Kebijakan @KemenkeuRI Menaikan Cukai Rokok Harus Dikaji.

Kami menilai bahwa 35 persen itu terlalu tinggi, ada baiknya jika dilakukan secara bertahap. Mungkin dengan 15 persen dan menyesuaikan inflasi.
menteri cukai petani keuangan rokok srimulyani tembakau
0
Partai Gerindra @Gerindra
Selamat siang tweeps, sebentar lagi kita akan kultwit perihal 'Kebijakan Menaikan Cukai Rokok Harus Dikaji'. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat. #SuaraGerindra @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
1. Kita semua mengetahui bahwa @KemenkeuRI telah menetapkan aturan soal cukai hasil tembakau yang akan naik terhitung mulai 1 Januari 2020 mendatang. #SuaraGerindra pic.twitter.com/qmGKpFin07
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
2. Hal tersebut telah dinyatakan dalam Peraturan @KemenkeuRI Nomor 152 Tahun 2019 ini, menaikkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau rokok sebesar 21,55 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) rokok di kisaran 35 persen. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
3. Anggota Komisi XI @DPR_RI dari Fraksi Gerindra Harry Poernomo menilai keputusan tersebut adalah hal yang dilematis dan harus ditinjau kembali. #SuaraGerindra @KemenkeuRI
Partai Gerindra @Gerindra
4. Karena jika kita melihat perspektif bahwa rokok itu adalah salah satu sumber penyakit, yang sepakat atau tidak sudah diakui dunia, sementara biaya kesehatan kita harus berhemat karena dari @BPJSKesehatanRI kita sudah shortfall. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
5. Namun di sisi lain, masalah cukai rokok ini masih menjadi sumber pendapatan yang dapat memberikan kesempatan kerja sangat luas bagi para buruh tembakau. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
6. Dengan ditetapkannya aturan tadi oleh @KemenkeuRI Sri Mulyani, kami mengkhawatiran akan hancurnya industri rokok yang berskala kecil dan menengah. #SuaraGerindra pic.twitter.com/4zxvQwkOJ7
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
7. Partai Gerindra mengkhawatirkan jika cukai rokok naik terlalu tinggi, industri rokok yang masih menggunakan tenaga manual, atau kretek linting, akan gulung tikar dan akhirnya berujung pada pengangguran. #SuaraGeirndra @KemenkeuRI pic.twitter.com/bGWpwWWUs6
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
8. Kita mengetahu bahwa terdapat total 5,9 juta tenaga kerja yang diserap dari Industri Hasil Tembakau (IHT). #SuaraGerindra pic.twitter.com/40WaRHfnX6
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
9. Dari jumlah tersebut, 4,28 juta diantaranya adalah pekerja di sektor manufaktur dan distribusi. Sementara sisanya 1,7 juta pekerja berada di sektor perkebunan. #SuaraGerindra pic.twitter.com/tB0aimBxuE
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
10. Selain dari faktor ketenagakerjaan, 2018 lalu, penerimaan cukai dari sektor IHT menembus angka Rp 153 triliun atau lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 147 triliun. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
11. Yang artinya juga penerimaan cukai pada tahun lalu telah berkontribusi 95,8 persen terhadap pendapatan cukai nasional. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
12. Namun yang harus dipikirkan, walaupun menyumbang pendapatan besar, keuntungan dari kenaikan cukai rokok hanya akan menguntungkan industri rokok skala besar, seperti pabrik-pabrik rokok yang beroperasi dengan menggunakan mesin dan melakukan produksi secara massal. @KemenkeuRI pic.twitter.com/91P6pef8Lq
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
13. Dalam hal ini mungkin pendapatan akan naik, tapi @KemenkeuRI juga perlu memikirkan jika terjadi pengangguran karena banyak pabrik rokok skala kecil dan menengah yang akan gulung tikar. #SuaraGerindra
Partai Gerindra @Gerindra
14. Jadi kami menilai bahwa 35 persen itu terlalu tinggi, ada baiknya jika dilakukan secara bertahap. Mungkin dengan 15 persen dan menyesuaikan inflasi. #SuaraGerindra @KemenkeuRI

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.