0
Fadli Zon @fadlizon
1) Bayang-bayang resesi global kian di pelupuk mata. Turki bahkan telah dinyatakan sah mengalami resesi sejak awal September silam.
Fadli Zon @fadlizon
2) Selain berasal dari dinamika ekonomi politik global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, British Exit (Brexit), resesi global juga dipengaruhi oleh gejolak di sejumlah negara yg terkena krisis utang sejak 2013 silam.
Fadli Zon @fadlizon
3) Tak heran, berbagai lembaga internasional, mulai dari IMF, Bank Dunia, Credit Suisse, JP Morgan, hingga National Association for Business Economics telah memberikan sinyal mengenai gejala resesi ekonomi ini.
Fadli Zon @fadlizon
4) IMF tahun ini bahkan sdh empat kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Pada April, IMF msh memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 3,2 persen, terakhir mereka telah menurunkannya mnjd 3 persen sj. Artinya, ekonomi dunia saat ini hny tinggal menunggu waktu resesi.
Fadli Zon @fadlizon
5) Terkait perekonomian Indonesia, Bank Dunia memproyeksikan di tengah perlambatan ekonomi global maka pertumbuhan ekonomi kita juga akan terus melemah.
Fadli Zon @fadlizon
6) Dalam risetnya, “Global Economic Risks and Implications for Indonesia”, Bank Dunia menggambarkan setiap 1 poin persentase (percentage point) penurunan ekonomi Cina, akan berdampak pada penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 poin persentase.
Fadli Zon @fadlizon
7) Di sisi lain, akibat perang dagang AS dan Cina yang akan terus berlanjut, potensi resesi ekonomi AS, serta pelemahan ekonomi Eropa dan Cina, Bank Dunia memperkirakan bakal memicu terjadinya ‘capital outflow’, alias arus modal keluar yg lebih besar.
Fadli Zon @fadlizon
8) Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan suku bunga acuan Indonesia akan kembali meningkat dan rupiah menjadi terdepresiasi kian dalam.
Fadli Zon @fadlizon
9) Saat negara-negara lain bersiap serius menghadapi ancaman resesi, saya melihat Pemerintah kita justru terjebak pada sebentuk “utopia”: kita mengharapkan hasil yang berbeda dari tim ekonomi yg sama.
Fadli Zon @fadlizon
10) Ya, harapan itu menurut saya sama dengan utopia, mimpi di siang bolong. Lihat saja bagaimana pekan lalu Pemerintah dengan entengnya menaikkan iuran BPJS hingga lebih dari 100 persen.
Fadli Zon @fadlizon
11) Selain iuran BPJS, Pemerintah juga sedang menyiapkan kenaikan cukai rokok 23 persen, menaikkan tarif tol, serta memangkas subsidi listrik dan LPG 3 kilogram. Kebijakan-kebijakan itu jelas akan memukul daya beli masyarakat.
Fadli Zon @fadlizon
12) Pemerintah sepertinya mengabaikan fakta bahwa pengurangan subsidi bukan hanya akan memberatkan rakyat, tapi juga memberatkan pertumbuhan ekonomi.
Fadli Zon @fadlizon
13) Sebab, sekitar 56 hingga 60 persen PDB kita disumbang oleh konsumsi masyarakat. Kalau daya beli masy kian tertekan, sementara di sisi lain sumber penghasilan berkurang—akibat perlambatan ekonomi dan jg PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bgmn kita akan mendongkrak perekonomian?
Fadli Zon @fadlizon
14) Inilah contoh utopisnya pemikiran tim ekonomi Pemerintah. Presiden @jokowi seharusnya menyadari bahwa tidak akan mendapatkan hidangan yang berbeda dari koki yang sama.
Fadli Zon @fadlizon
15) Apalagi, jika resepnya juga selalu sama. Antara tujuan dengan apa yang kemudian dihasilkan akhirnya jadi tak nyambung.
Fadli Zon @fadlizon
16) Kita lihat, misalnya, soal pembangunan infrastruktur. Presiden mengatakan orientasi pembangunan kita sekarang adalah “Indonesia Sentris”, bukan lagi “Jawa Sentris”.
Fadli Zon @fadlizon
17) Sesudah lima tahun, kita sama-sama bisa melihat jika dominasi ekonomi Jawa justru kian membesar. Saat ini Pulau Jawa menyumbang PDB 59 persen. Angka ini lebih besar daripada masa Presiden SBY, yg “hanya” 57 persen.
Fadli Zon @fadlizon
18) Artinya, meski Presiden mengatakan kita sekarang orientasinya “Indonesia Sentris”, namun pada kenyataannya kontribusi ekonomi luar Jawa justru malah menurun.
Fadli Zon @fadlizon
19) Membesarnya kontribusi ekonomi Jawa sekaligus juga mengkonfirmasi meningkatnya kesenjangan ekonomi di era @jokowi.
Fadli Zon @fadlizon
20) Sebagai perbandingan, pada masa @SBYudhoyono gini ratio kita berkisar antara 0,35 hingga 0,37. Sedangkan pada masa Jokowi, gini ratio kita berkisar antara 0,39 hingga 0,42, yg merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Fadli Zon @fadlizon
21) Di periode kedua, dengan bekal pengalamannya di periode lalu, Presiden seharusnya bisa memilih orang-orang baru yg lebih mumpuni dan bisa memecah kebekuan ekonomi sebagai tim ekonomi.
Fadli Zon @fadlizon
22) Sayangnya, hal itu tak terjadi. Tim ekonomi Pemerintah relatif tidak berubah. Orangnya masih itu-itu saja, dan kebijakan mereka juga tetap itu-itu saja.
Fadli Zon @fadlizon
23) Tak heran, kita misalnya tidak melihat adanya terobosan Pemerintah dalam menghadang laju deindustrialisasi. Padahal, ini adalah sektor yg bisa menyerap banyak angkatan kerja.
Fadli Zon @fadlizon
24) Deindustrialisasi adalah kondisi di mana kontribusi industri manufaktur mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Jika negara mengalami deindustrialisasi, itu artinya situasi buruk bagi pemerintah.
Fadli Zon @fadlizon
25) Sebab, biasanya deindustrialisasi diikuti dengan melonjaknya pengangguran yang dipicu oleh adanya PHK.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.