Dirut bjb Agus Mulyana, Bank bjb Targetkan Laba Rp 1,7 T di 2019

Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu yang PLT yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.
0

Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu yang PLT yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.

Plt Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu menerapkan manajemen risiko yang excellance yang turut membuat kinerja bank bjb juga ikut-ikutan excellence. Data mencatat bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Plt Dirut bjb Agus Mulyana memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan. Ia berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini. Kredibilitas itu sangat dibutuhkan oleh bjb untuk terus menjadi bpd terbaik di Indonesia. Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Di sisi lain, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menargetkan laba akhir 2019 mencapai Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,7 triliun. Hingga Oktober 2019, posisi laba sudah mencapai sekitar Rp 1,27 triliun.

Target tersebut akan diraih dengan sejumlah strategi termasuk perbaikan kualitas kredit. Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan melakukan penyehatan serta penyelesaian sejumlah kredit, sehingga bisa menjadi tambahan bagi porsi laba. Bank bjb juga akan melakukan ekspansi kredit khususnya untuk segmen tertentu.

Peningkatan laba juga didukung oleh tambahan fee based income sampai akhir tahun dengan dukungan dari IT. Bank bjb juga akan menggenjot porsi laba melalui transaksi treasury. Hingga September 2019, laba Bank bjb berada di posisi Rp 1,13 triliun. Angka ini turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,34 triliun, atau ada selisih sekitar Rp 128 miliar.

Beban yang besar pada triwulan III-2019 adalah pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sesuai dengan PSAK 71. Pada triwulan III membebankan pemenuhan PSAK 71 sebesar Rp 161 miliar. Sebagai informasi, Bank bjb mencatatkan total aset Rp123,6 triliun pada kuartal III-2019, tumbuh 8,3% dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Pertumbuhan aset ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 9,8% menjadi Rp 81,5 triliun. Hal ini ini lebih baik dibandingkan posisi triwulan sebelumnya di mana kredit tumbuh sebesar 8,2%. Jumlah pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 8,68% per Agustus 2019. Demikian halnya dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10% y-o-y, lebih baik jika dibandingkan posisi triwulan sebelumnya sebesar 7,4% y-o-y. Posisi DPK Bank bjb pada Triwulan III tahun 2019 ini mencapai Rp 98,4 triliun.

Comment

No comments yet. Write yours!