0
Fadli Zon @fadlizon
1) Pendidikan adalah pilar kebangsaan. Salah satu cara menaklukan sebuah bangsa adalah menguasai pendidikannya. Begitu juga pendidikan adalah sarana mencerahkan dan menyadarkan sebuah bangsa untuk bangkit dan merdeka.
Fadli Zon @fadlizon
2) Jika kita ingat, dulu para pendiri bangsa, mulai dari generasi Tan Malaka, Ki Hadjar Dewantara, hingga generasi Soekarno, Hatta dan Sjahrir, juga memulai perjuangannya melalui lembaga pendidikan.
Fadli Zon @fadlizon
3) Itu sebabnya, pendidikan harus diposisikan sebagai sektor vital dan strategis. Apalagi jika pembangunan sumber daya manusia (SDM) mau diprioritaskan.
Fadli Zon @fadlizon
4) Dengan latar belakang itu, sy bisa memahami knp penunjukkan Saudara Nadiem Makarim sbg Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih diwarnai tanda tanya hingga hari ini. Sebagai urusan vital, sgt pantas jika publik berharap bidang ini dipimpin oleh orang-orang tepat dan mumpuni.
Fadli Zon @fadlizon
5) Masalahnya, Menteri Nadiem dianggap tak punya jejak di bidang pendidikan. Ia bukan berasal dari profesi pendidik, dan meskipun ia sukses di bidang lain, namun profesinya tak berkaitan langsung dengan bidang pendidikan.
Fadli Zon @fadlizon
6) Selama ini Pemerintah memang cenderung menjadikan pendidikan sebagai arena uji coba kebijakan, padahal semuanya dilakukan hampir tanpa kajian mendalam. Akibatnya, bongkar pasang kebijakan kerap terjadi.
Fadli Zon @fadlizon
7) Dulu, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pernah diubah menjadi Departemen Pendidikan Nasional, di mana nomenklatur kebudayaan dihilangkan. Sbg gantinya, urusan kebudayaan kemudian dimasukkan ke Departemen Pariwisata.
Fadli Zon @fadlizon
8) Dikeluarkannya nomenklatur kebudayaan dari kementerian pendidikan secara konseptual jelas keliru. Sebab, secara filosofis, pendidikan adalah bagian konstitutif, jika bukannya integratif, dari kebudayaan.
Fadli Zon @fadlizon
9) Pendidikan merupakan instrumen untuk mewariskan, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan.
Fadli Zon @fadlizon
10) Meskipun pada zaman skg isi kebudayaan semakin banyak yg berasal dari sumbangan ilmu pengetahuan, namun ilmu pengetahuan tadi bukanlah kebudayaan itu sendiri, melainkan sekadar produk saja dari kebudayaan yang menjadi induknya.
Fadli Zon @fadlizon
11) Kekeliruan konseptual tersebut baru dikoreksi pada periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), urusan kebudayaan dan pendidikan akhirnya kembali dipersatukan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fadli Zon @fadlizon
12) Uji coba tanpa konsep mendalam semacam itu juga dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo lima tahun lalu.
Fadli Zon @fadlizon
13) Meski diprotes banyak ahli, Presiden waktu itu telah memecah kementerian pendidikan menjadi dua, yaitu yg khusus mengurusi pendidikan dasar dan menengah, serta kementerian yg khusus menangani pendidikan tinggi.
Fadli Zon @fadlizon
14) Pemisahan tsb telah membuat kebijakan pendidikan kita jadi kian terpecah di banyak sekali lembaga. Sebelum adanya pemisahan itupun, manajemen pendidikan kita sudah tersebar di banyak sekali lembaga.
Fadli Zon @fadlizon
15) Kementerian Agama, misalnya, sejak lama membawahi sekolah dan perguruan tinggi keagamaan. Begitu juga kementerian lainnya, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan sejumlah lembaga lain, yg masing-masing mengelola sejumlah lembaga pendidikan di bawahnya.
Fadli Zon @fadlizon
16) Bisa dibayangkan, sesudah dipecahnya pendidikan tinggi menjadi kementerian sendiri, betapa banyaknya dapur kebijakan pendidikan di negeri kita. Sekali lagi, perubahan-perubahan itu dilakukan hampir tanpa kajian apapun.
Fadli Zon @fadlizon
17) Sepertinya semua itu hanya dilakukan dengan prinsip asal beda saja. Terbukti, sesudah lima tahun berjalan, kebijakan itu akhirnya dikoreksi sendiri oleh pemerintahan yg sama.
Fadli Zon @fadlizon
18) Dalam Kabinet Indonesia Maju, kita lihat, urusan pendidikan tinggi akhirnya dimasukkan kembali ke @Kemdikbud_RI. Kebijakan asal beda yg miskin kajian semacam itu sebaiknya tidak terjadi lagi di masa kini.
Fadli Zon @fadlizon
19) Pendidikan kita butuh konsep dan pemikiran yg matang, bukan eksperimen-eksperimen spekulatif. Kita berharap, penunjukkan Saudara Nadiem sbg Menteri @Kemdikbud_RI bukanlah bagian dari prinsip coba-coba asal beda atau ganti menteri ganti kebijakan.
Fadli Zon @fadlizon
20) Sy pribadi, meski masih bertanya-tanya, sgt berharap Menteri Nadiem bisa segera memahami masalah yg dihadapi kementeriannya. @Kemdikbud_RI
Fadli Zon @fadlizon
21) Apalagi, ia mengaku akan mendengarkan terlebih dahulu para ahli pendidikan dan juga bawahan di kementeriannya sebelum mengambil kebijakan strategis di bidang pendidikan. @Kemdikbud_RI
Fadli Zon @fadlizon
22) Pernyataan itu saya kira patut diapresiasi. Sebagai wakil generasi milenial, kita mungkin perlu memberinya kesempatan. @Kemdikbud_RI
Fadli Zon @fadlizon
23) Sy kira, ada dua tantangan besar yg harus segera dipikirkan oleh Menteri Nadiem. Pertama, adlh soal konsep arah pendidikan nasional. Dan kedua, soal birokrasi. Terkait dgn konsep arah pendidikan nasional, kita skg hidup di tengah perubahan yg berlangsung cepat. @Kemdikbud_RI
Fadli Zon @fadlizon
24) Di tengah situasi tersebut, kita dituntut lebih adaptif dan dinamis, begitu juga dengan kebijakan pendidikan kita, kurikulum, dan perangkat pendidikan lainnya. Semuanya harus bersifat adaptif dan dinamis. @Kemdikbud_RI
Fadli Zon @fadlizon
25) Selama ini, dunia pendidikan kita jauh dari adaptif dan dinamis. Lihat saja jurusan-jurusan dan kurikulum pendidikan kita. Nomenklaturnya tidak pernah berubah.
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.