0
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Karena sedang seru-serunya kontroversi sang influencer.. Thread ini saya persembahkan untuk para fans garis keras mba @awkarin 🧚 MENUHANKAN INFLUENCER 🧚 - sebuah utas tentang bagaimana seorang manusia menuhankan manusia lainnya - pic.twitter.com/xfJe4mBjj2
Expand pic
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
DISCLAIMER : 1. Saya tidak mengomentari atau membela tindakan salah satu pihak, sy hanya fokus ke para followers yang membela dg buta 2. Sumber gambar dari The Drum, SmallBizGeniuz, Vice, dan Jrf (dikasi credit dong, hehe)
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Apakah anda pernah mendengar kalimat spt ini? "X itu orangnya baik-baik.. pasti kasus perselingkuhan ini cuma pengalihan isu" "R itu orangnya jujur.. pasti dijebak dg orang yg ga suka sama dia" "A itu sudah berubahh jd baik.. cuma banyak aja orang yang ga suka sm dia"
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Entah itu seorang selebtwit, selebgram, politikus, tokoh agama, public figure, atau influencer dari bidang manapun.. Manusia kerap kali memuja idola mereka secara berlebihan.. Sebenarnya apa yang terjadi? pic.twitter.com/tdcX6ruqSW
Expand pic
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Sebagai manusia yang hidup dalam sekelompok manusia, wajar jika kita menemukan manusia lain yang "lebih" dibandingkan kita.. Entah lebih dalam aspek penampilan, kecerdasan, kekayaan, kepopuleran atau yang lainnya..
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Saat berhadapan dengan sosok-sosok seperti ini, terdapat beberapa reaksi yang mungkin muncul dari dalam diri kita.. Rasa penasaran, iri, dan tentunya yang cukup sering muncul adalah rasa kagum..
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Wajar bagi kita untuk kagum ataupun memuji mereka yang memang memiliki kelebihan dibandingkan kita.. Namun entah mengapa, kekaguman ini berubah menjadi pemujaan.. pic.twitter.com/xYCEcuzcWV
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Kita mulai merasa influencer ini merupakan manusia sempurna, tak tercela, dan kebal akan berbagai jenis sisi negative pada hidup mereka.. Apalagi di zaman social media, dimana kita salah menafsirkan hubungan antar manusia..
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Alih2 menilai berdasarkan kualitas pribadi dan hubungan, kita menilai berdasarkan angka (followers, like, view, etc.) Hal inilah yang membuat kita semakin mengukuhkan kesempurnaan influencer ini di atas kita.. pic.twitter.com/GY1S22IBWU
Expand pic
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Nah, pertanyaannya.. "Kenapa sih penting banget punya sosok yang sempurna yang kita idolakan?" pic.twitter.com/QNpzMj1tKh
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Sebenarnya segala jenis kesempurnaan, kesucian, dan keistimewaan yang mereka miliki di mata kita.. ..tak lain merupakan harapan pelega dahaga kebutuhan dalam diri kita..
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Sbg manusia yang memiliki kelemahan, kekurangan, dan penderitaan.. kita membutuhkan sosok yang lebih besar daripada kita.. ..sebagai tempat berserah, mengadu, ataupun berkeluh kesah.. ..layaknya anak kepada orang tua, atau murid kepada guru..
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
Permasalahannya adalah semakin lemah kita, atau semakin besar penderitaan kita.. kita akan semakin membutuhkan sosok yang sempurna.. kita akan benar-benar menganggap mereka sebagai juru selamat yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan kita.. (Apalagi suka kasih giveaway) pic.twitter.com/T60Vm26JaH
Nago Tejena πŸ§™β€β™‚οΈ @nagotejena
I'm not denying that they are in a way, better than us.. But they are not saints, they are humans.. Setinggi-tingginya influencer.. Mereka juga manusia yang bisa salah.. . . Just like us πŸ™‹ The End πŸ™‹ pic.twitter.com/P6yY3RAM3L
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.