebulan Tujuannya agar Polri lepas dari tekanan Genk Jend Merah terkait fitnah Radikalisme
Batak Modern @BatakModeren
Satu hal lagi Jika polri profesional dan berani menyidik kasus penusukan Jenderal Wiranto, saya yakin banyak fakta terungkap yg dapat digunakan utk menyeret Genk Jenderal Merah ke pengadilan
Batak Modern @BatakModeren
Bagus juga ide yg mengusulkan: Jenderal Ali Murtopo - Jenderal Leonardus Benny Murdani sebagai Bapak Nasional Pencipta Fitnah Radikalisme Islam Dan CSIS sebagai Lembaga Kajian Pendukung Fitnah Radikalisme Islam Indonesia

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.