0
Potret Lawas @potretlawas

Berbagi potret dan cerita. Menziarahi dan mengobrolkan masa lalu, mengingat kini. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Kontak: potretlawas.x@gmail.com

https://t.co/pBLatcSUa6
Potret Lawas @potretlawas
Paribatra Sukhumbandhu, pangeran Siam yang diasingkan ke Bandung menyusul kudeta militer 1932. Putra raja Chulalongkorn ini terus berada di Bandung hingga meninggal, 12 tahun kemudian. pic.twitter.com/O4HC0XXUGR
Expand pic
Potret Lawas @potretlawas
Chulalongkorn gemar mengirim anaknya ke Eropa. Paribatra tak terkecuali. Ia mengenyam sekolah militer di Prussia. Sebelum dibuang, jabatannya setingkat menteri dalam negeri. Tak heran, demi menjaga gengsi, Paribatra kerap menyamarkan pengasingan ke Jawa ini sebagai masa pensiun.
Potret Lawas @potretlawas
Di Bandung sendiri Paribatra mulanya dianggap cuma jalan². Khalayak baru mulai paham ia dibuang setelah muncul berita izin pembinaan rumahnya pada Agustus 1933. Ia menempati tanah seluas 1,3 hektar di sudut Nijlanweg dan Van Galenweg, kini jalan Cipaganti dan Lamping Bandung
Potret Lawas @potretlawas
Selama di Bandung, Paribatra banyak berpesiar. Bersua pembesar dan raja². Bahkan, Paku Buwono X sekali datang ke kediamannya pada 1936. Seiring waktu, Bandung sudah ia anggap rumah. Sebuah area kuburan pribadi bahkan telah ia siapkan di Lembangweg. twitter.com/potretlawas/st…
Potret Lawas @potretlawas
Selain jalan², di Bandung Paribatra suka berkebun dan bermusik. Untuk yang kedua tsb, ia bisa disebut pionir komposer musik tradisional Siam yang memakai notasi ala Eropa. Total karyanya ada 70-an lagu – sebagian besar tak pernah dimainkan hingga kini sebab dianggap keramat.
Henri @HensHons
@potretlawas Berita ttg jenazahnya yg dikembalikan ke Thailand apakah benar atau pekuburannya masih ada sampai sekarang di Lembangweg?
Potret Lawas @potretlawas
Paribatra wafat awal 1944. Namun Jepang tak beri izin pengebumian di kuburan pribadi. Ia pun dikubur di kerkhof umum – sepertinay di Kebon Jahe yang kelak digusur buat GOR Padjadjaran. Selang empat tahun jasadnya dijemput putranya Chumbot, dibawa pulang. twitter.com/HensHons/statu…
fh @Fachrihz
@potretlawas Klo ga salah pengelola dapur Dahapati masih keturunannya.
ꦠꦺꦴꦤꦶ ꦲꦗ꦳ꦶꦗ꧀ @aziztony
@potretlawas Beliau kemudian tinggal di Jalan Cipaganti dan membuat taman anggrek indah di depan rumahnya. Rumahnya kini yg jadi Dapur Dahapati. Taman anggreknya kini jadi SPBU di depannya.
dayatSONGOT @DayatBaban
@potretlawas terus keturunannya main di persib; shintawicay dan sucau nutnum
:) @namanyajul
@potretlawas ini yang pernah diceritain jurnalrisa pas di curug itu bukan si?

Paribatra Sukhumbhand atau dikenal juga sebagai Pangeran Nakhon Sawan dilahirkan pada 29 Juni 1888. Ayahnya adalah Raja Chulalongkorn, sedangkan ibunya adalah salah satu istri Chulalongkorn, yaitu Sukhumala Marasrii. Paribatra menjalani pendidikan militer di Jerman.

Paribatra dikenal sebagai seorang perwira tinggi militer yang sangat berpengaruh, jabatannya adalah Pemimpin Militer Kerajaan Thai sekaligus sebagai Mentri Pembangunan. Selain itu Paribatra juga mengepalai berbagai divisi militer lainnya termasuk menjadi penasihat pribadi bagi Raja Vajiravudh dan kemudian Raja Prajadiphok.

Pada masa pemerintahan Prajadiphok, terjadi peristiwa kesulitan keuangan di seluruh dunia yang dikenal dengan istilah malaise (great depression). Saat itu, akibat majunya pendidikan di Siam, muncul juga kecenderungan2 baru dan modern, di antaranya keinginan sebagian orang untuk mengubah sistem monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Pada tahun 1932 terjadi kudeta tanpa pertumpahan darah di Kerajaan Thai. Kudeta ini mengakhiri sistem monarki absolut yang telah berjalan sekitar 150 tahun.

Pada tahun 1934 Raja Prajadiphok menyerahkan tahta kerajaan kepada saudaranya, Ananda Mahidol yang saat itu sedang belajar di Switzerland. Prajadiphok kemudian tinggal di Surrey, dekat London, hingga akhir hayatnya.

Sementara itu, Paribatra sebagai pimpinan militer diasingkan ke Bandung, Indonesia, yang saat itu berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Paribatra berada di Bandung hingga akhir hayatnya pada 18 Januari 1944. Jenazah Paribatra kemudian diterbangkan ke Bangkok untuk dimakamkan di sana.

Paribatra memiliki delapan orang anak dari istrinya, Mom Chao atau Putri Prasongsom. Dari dua anak laki2, hanya satu saja yang hidup hingga dewasa. Sedangkan dari istrinya yang lain, Mom Somphan, ia mendapatkan seorang anak, Pangeran Sukhumabhinanda, yaitu ayah dari Mom Ratchawong Sukhumband, Gubernur Bangkok saat ini.

Bekas rumah tinggal Paribatra di Bandung masih dapat ditemui hingga sekarang, yaitu sebuah rumah dengan tulisan cukup mencolok di dinding muka bagian atas, “Dahapati”, di Jl. Cipaganti. Penggemar kuliner tentu dapat mengenali rumah ini karena cukup terkenal dengan kedai sop buntutnya. Sampai sekarang, rumah Dahapati masih ditinggali oleh kerabat2 keturunan Siam yang turut ke Bandung bersama Pangeran Paribatra pada tahun 1934.

URL mooibandoeng 13 Pangeran Paribatra di Bandung Pada bagian ini, saya kembali lagi ke buku Wisata Bumi Cekungan Bandung seperti yang sudah saya kutip dalam tulisan sebelumnya. Pada halaman 119 ada tulisan sebagai berikut: “Di tahun-tahun i…

Comment

aji sudarmawan @aji_sudarmawan 06/11/2019 19:32:14 WIB
YA BENAR .. justru pendidikan yang menghancurkan kebudayaan indonesia yang asli..guru sd saya sendiri yang mengajarkan hal tersebut
Login and hide ads.