0

Ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bekasi berunjuk rasa di Jalan Raya Narogong, depan pom bensin 34-17145, Rawalumbu, Rabu (23/10/2019), terdiri dari Forum Betawi Rempug (FBR), Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS), BPPKB Banten, dan Somasi.

Wagiman Deep (Habeib Selow) @WagimanDeep

Laskar Perisai FPI-Perjuhwangan Alweis and Vorefer - Anti Iluminasi Berenda

Wagiman Deep (Habeib Selow) @WagimanDeep
Aliansi ormas terdiri dari Forum Betawi Rempug (FBR), Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS), BPPKB Banten dan Somasi, demo di bekasi nuntut pengelolaan lahan parkir pake ngancem2. Pak @ridwankamil helaaww apa kabra? masih bobok?.. bekasi.pojoksatu.id/baca/aliansi-o… pic.twitter.com/ifYwwICqy2

Sejumlah tuntutan dibawa oleh ormas tersebut, di antaranya pengelolaan parkir di mini market dan titik lain di Kota Bekasi harus bersinergi dengan ormas.

Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda hadir pada demonstrasi itu menemui petinggi ormas yang berada di sana seperti Panglima FBR se-Jabodetabek Syahrul Gazali, Ketua FBR Korwil Kota Bekasi Noval Said, Ketua Aliansi Ormas Bekasi Anwar Sadat, Ketua GIBAS Resort Kota Bekasi Deni M. Ali.

“Saya hadir di sini mewakili Wali Kota. Kami tahu tuntutan dari aliansi, sudah baca sama-sama dengan Pak wali kota. Pada intinya kita bicara ke depan bahwa dinyatakan Alfamart, Indomart, Alfamidi se-Kota Bekasi ada 606 titik,” katanya di tengah-tengah massa.

“Pada hari ini sesuai UU Nomor 28/2009, Perda Nomor 10 Tahun 2019, Alfamart, Indomart, Alfamidi masuk kategori pajak, tidak lagi kontribusi dan retribusi. Kita keluarkan NPWD se-Kota Bekasi,” sambungnya.

Lanjut Aan, sehingga untuk pengelolaan parkir tergantung kepada pemilik mini market tersebut.

Perwakilan Indomart, Hary, juga hadir di tengah-tengah massa.

“Saya akan berusaha bersedia,” ucapnya terhenti sebentar karena diinterupsi massa dengan beragam ucapan, ‘Berusaha? Harus!’.

“Bersedia bekerja sama,” lanjutnya mengoreksi perkataan sebelumnya. Ucapan itu berbalas dengan sejumlah teriakan yang terdengar di balik riuh massa seperti ‘Mantap!’ atau ‘Itu jawaban yang ditunggu.’.

Ketua GIBAS Kota Bekasi, Deni M. Ali, mengatakan, “Satu, sesuai tuntutan kami untuk surat instruksi wali kota yang sudah diturunkan kepada Indomart, Alfamart, pengelolaan dikawal oleh kami harus tetap dijalankan,” ucapnya.

Poin kedua, ormas meminta TNI dan Polri tidak membeking pengusaha di Kota Bekasi karena dinilai bukan ranahnya.

“Ketiga, kita bantu PAD Kota Bekasi melalui bapenda, jadi kita dukung program Bapenda yang notabene Bekasi lagi bangkrut. Keempat, kita jaga marwah organisasi dan aliansi ormas,” ucapnya.

“Saya minta bukan 700 titik harus wajib kerja sama dengan ormas. Wajib! Bukan di titik ini saja (mini market SPBU, Ed). Untuk pemberdayaan kami sebagai orang Bekasi di kota kami sendiri,” sambungnya.

Berdasarkan Instuksi Wali Kota Bekasi Nomor 974/128/TU tentang Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Parkir Kendaraan menginstruksikan pemungutan retribusi parkir dilakukan oleh juru parkir resmi yang bersurat tugas dari Bapenda.

“Saya sudah keluarkan surat tugas pemungutan retribusi, dengan adanya wajib pajak, semuanya selesai, tinggal nanti bangun kerja sama yang baik,” kata Aan.

Pada Juli 2019, Pemkot Bekasi mewacanakan parkir di mini market akan dikenai biaya Rp2.000 dengan pertimbangan agar masuk ke kas daerah. Karena, meski membayar, selama ini tarif parkir tidak mengalir ke kas daerah. (selengkapnya)

Massa dari ormas mengancam, apabila komitmen tersebut hanya sebatas pembicaraan, mereka akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Mariya Mubarika 🌄 @MarikaRahman_
@WagimanDeep @ridwankamil Mohon pasukan ente FPI menjaga warga bieb... lawan ketidakadilan
ꦫꦶꦩ꧀ꦨꦦꦸꦫꦟ @Dpamungkas9
@WagimanDeep @ridwankamil Preamanisme di fasilitasi...? Bieb @WagimanDeep tlong lascar diberi pentungan biar siap bela kebenaran tegakkan keadilan
💍Suzli @suzli05
@WagimanDeep @gus_al_diajie @ridwankamil Wele weleh , turunken lastcar😁moe bib ... tertibken💤💤
Army_Arkan @ArmyArkan
@WagimanDeep @ridwankamil Masa urusan preman ma gubenur,.. Ada bupati dan walikota disana
Scio Cui Credidi @KerongKerang
@WagimanDeep @ridwankamil Hahahaha, pejabat pemerintah gemeteran di anjing anjingin sama ormas. Mana wibawa pemerintah. Kaya ga ada harga dirinya.
Johny @Johny18619731
@WagimanDeep @DiantyYasmin @ridwankamil Percumah mensen RK bro, Bekasi emang sarang radikal , ormas preman tumbuh subur . Mereka sepertinya bukan cuma nuntut uang parkir , tapi uang jatah reman lainnya dari minimarket. Coba cc in pak Tito
Elson Art @kemuning_raya
@WagimanDeep @ridwankamil Tukang parkir di minimarket itu paling enak hidupnya. Waktu kita mau parkir orangnya nggak tau dimana, pas mau keluar tiba-tiba nongol. Paling sial itu kalau kita cuma mau beli korek kuping harga 4 rb, tapi kita ditagih parkir 2 rb. Hahahaha
imf @ifhanmaulana91
@kemuning_raya @WagimanDeep @ridwankamil Mending masih kebeli om,lah sy mau ambil duit di ATM nya...eh pas mau ambil saldo zooonk!!! Masih byr kang parkir pulak...heuheu
Elson Art @kemuning_raya
@ifhanmaulana91 @WagimanDeep @ridwankamil Nah...gw sering alami hal ini. ke ATM kebetulan duit receh juga ga ada, terpaksa belanja dulu 10rb biar bisa ngasih uang parkir 2rb. Soalnya kalau ngasih parkir uang 50rb tukang parkirnya manyun dan bilangnya ga ada kembalian.
S.Anam @Anam08S
@WagimanDeep @ridwankamil Yg ngijinin kaya kurang iklas . Efek di acam Biib . Gimana niih
Tyas @TyasZain
@WagimanDeep @ridwankamil FBR ini mmg paling anarkis. Sempat bentrok dg Kembang latar di dkt rumah. Nginap di masjid trus tawuran. Bangku, piring, gelas dan perabot tk nasi goreng abis dipake buat tawuran. Pas haus minumnya minyak goreng. Mabok kek nya.. Baru waras stl disemprot air pemadam kbkrn. 😣
wongdeso plosok @bakulceniel
@WagimanDeep @ridwankamil sudah pda nglunjak,,sehrsnya pejbt lbh tgs lgi biar tdk smkin.nrunyam
D’Equalizer#BuzzerNKRI @DEQLZ1012
@WagimanDeep @ridwankamil JABAR emang top markotop 👍🏻👍🏻👍🏻. Selain menjadi daerah pemasok kelompok radikal juga tmpt berkumpulnya preman” ormas yg bisa menundukan aparat pemerintah dan hukum menjadi seperti jongos nya mereka. Hancur lah tatanan hukum di negara ini jika kel ormas lbh berkuasa drpd aturan
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.